Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 134 Sepertinya Hamil


__ADS_3

"Kalila apa yang terjadi kenapa Raya tiba-tiba pingsan?!" Aska membentak Kalila di telepon begitu sepupunya itu mengabari jika Raya tiba-tiba saja pingsan.


Rama merebut ponsel Kalila dan ia bicara pada Aska. Jika sudah menyangkut Raya si tuan muda itu bisa menjadi seperti singa.


"Aska ini aku Rama, tadi Raya tiba-tiba mengeluh pusing lalu pingsan. ia sudah di bawa ke ruang perawatan. Kau jangan cemas aku rasa Raya baik-baik saja"


"Baik-baik saja kau bilang?! istriku pingsan dan kau bilang aku tidak perlu cemas?!"


Aska membanting ponselnya hingga meja kaca di depannya pecah. Tan yang sudah paham situasi bergegas menenangkan tuan mudanya.


"Tuan muda tenang dulu, saya akan...." belum selesai Tan bicara Aska mencengkram jas Tan dengan kedua tangannya.


"Kau juga sama saja seperti mereka?! cepat siapkan mobil aku akan ke rumah sakit!"


"Baik tuan"


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Aska terlihat cemas. beberapa kali ia meminta Tan menambah kecepatan mobil agar segera sampai di rumah sakit.


Tan memarkir mobilnya dan Aska bergegas berlari memasuki loby rumah sakit. Ia bertanya di kamar berapa istrinya di rawat.


Di VVIP kelas utama lah istri Presdir Admaja Group di rawat. Aska berlari menuju lantai tiga di ikuti Tan di belakangnya.


"Dimana Raya?" Aska menatap tajam pada Kalila.


"Kakak tadi kak Raya..." Kalila gugup menghadapi Aska jika sudah terlihat marah. Aska sungguh menakutkan.


"Aska Raya ada di dalam dokter sedang memeriksanya, tenanglah"


Aska membuka pintu ruang rawat Raya dan menerobos masuk. Ia merasa lemas begitu melihat Raya tergolek di ranjang perawatan.


"Apa yang terjadi?" tanya Aska pada dokter.

__ADS_1


"Tuan muda mari kita bicara sebentar" Aska mengikuti dokter menuju ruang kerjanya.


"Cepat katakan apa istriku baik-baik saja?"


"Tidak ada Yanga serius dengan kondisi nona"


Aska terlihat lega, kemarahan dan kecemasan nya terlihat memudar.


"Ada satu kabar baik tuan muda, nona hamil"


"Hamil?" Aska langsung tersenyum cerah.


"Tan kau dengar itu, Raya hamil"


"Benar tuan saya ikut senang"


Aska kembali ke ruang rawat Raya, ia mencium kening Raya dan mengusap pipi Raya dengan lembut.


"Kenapa aku disini?" Raya memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Tenanglah sayang kau baik-baik saja. Sebentar lagi si kembar kita akan memiliki adik"


"Adik?" Raya langsung terduduk ia memandang Aska tidak percaya.


"Apa aku hamil?"


Aska mengangguk dan keduanya berpelukan. Tan ikut senang melihat Aska dan Raya tapi ia juga harus mulai siaga. Jika nona muda Hamil lagi berarti Tan harus menjadi asisten siaga. Karena bisa jadi Aska akan selalu membutuhkan bantuannya.


***


"Jadi nona Raya hamil lagi?" Yuki terlihat senang menerima kabar gembira dari Tan.

__ADS_1


"Benar sayang, tadi nona pingsan dan setelah di periksa dokter bilang nona hamil"


"Oh bahagia sekali...."


Tan memandang Yuki yang ikut mengusap perutnya.


"Kenapa kau mengusap perut mu? apa kau juga hamil?"


"Belum sayang tapi aku ingin hamil juga"


"Apa kau sudah siap menjadi ibu?"


"Pertanyaan macam apa itu? jelas aku siap"


"Apa kau siap menjadi ayah jika aku hamil?"


"Aku siap"


"Apa kau juga siap menghadapi ku jika nanti aku ngidam?"


"Ngidam?!" Tan memicingkan alisnya. Ia meletakkan cangkir kopi yang baru saja akan ia sesal isinya.


Tan teringat bagaimana repotnya ketika Raya mengidam saat hamil si kembar. Rasanya Tan tidak sanggup membayangkan jika kali ini Raya ngidam lagi.


"Sayang kenapa kau jadi pucat?"


"Oh tidak, aku hanya berpikir apakah wanita harus ngidam jika hamil? bisakah itu tidak perlu dan di ganti saja dengan rasa yang lain yang penting bukan ngidam!"


Yuki terkekeh ia tahu Tan sepertinya trauma meladeni ngidamnya Raya.


Yuki menepuk bahu suaminya sembari memeluk Tan dengan mesra.

__ADS_1


__ADS_2