Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 2 Tuan Muda


__ADS_3

Rumah besar dan mewah keluarga Admaja terlihat lengang. Tuan Bram dan Nyonya Ariani sedang pergi mengunjungi saudara di luar kota.


Beberapa pelayan sibuk di dapur membuat hidangan makan malam. Aska keluar dari kamarnya, ia baru saja bangun dari tidur siangnya. Aska berjalan menuju meja makan.


Kepala pelayan yang sekarang di pegang oleh bibi Huang. Ia terlihat mendekati Aska. Sejak kecil Aska cukup dekat dengan bibi Huang.


"Tuan muda kau baru bangun" bibi Huang menyapa Aska yang duduk diam memandang meja makan yang panjang dan mewah. Tapi ia hanya sendiri karena orang tuanya sibuk. Mamanya harus mendampingi papanya keluar kota atau bahkan ke luar negeri untuk mengurus bisnis keluarga mereka.


"Kapan papa dan mama kembali bi?"


"Besok tuan"


Aska berdiri dari duduknya dan berjalan pergi. Nafsu makannya sudah hilang di telan suasana sepi di meja makan.


"Tuan muda makan dulu"


"Aku tidak lapar bi..."

__ADS_1


Aska bersiap mandi, air hangat sudah siap di bathub, pelayan sudah mempersiapkan handuk bersih untuk Aska.


Ia berendam sebentar lalu membilas badannya dengan air dari shower. Selesai mandi Aska segera berpakaian. Ia pergi dengan mobilnya untuk menjemput Rama dan Jordan sahabatnya.


Aska membelokan mobilnya di pelataran rumah Jordan. Bisnis keluarga Jordan dan Rama berada di bawah kendali Admaja Group. Jadi kedua anak itupun patuh terhadap Aska tapi mereka bersahabat secara tulus.


"Akan kemana kita?" tanya Rama.


"Bagaimana kalau kita ke resto baru papaku, setelah itu kita nongkrong bareng di tempat biasa" kata Jordan.


Aska dan Rama setuju, ketiganya menumpangi mobil mewah Aska. tak berapa lama ketiganya sampai di restoran milik keluarga Jordan.


Pelayan datang mengantarkan minuman. Rama dan Jordan terbelalak melihat pelayan yang baru saja mengantar pesanan mereka.


"Kau....bukan kah kau anak baru di kels Aska" Jordan menyenggol lengan Aska yang sedang asyik dengan handpone nya.


Aska menoleh ke arah pelayan itu. Ia tersenyum kecil seakan merendahkan gadis di hadapannya.

__ADS_1


Ya dia adalah Raya yang berpakaian pelayam dan mengantar pesanan ketiga tuan muda itu. Raya bekerja paruh waktu di restoran milik keluarga Jordan.


"Oh jadi kau seorang pelayan?" Aska membuka suaranya. Baru kali itu Raya mendengar tuan muda itu bersuara. Raya mencoba tak menggubrisnya dan meletakkan gelas minuman dengan hati-hati.


Jordan tak sengaja menyenggol lengan Raya hingga minuman di gelas itu tumpah dan membasahi baju Raya. Aska tersenyum puas, entah kenapa ia kesal sekali dengan Raya.


Aska dan Jordan menikmati kejadian itu, mereka berdua tertawa lepas mengejek Raya.


Tapi berbeda dengan Rama, ia mengulurkan tisue untuk Raya agar membersihkan bajunya yang kena tumpahan jus.


"Kembalilah ke tempatmu!" kata Aska ketus.


Raya merasa sudut matanya sedikit memanas. Tapi ia segera bangkit dan membasuh wajahnya dengan air dingin. Ia kembali bersemangat bekerja. Raya ingat masih ada ibu dan adiknya yang harus ia biayai.


Dari kejauhan Aska memandang Raya yang sibuk mengantarkan pesanan. Pikiran jahilnya mulai berkelebat. Aska berjalan menuju toilet. Saat berpapasan dengan Raya ia sengaja menjegal kaki Raya hingga gadis itu terjatuh dan piring yang ia bawa di atas nampan jatuh pecah berserakan.


"Hei hati-hati nona ...kau bisa dipecat nanti" ejek Aska sambil berlalu menuju toilet.

__ADS_1


Raya menahan amarahnya, ia kembali berdiri dan memebersihkan pecahan piring yang berserakan. Para mengunjung menatapnya dengan pandangan hina. Sementara kepala pelayan mengamatinya dan sepertinya ia akan mendapat surat peringatan.


__ADS_2