Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 104 Kepulangan Aska & Rencana Karenina


__ADS_3

Raya sedang sibuk di dapur di bantu pelayannya. Ia menyiapkan masakan kesukaan Aska karena suaminya akan pulang hari itu dari bisnis trip-nya.


Raya terlihat lincah di dapur, beberapa masakan berasal dari resep ibunya dulu. tak lupa Raya juga menyiapkan cupcake rasa vanila. Aska kurang suka coklat karena ia tidak menggemari makanan atau minuman yang manis.


"Mama!" Deniz sudah berada di bawah meja makan dengan mainannya.


"Deniz sebentar sayang mama sedang sibuk, Denis ikut suster dulu ya" kata Raya sembari membujuk Deniz keluar dari kolong meja.


"Suster...."


"Iya nyonya"


"Tolong bawa Deniz, oh ya dimana Dizya?"


"Nona Dizya Tidur siang nyonya"


"Oh ya apa Kai sudah di jemput dari sekolah?"


"Sopir sudah berangkat menjemput tuan Kai"


"Baiklah sekarang Deniz bobok ya" Raya mencium pipi gembul Deniz lalu kembali ke dapur.


Sesekali ia melirik jam dinding yang berada di dapur. Sebentar lagi semua selesai, ia tinggal bersiap diri menyambut kedatangan Aska.

__ADS_1


Raya mengenakan dress pendek dengan motif bunga Daisy. Ia terlihat manis di tambah ikatan kecil di rambut bagian tengah nya. Raya meraih flat shoes berwana kuning gading. Ia terlihat seperti masih gadis.


"Nyonya mobil tuan sudah tiba di halaman"


"Baiklah aku akan turun"


Raya menuruni anak tangga dan berlari kecil menuju ruang utama. Saat pintu terbuka Aska sudah berdiri dengan senyumnya yang menawan. Pria itu mengecup pipi Raya dan memeluknya erat sekali.


"Gadis ku aku sangat merindukan mu" bisik Aska di telinga Raya yang bahkan bisa di dengar oleh Tan yang berdiri mematung di belakang Aska.


"Aku juga sangat merindukan mu, apa semua berjalan lancar?" Raya menggamit lengan Aska dan berjalan menuju meja makan. Di atas meja makan sudah terhidang berbagai masakan dan camilan serta disert kesukaan Aska.


"Kau memindahkan seisi restauran bintang lima kemari?" goda Aska.


Aska melepas jasnya dan mengendurkan Dasinya. Ia duduk di temani Raya dan Tan untuk makan.


Wajah Aska masih terlihat tetap tampan meski ia kelelahan. Raya memandangi suaminya yang sedang makan dengan lahap.


Selesai makan Aska dan Raya menuju kamar mereka untuk beristirahat sejenak. Aska merebahkan diri di pelukan Raya.


"Nyaman sekali" gumam Aska.


Raya menepuk lembut bahu suaminya hingga Aska memejamkan mata.

__ADS_1


Tan menelpon Yuki ia juga ingin melepas rindu dengan gadisnya. Ia sudah mabuk kepayang melihat kemesraan Aska dengan Raya. kini giliran dirinya yang akan memandu kasih.


***


"Jadi dia sudah pulang?" Karenina meletakkan gelas minumannya. Ia sedang berada di ruang keluarga bersama adik lelakinya Arga dan juga ibunya.


"Kakak apa rencana mu selanjutnya?" tanya Arga.


"Pengaruhi tuan besar jangan sampai ia menyetujui ide gila anak tunggalnya itu. Enak saja gadis kampungan itu mau menjadi CEO di perusahaan sebesar Admaja Group!"


"Apa menurut mu tuan Bram akan mau mendengar kita?"


"Tentu saja tuan Bram juga tidak menyukai menantunya itu. Gadis dari kalangan rendahan. Sepupuku saja yang seleranya sangat kampungan. Bisa-bisanya dia menikahi Raya"


Karenina tersenyum sinis mengenang perjuangan Aska dulu saat menikahi Raya. Ia bahkan rela melepas semua harta ayahnya demi gadis biasa seperti Raya.


"Kit minta tuan Bram mengadakan pertemuan besok di kediamannya. Jangan sampai si kampung itu di undang. Biar Aska datang sendiri"


"Kak kurasa kau juga harus menambahkan nama satu orang lagi kedalam daftar yang harus kau singkirkan" kata Arga berdiri dari duduknya seraya mengancingkan jas mahal yang ia kenakan.


"Siapa?"


"Sudah pasti si terkutuk Tan! dia akan menjadi penghalang besar untuk rencana kita"

__ADS_1


"Kau benar si gunung es itu, ia terlalu dominan dalam urusan Aska. Baiklah kau bertugas menyingkirkannya!".


__ADS_2