
Seperti biasanya di pagi hari Nara menyiapkan sarapan untuk Kai. pagi itu Kai terlihat bangun lebih siang dan ia tidak mengenakan baju formal seperti biasanya. Kai hanya mengenakan kemeja biru dan celana jeans.
Nara tidak berani memulai pembicaraan. Ia hanya duduk menemani Kai sarapan pagi.
"Jam berapa kau ke toko bunga?" Kai memandang Nara.
"Sebentar lagi" Banyak yang sebenarnya ingin Nara tanyakan tapi ia tidak berani.
"Hari ini kau ikut dengan ku"
"Kemana?"
"Ikut saja, ganti bajumu jangan pakai rok pendek kalau keluar rumah"
"Iya baik"
Nara bergegas pergi ke kamarnya, ia membuka lemari dan mengamati jajaran dress pendeknya.
Ini saja tidak terlalu pendek dan terlihat elegan.
Nara meraih dress selutut berwarna biru muda dengan renda di bagian dada. secepat nya Nara memulas bibirnya dengan lipstik berwarna merah muda dan menyemprotkan sedikit parfum.
Ia merapikan rambut panjangnya dan mengenakan aksesoris bando.
Ia setengah berlari menuruni anak tangga. Kai sedang menelpon seseorang wajahnya terlihat serius. Nara tidak bisa mendengar apa yang Kai bicarakan di telepon.
"Hmmm" Nara berdehm agar Kai mengalihkan perhatiannya dari ponsel.
__ADS_1
"Kau sudah siap?" Kai memandangi Nara yang terlihat cantik seperti biasanya.
"Ayo kita pergi" Kai meraih kunci mobil dan berjalan menuju halaman di ikuti Nara.
"Apa sekretaris Hendra tidak ikut?"
"Tidak, kita hanya pergi berdua"
Kai membukakan pintu mobil untuk Nara. Ia bahkan melindungi kepala Nara dengan telapak tangannya agar tidak terantuk bagian mobil.
Sesuatu yang ganjil dan membuat Nara penasaran. tidak biasanya Kai seperti ini.
Ada apa ini? kenapa ia tiba-tiba berubah? apa setelah ini dia akan bicara tentang perceraian?
"Kenapa kau gelisah?" tanya Kai sembari memasang seat belt untuk Nara.
Setelah ini mungkin ia akan membuang ku dari hidupnya dan memintaku menandatangani surat perpisahan. Aku harus bagaimana?
Nara tidak tahu sejak kapan ia mulai memasukan Kai kedalam lubuk hatinya. Yang jelas Nara tidak mau berpisah dari Kai. membayangkan ia tidak lagi hidup bersama Kai tiba-tiba semua terasa gelap bagi Nara.
"Kita akan kemana?" tanya Nara memberanikan diri.
"Ke pantai"
"Pantai?"
"Benar, bukankah kalau suka pantai? kau suka kebun binatang? kau juga suka kemping di hutan?"
__ADS_1
"Iya tapi..."
"Aku ingin mencoba apa yang kau sukai, sekarang aku sedang memiliki waktu luang jadi sebaiknya aku manfaatkan dengan mu"
"Begitu ya...."
Setelah hampir dua jam berkendara akhirnya keduanya tiba di pantai.
Pandangan sangat indah dengan ombak dan pasir putih. Kai mengenakan kaca mata hitamnya. Ia mengulurkan tangannya pada Nara. gadis itu menyambutnya dengan meletakkan tangannya di atas tangan Kai.
Keduanya berjalan bergandengan menyusuri bibir pantai.
"Kau ingin berfoto?" tanya Kai mengeluarkan ponselnya.
"Baiklah" Nara terlihat senang ia berpose di pinggiran pantai.
"Seharusnya aku bawa Hendra agar bisa mengambil gambar kita" kata Kai sembari mengamati hasil fotonya di ponsel.
"Kita minta tolong saja pada pengunjung lain"
"Hmmm boleh juga"
Nara meminta batuan seorang pengunjung untuk mengabadikan momennya bersama Kai.
Setelah puas berfoto keduanya menikmati makanan dan minuman di resort dekat pantai. Nara meminum air kelapa muda sementara Kai ia lebih senang air mineral dingin.
Kai memandang Nara dengan tatapan yang belum pernah ia berikan pada Nara selama ini. tatapan lembut dan romantis. Nara sampai takut jika semua ini akan berakhir dengaan cepat.
__ADS_1