Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 196 Kotak Bekal


__ADS_3

Pagi yang terasa canggung, seperti biasanya Naila membantu menyiapkan makan pagi untuk Arsene. ia meraih piring dan mengisinya dengan sedikit makanan. tuan Arsene tidak biasa makan pagi yang berat ia hanya ingin roti gandum atau salad segar saja di padu dengan secangkir kopi tanpa gula.


Naila mengoleskan selai ke atas potongan roti. ia diam seribu bahasa sejak tadi Naila tidak memandang wajah tampan Arsen yang berharap istrinya itu mau melihatnya.


"Naila!" suara Arsen mengejutkan Naila. wanita itu hampir saja menjatuhkan piring dari tangannya.


"Jangan memperlakukan ku seperti ini?! kenapa kau mendiamkan ku?" tanya Arsen yang mulai kehilangan selera makan. Pitt menatap dari kejauhan para pelayan di dapur terlihat terkejut dan sedikit menguping penasaran apa yang terjadi pagi itu pada kedua majikan mereka.


Naila menghela napas perlahan ia mengumpulkan kekuatan untuk menatap bola mata Arsen.


"Kau mencium ku dengan kasar saja aku tetap tidak marah lalu kenapa kau marah hanya karena aku mendiamkan mu?"


Wajah tampan Arsene merah padam mendengar ucapan Naila tadi. Arsen berdiri dari duduknya dan membanting sendok yang di pegangnya ke atas meja. Naila terdiam memandangi punggung Arsene yang berjalan menjauh.


Ada sedikit penyesalan di hati Naila, ia sudah menyebabkan Arsen kehilangan selera makan.


"BI ambilkan kotak bekal tuan" kata Naila pada seorang pelayan di rumahnya.

__ADS_1


"Baik nyonya"


Naila membuatkan sandwich dan memasukan dua potong sandwich itu kedalam kotak bekal. Naila berjalan menghampiri Pitt Yangs Edang memanasi mobil di halaman.


"Nanti berikan ini pada Arsen" kata Naila sembari mengulurkan kotak bekal pada Pitt.


"Baik nyonya"


Tidak berapa lama Arsen keluar dari rumah berjalan menuju mobilnya. ia mengabaikan Naila yang berdiri mematung memandangnya.


Naila melirik jam tangannya ia bersiap untuk pergi ke toko. hari ini pesanan vas akan datang dari para pengrajin. Minggu depan Naila berencana mengadakan pameran untuk barang-barang kerajinan di tokonya.


Naila bersiap dengan stelan celana panjang berwarna putih dan atasan kemeja satin berwarna hijau. ia mengikat rambut nya rapi ke belakang. wajahnya terlihat lebih segar dengan riasan natural dan lipstick berwarna pink cerah. Naila bergegas memasuki mobilnya dan melaju menuju tokonya yang ada di pusat perbelanjaan.


***


"Apa ini?" mata Arsen membulat melihat kotak bekal di atas meja kerjanya.

__ADS_1


"Nyonya membawakan bekal untuk anda tuan, nyonya bilang anda belum sarapan"


Arsen terdiam, ia meraih sepotong sandwich dengan selai kacang. Arsen memejamkan matanya mengunyah dan menikmati makanan itu di dalam mulutnya. rasanya sandwich itu adalah makanan ternikmat di dunia.


Pitt menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya itu.


"Pitt mundurkan schedule meeting siang nanti, aku ingin ke toko Naila"


"Baik tuan" jawab Pitt sembari tersenyum samar.


Pitt senang melihat Arsen dan Naila, hubungan mereka cukup rumit dan menarik bagi Pitt.


"Oh ya Pitt jangan lupa booking meja VVIP di restoran langganan ku"


"Baik tuan akan segera saya laksanakan" Pitt berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Arsen.


Sebenarnya jika Naila memberi sedikit peluang saja Arsen akan menunjukan rasa pedulinya pada gadis itu. Arsen adalah manusia yang memiliki gengsi tinggi ia tidak akan terang-terangan menunjukan rasa sukanya pada orang lain tanpa sebab.

__ADS_1


__ADS_2