
Besok adalah ulang tahun pernikahan Arsen dengan Naila. ia memerintahkan Pitt untuk memajang foto pernikahannya dengan Naila di ruang tengah dan di ruang utama.
"Apa ini benar tuan?" tanya Pitt yang sedikit heran sambil memandang foto berbingkai gold berukuran besar yang di letakkan bersandar dinding. pelayan telah mengambil foto itu dari gudang dan membersihkannya.
"Tentu saja benar, memang kenapa?!"
"Tidak tuan, oh ya apa akan ada perayaan di ulang tahun pernikahan anda dan nyonya?"
"Tentu saja atur acara di hotel bintang lima, jangan lupa undang Hendra"
Ah anda masih saja cemburu pada dokter Hendra...
"Siap tuan"
Naila yang baru selesai dengan penampilannya, ia keluar dari kamar menuruni anak tangga. Naila terkejut saat memandang foto pernikahannya dengan Arsen terpajang di dinding ruang tengah.
Siapa yang melakukan ini? apa dia tidak tahu kalau Arsen bisa marah besar karena foto pernikahan itu?!
"Pitt?!" Naila memanggil Pitt yang terlihat berdiri di ruang utama. sementara Arsen sedang menikmati makan paginya.
"Iya nyonya ada apa?"
"Siapa yang memajang foto itu?! turunkan cepat!"
__ADS_1
"Aku yang meminta Pitt memajangnya" Arsen muncul dan terlihat ceria. ia tersenyum senang menatap bingkai besar yang tergantung di dinding.
"Untuk apa?" Naila masih tidak mengerti. biasanya Arsen paling alergi dengan foto pernikahan itu.
"Besok ulang tahun pernikahan kita yang ke dua apa kau lupa?"
Naila menghela napas pelan, ia jelas tahu dan hapal tanggal pernikahannya dengan Arsen tapi tingkah Arsen bukan sesuatu yang seperti biasanya. pria itu terlihat aneh.
"Kau merencanakan sesuatu?" tanya Naila curiga.
"Merencanakan apa?!"
Naila terdiam mengantisipasi jika Arsen akan mengerjainya.
Pitt membukakan pintu mobil untuk Arsen, Naila hanya memandang dari kejauhan tidak habis pikir dengan tingkah pria itu.
Naila mengamati foto pernikahannya, senyum mengembang di bibirnya. sudah lama foto itu tersimpan di gudang tanpa dianggap penting oleh Arsen. sama seperti pernikahan mereka yang tidak berarti dimata Arsen.
***
Di toko Naila terlihat sibuk melayani pembelian vas dalam jumlah banyak. dua orang pelayan toko membantunya untuk mengemas barang pesanan.
Naila melirik jam tangannya, perutnya keroncongan terasa lapar tapi ia tidak sempat untuk makan siang.
__ADS_1
"Nyonya sebaiknya anda istirahat dulu, biar kami yang handel" kata seorang pelayan.
"Sudahlah tidak masalah, aku akan temani kalian disini". Naila mencatat jumlah vas yang sudah di kemas.
"Selamat siang nyonya" Pitt datang ke toko Naila membawa kantung belanjaan besar. ada logo brand ternama di kantung belanjaan itu.
"Ini dari tuan Arsen, tuan meminta anda untuk tidak terlambat nanti malam"
Naila mendengus meletakkan pensil dan buku catatan di atas meja kerjanya. Arsen selalu seenaknya ia tidak pernah mau tahu kesibukan apa yang sedang Naila jalani.
"Baiklah aku akan tiba tepat waktu, kau jemput aku nanti malam di rumah" kata Naila pada Pitt yang di sambut anggukan kepala Pitt yang berarti setuju.
"Kalau begitu saya permisi nyonya"
Pitt melangkah pergi meninggalkan toko Naila. sementara Naila membuka bingkisan yang di bawa Pitt. sebuah kotak berhias pita dalamnya berisi gaun cantik berwarna kuning gading. Dari labelnya gaun itu sudah pasti rancangan desainer ternama. Naila sudah bisa menebak kisaran harganya.
Satu kotak lagi berwarna biru tua, itu adalah kotak perhiasan. Naila membukanya dengan hati-hati didalamnya berisi kalung berlian.
Menjadi istri Arsen Admaja, Naila sudah biasa di hujani barang mewah tapi ia tidak di limpahi kasih sayang dan cinta dari suaminya.
foto pernikahan Arsen & Nayla
__ADS_1
(sumber gambar dari pinterest)