Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 61 Pemandu Wisata


__ADS_3

Satu tahun berlalu tanpa kabar dari Aska. Pria itu lenyap bak di telan bumi. Raya masih setia menunggu. Ia selalu mengabaikan pria yang mencoba mendekatinya.


Sat ini Raya pindah ke sebuah apartemen sederhana. Ia menyewanya selagi bekerja sebagai pemandu wisata. Raya bekerja setiap harinya sebagai pemandu wisata resmi. Ia mengantar para turis untuk menjelajahi tempat-tempat indah di negara nya.


Setiap pulang bekerja Raya selalu mencari tahu keberadaan Aska. Ia masih sering menghubungi Tan asisten pribadi Aska dulu, kalau-kalau Tan mengetahui di mana Aska sekarang.


Malam itu Raya tidur lebih awal karena besok pagi-pagi sekali ia harus ikut memandu para wisatawan yang datang dari jauh.


Pagi tiba Raya mengenakan kaos berwarna merah dan celana jeans hitam. Ia mengenakan sepatu putih dan tas ransel kecil. Raya menggerai rambut panjangnya dan memberi aksesoris jepit kecil di sana. Wajahnya terlihat ceria dan nampak segar.

__ADS_1


Raya berjalan menuju bus yang sudah terparkir. Setiap kali menaiki bus pariwisata yang akan di pandunya, ia selalu berjalan memeriksa penumpang, siapa tahu di dalam sana ada Aska.


Tapi pagi itu Raya mulai tidak melakukannya. Ia memulai aktivitas pertama. Raya berdiri di dekat pintu bus dan mulai berbicara menyapa para penumpang yang akan menuju ke sebuah situs kuno.


Raya menerangkan silsilah di bangunnya situs itu dan kisah yang menyertainya.


"Di sana nanti akan kita temui patung pria dan wanita yang berjarak cukup jauh. Itu menggambarkan kisah cinta keduanya yang tidak bisa bersatu. Si pria yang jatuh cinta pada si wanita tapi karena si wanita sudah menikah dengan tun tanah kaya raya, jadi cinta mereka tidak terlaksana. Si pria semakin hari semakin termenung hingga jatuh sakit. Lalu ia meninggal sementara si wanita yang merasa kehilangan kekasihnya juga ikut meninggal karena sakit. Ia tidak mau makan dan minum juga tidak lagi tertarik dengan dunia ini".


Disana, di sudut bus bagian belakang seorang pria bertopi hitam dan berkaca mata hitam duduk tersenyum mendengar penjelasan Raya. Pria itu memandang keluar jendela sembari mendengarkan suara Raya di depan.

__ADS_1


Pria itu mengenakan masker dan duduk diam saat Raya menawarkan makanan ringan padanya.


"Permisi tuan, ini makanan ringan untuk mu" Raya memandang wajah pria yang tertutup kaca mata hitam dan masker itu. Pria itu segera membuang muka dan melihat jalanan ia seperti tidak nyaman di lihat oleh Raya.


"Oh maaf tuan, saya hanya seperti pernah bertemu dengan anda..." kata Raya sembari tersenyum. Ia berjalan pergi ke bagian depan bus dan memberi instruksi pada penumpang untuk bersiap turun karena sebentar lagi sampai di parkiran situs kuno yang akan di kunjungi.


Pria yang duduk di pojokan tidak ikut turun. Ia memilih diam di tempatnya dan menikmati kesunyian di dalam bus. Sementara yang lain pergi bersama Raya.


Saat berada dekat dengan patung si wanita Raya menyempatkan diri mengambil gambar.

__ADS_1


"Kisah cinta kita hampir sama, aku juga tidak bisa bersama seseorang yang ku cintai saat ini. Aku memahami sakit yang kau rasakan karena tidak bisa memiliki orang yang kita kasihi" gumam Raya sembari mengelus patung itu.


Lagi-lagi di kejauhan pria berkacamata hitam dan menutup wajahnya itu nampak memandangi Raya.


__ADS_2