Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 90 Kegaduhan Di Ruang Meeting


__ADS_3

Aska mengecup kening Raya dengan penuh cinta. Ia begitu menyayangi wanita hebat di hadapannya itu. Aska terharu dalam hatinya karena bisa memiliki Raya dan ketiga anak mereka yang hebat-hebat juga.


Saatnya potong kue, Aska dan Raya saling menyuapi kue. Sementara si cerdas Deniz ikut memberikan potongan kue pada salah satu kolega di ruangan itu.


Pria yang sudah berumur itu tersenyum dan terkesima dengan anak kecil di hadapannya.


Pria tua itu bernama tuan Cokro.


Selanjutnya sudah bisa di tebak apa yang di lakukan Deniz, ia mengambil potongan kue dan melemparnya ke arah beberapa kolega, Dizya dan Kai tak luput dari kenakalan Deniz.


"Ahahaa ...ahaha!" suara tawa Deniz yang terdengar lucu dan gemas membuat orang ingin mencubit pipi gembulnya.


"Tan..." Aska melirik Tan yang hanya melongo melihat tingkah batita satu itu. Dizya mulai menangis karena bajunya kotor akibat kue yang di lempar oleh Deniz. Kai mencoba menenangkan adik perempuannya itu. Aska nampak stress dan memegang keningnya.


"Raya sayang ....aku mencintaimu" bisik Aska tak berdaya melihat kelakuan malaikat kecil mereka.


Meeting dan konferensi yang sudah di jadwalkan oleh Tan akhirnya berantakan dengan kehadiran Raya dan para kapten kecil. Ia harus menyusun ulang meeting besok. Kepalanya semakin pusing melihat anak-anak tak henti bertingkah.


Yuki tertawa, ia menepuk bahu Tan.


"Nikmatilah, jika kau menikah dan memiliki anak mungkin juga akan seperti ini" Yuki tersenyum dan berjalan pergi. Tan memandang punggung Yuki yang semakin menjauh. Ia tersenyum samar. Perkataan Yuki barusan membuat hati Tan berbunga. Bahkan ia sebelumnya tidak terpikirkan akan menikah dan memiliki anak-anak yang nakal seperti si kembar dan Kai.


Raya duduk di samping Aska sembari menyiapkan makan siang. Raya memasak makanan kesukaan Aska. Ia menyuapi Aska yang terlihat pusing dengan kerusuhan yang di buat oleh ketiga anak mereka.

__ADS_1


Aska merentangkan sebelah tangannya dan memeluk bahu istrinya.


"Apa kita harus membuat satu lagi?" bisik Aska pada Raya. Sontak wajah Raya memerah, ia hanya tertawa.


Selesai dengan semua kerusuhan, Tan sang asisten jenius kembali ke ruang meeting menemui para kolega. Ia mengabarkan besok akan ada meeting ulang. Semua sepakat dan tidak ada yang marah. Malah para kolega senang dan terhibur dengan tingkah lucu Deniz.


Tuan Cokro menemui Aska di ruang kerja. Ia mengucapkan selamat pada Aska.


"Selamat tuan muda, aku tidak menyangka di balik keangkuhan mu saat memimpin perusahaan ternyata kau adalah lelaki yang sungguh hangat. Semua terlihat dari keluarga kecilmu yang nampak bahagia dan apa adanya tanpa di buat-buat"


"Terimakasih tuan Cokro"


"Aku senang bekerja sama dengan mu tuan muda, jadi aku pastikan akan memperpanjang kontrak kerja sama kita"


"Aku akan menemui ayah mu besok, apa kau ada pesan untuknya? aku percaya ia merindukan cucunya" tuan Cokro memandang ketiga anak kecil itu lalu pergi dengan senyum mengembang. Aska teringat ayahnya, mungkin lusa ia akan membawa Raya dan anak-anak berkunjung ke rumah keluarga Admaja.


Tan tidak menemani Aska sepulang bekerja, Aska dan keluarga kecilnya akan menginap di hotel bintang lima untuk merayakan ulang tahun pernikahannya dengan Raya.


Tan melaju dengan mobilnya, ia ingin menemui Yuki dan berbicara sesuatu yang serius dengan gadis itu.


Restoran bintang lima itu masih buka, beberapa meja sudah kosong ditinggalkan pelanggan pulang setelah mereka puas menyantap hidangan enak di sana.


Tan berjalan dan duduk di spot yang kosong. Seorang pelayan menghampirinya dan berbicara dengan nada serta penampilan yang elegan.

__ADS_1


"Silahkan tuan, anda ingin memesan sesuatu?" kata si pelayan pria dengan dasi kupu-kupu itu.


"Aku ingin sup udang, jangan terlalu panas dan aku juga tidak mau sup itu dingin sampai di mejaku. Satu lagi katakan pada asisten koki untuk menemui ku disini"


"Baik tuan...saya akan memberi tahu Yuki jika anda berada disini"


Yuki berdiri di hadapan Tan, ia menyajikan pesanan Tan.


"Silahkan tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Yuki khas seperti pelayan restoran berpengalaman.


"Tentu, duduklah dan temani aku makan malam"


Yuki duduk manis di hadapan Tan, ia memandang pria tampan yang sedang melahap sup udang.


"Jam berapa kau pulang bekerja?"


"Sebentar lagi...."


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Tan berdiri dari duduknya dan langsung berjalan pergi tanpa mempedulikan Yuki yang nampak bingung dan kecewa.


Dasar pria aneh, untuk apa dia kemari! tidak mungkin kalau hanya untuk makan malam saja. Dia bukan tipe pria Flamboyan yang senang bepergian ke tempat ramai apa lagi sekedar makan Malam..


Yuki menggerutu dan kembali ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2