Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 44 Teror


__ADS_3

Aska mengantar Raya pulang kerumah setelah mereka bepergian sejak sore tadi. Aska bergegas pulang ke rumahnya. Sesampainya di halaman rumah, ia melihat mobil Shanon terparkir di Sana.


Aska turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam rumah utama. Shanon terlihat berbicara dengan nyonya Ariani. Aska terlihat berhati-hati agar ibunya tidak banyak bertanya.


"Hai Aska..." sapa Shanon.


"Darimana Aska?" nyonya Ariani berdiri dan berjalan menghampiri putranya yang baru saja tiba.


"Ada urusan di luar ma" nyonya Ariani mengangguk dan tidak bertanya lagi. Sementara Shanon mengikuti Aska ke kamarnya.


"Kau dari mana?" tanya Shanon curiga.


"Ah bukan urusanmu!"


"Baiklah, tapi kau pergi dengan wanita?"


Aska hanya terdiam, ia melepas sepatunya dan meletakkannya di dekat sofa. Pelayan akan mengambilnya nanti untuk langsung di bersihkan.


"Aska...apa kau bertemu Raya?"


"Kenapa kau bisa berpikir aku menemui Raya?"


Aska duduk di sofa dan tidak menghiraukan Shanon.


"Aku bertemu Rama tadi. Ia menceritakan padaku jika kau dan Raya sudah menjadi sepasang kekasih sekarang"

__ADS_1


Aska memandang Shanon , ia terkejut kenapa Rama membocorkan hal itu sembarangan.


"Jadi benar kau pergi dengan Raya?"


"Iyaaa aku memang pergi dengan Raya! kau puas nona kaya?"


"Aku cemburu!"


"Cemburu? itu bagus!" Aska tertawa dan mencubit hidung mancung Shanon. Tapi di dalam hatinya Shanon memang cemburu. Ia tidak bisa untuk tidak jatuh cinta pada Aska. Pria itu terlalu menawan dan sempurna untuk ia lewatkan.


"Baiklah aku akan tutup mulut asalkan...."


"Asalkan apa? jangan coba-coba mengusili ku"


"Baiklah aku akan mengajakmu dinner besok malam, kau senang?!"


"Tentu saja" Shanon mengecup pipi Aska dan berjalan pergi.


"Hei berhenti melakukan itu padaku aku sudah memiliki kekasih sekarang!"


Shanon tidak perduli dan tertawa sembari berjalan pergi meninggalkan kamar Aska.


***


Malam tiba, Shanon menagih janji Aska untuk makanan malam bersama. Malam itu Shanon terlihat sangat cantik dengan gaun hitam selututnya. Rambut panjangnya terurai indah menutup punggungnya yang sedikit terbuka.

__ADS_1


Aska juga terlihat tampan dengan telan jas hitamnya. Keduanya pergi dengan mobil Aska menuju restoran mewah langganan keluarga Aska.


"Aska kemana ma?" tanya tuan Bram pada istrinya.


"Makan malam dengan Shanon pa"


Tuan Bram mengangguk senang, ia merasa Aska dan Shanon memmang serasi.


"Apa pertunangan mereka kita percapat saja ma?"


"Tanyakan dulu pada Aska pa, ia suka pada Shanon atau tidak"


"Jelas Aska suka dengan gadis itu. Shanon dari keluarga terpandang, pas sekali dengan keluarga kita"


"Tapi pa..."


"Tidak ada tapi, Aska adalah putraku aku yakin ia tidak akan mengecewakan kita"


Nyonya Ariani terdiam, entah kenapa hatinya terasa berbeda. ia merasa putranya tidak menyukai Shanon tapi gadis lain.


Sementara di restoran Aska dan Shanon sedang makan malam. Keduanya terlihat akrab sebagai kawan. Sesekali Shanon melontarkan humor yang membuat Aska tertawa. dan di kejauhan sebuah kamera membidik mereka dan mengambil beberapa gambar Aska dan Shanon yang sedang makan malam.


Keesokan paginya foto-foto itu sampai di depan pintu rumah Raya. Gadis itu baru bangun dan membuka pintu rumahnya. Ada sebuah amplop coklat tergeletak di Sana. Raya berjongkok dan mengambil amplop itu. Ia penasaran karena tidak ada tulisan apapun di bagian luarnya. Perlahan Raya membuka amplop itu dan mengeluarkan lembaran foto yang ada di dalamnya.


Raya meraih sebuah foto dan alangkah terkejutnya ia memandang Aska dan Shanon. terlihat bahagia di foto itu. Aska dan Shanon bak pasangan kekasih yang sedang dinner romantis.

__ADS_1


__ADS_2