
Akhirnya hari pernikahan tiba. Nara sudah nampak cantik dengan gaun pernikahannya. Wajah manisnya hanya terdiam dan tidak di hiasi senyum disana.
Kai tidak ambil pusing dengan kesedihan di wajah Nara. Yang penting ia bisa melihat ibunya bahagia di hari pernikahannya. nyonya Raya terharu memandang Kai yang berdiri dengan jas pengantinnya.
"Anak sulung kita akhirnya menikah pa" kata Raya pada Aska.
"Benar sayang, ia sudah dewasa. Kai terlihat seperti ku ya?"
"Iya sayang ia mirip sekali dengan mu" kata Raya sembari menyandarkan kepalanya di bahu Aska.
Kai dan Nara duduk berdampingan
acara sakral akan dimulai.
Nara menguatkan hatinya mengucap selamat tinggal pada Bastian. Tidak ada gunanya lagi ia berharap Bastian selamat dan akan kembali padanya.
Kalau sekarang Bastian selamat, Nara sudah menjadi milik orang lain.
Kai melirik ke arah Nara yang lebih banyak melamun sepanjang pesta pernikahan.
Hendra tampak sibuk memastikan semua berjalan lancar. Ia sudah mendapat laporan jika Nara telah mencabut laporan tentang tabrak lari yang di alami Bastian.
"Kalian akan bulan madu kemana?" tanya nyonya Raya.
__ADS_1
"Belum tahu ma, Kai masih sibuk dengan pekerjaan di perusahaan"
"Kai jangan begitu, kalian harus pergi berbulan madu agar istrimu senang"
"Iya ma..."
Acara resepsi mewah itu telah selesai. Kai dan Nara di antar mobil pengantin menuju rumah pribadi Kai.
Nara keluar dari mobil dan mengikuti langkah Kai menuju kamar.
"Dengar, ini kamar ku dan di sebelah sana adalah kamar mu"
Nara terkejut ia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Ada gurat kelegaan di wajah manis Nara. Ia juga tidak mau disentuh laki-laki yang baru ia kenal.
Nara berjalan menuju kamarnya. Hendra membantu membawa barang-barangnya ke kamar itu.
Malam itu Nara tidur nyenyak karena kelelahan. tamu di pesta pernikahan itu cukup banyak jadi ia harus berdiri dan memasang senyum ber- jam-jam menyambut para tamu.
Keesokan paginya Nara bangun dan pergi ke dapur. Ia menyiapkan sarapan untuk Kai. Setelah menikah Kai memang meliburkan pelayan dan koki pribadinya. Semua akan di ambil alih di kerjakan oleh Nara.
Nara menata makanan di atas meja panjang dan lebar. Tidak berapa lama Kai terlihat menuruni anak tangga menuju ruang makan.
__ADS_1
Ia memandang meja makan yang sudah terhidang makanan. Tanpa bicara atau melihat Nara yang berdiri disana, Kai langsung pergi ke kantor.
"Hen apa Deniz sudah selesai dengan tugas akhirnya?" tanya Kai yang duduk di kursi belakang.
"Saya rasa belum tuan" jawab Hendra sembari melihat ke spion.
"Aku rasa kakek akan memberikan semua sahamnya pada Deniz setelah anak itu lulus dari pendidikan ya di Amerika"
Hendra terdiam, ia berkonsentrasi mengemudi.
"Oh ya Hen bagaimana dengaan toko bunga kecil itu?"
"Sudah berpindah kepemilikan pada anda tuan, Kusmanto sudah setuju dan menandatangani akta jual belinya"
"Bagus, terkadang aku sedikit kasihan dengan gadis bodoh itu. Orang tua nya sangat gila harta"
"Benar tuan"
"Oh ya pesankan aku sarapan seperti biasa"
"Baik tuan"
Kai mengingat jajaran makanan di atas meja makan tadi. Ia membayangkan wajah Nara yang kecewa karena Kai tidak menyentuh makanan yang di buatnya.
__ADS_1