Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 79 Koki Pribadi


__ADS_3

Aska mengusap perut Raya dengan lembut. Keduanya hanya terdiam dan masih berbaring di atas tempat tidur. Aska senang sekali ia akan memiliki keturunan dari wanita yang sangat ia cintai. Aska dan Raya tidak akan mengabaikan Kai. Mereka menganggap Kai seperti anak kandung mereka.


"Sayang kau jangan kelelahan ya" bisik Aska di telinga Raya sembari mengecupnya mesra.


Raya tersenyum kegelian.


"Saat ini Kai akan banyak di urus oleh pengasuh, jadi kau tidak perlu turun tangan mengurus semuanya"


"Kalau urusan memasak bagaimana?"


"Tan sudah menemukan koki pribadi untuk kita"


"Baiklah ...."


Keesokan paginya Tan datang bersama Yuki ke rumah Aska dan Raya.


Tan memperkenalkan gadis itu sebagai sebagai pekerja di rumah Aska nantinya. Yuki akan menjadi koki pribadi keluarga kecil itu.


"Siapa nama mu?" tanya Raya ramah pada gadis yang berdiri dengan santun di hadapannya.


"Yuki nona"


"Baiklah Yuki selamat datang di keluarga kami, mohon bantuannya ya"


"Terimakasih nona, saya yang mohon bantuan nona, semoga saya tidak mengecewakan"


Raya tersenyum dan memegang pundak Yuki.


"Baiklah Yuki kau bisa duduk santai dulu dan nanti pengasuh Kai akan mengantar mu untuk melihat-lihat rumah ini"


"Baik nona"

__ADS_1


Sementara Aska memanggil Tan ke ruang kerjanya. Keduanya membahas pekerjaan dan proyek baru perusahaan. Aska teringat gadis yang tadi di bawa Tan ke rumahnya.


"Tan sejak kapan kau mengenal gadis itu?"


"Yuki?"


"Siapa lagi?"


"Sudah lumayan lama tuan"


"Kenapa kau memilih dia menjadi koki pribadi di rumah ini?"


"Dia pandai memasak tuan, dan masakannya saya jamin enak dan higienis"


"Apa hanya itu? kau tidak memiliki alasan lain mempekerjakannya?"


"Tidak tuan"


Aska dan Tan berjalan ke rumah utama. Di ruang tengah sedang ada Raya dan Yuki yang berbicara beberapa menu kesukaan Aska.


"Sayang aku berangkat dulu" Aska mengulurkan lengannya. Raya bangkit dari duduknya dan menggamit lengan Aska mengantar suaminya sampai di depan pintu. Yuki memandang Tan yang terlihat dingin padanya. Tan berjalan menuju mobil dan membukakan pintu mobil untuk Aska.


"Hati-hati Sayang..." kata Raya sembari berjinjit dan mengecup pipi Aska.


"Kau juga jaga diri di rumah, jangan kelelahan" Aska mengecup bibir Raya dan beranjak berjalan masuk ke dalam mobil.


Yuki yang melihat pemandangan itu merasa seperti sedang melihat drama romantis kesukaannya. Ia ikut senyum-senyum sendiri dan berkhayal seandainya ia memiliki pasangan.


Tan melirik Yuki yang senyum-senyum tidak jelas.


Dasar gadis bodoh! pasti dia sedang berkhayal.

__ADS_1


"Jalan Tan"


"Baik tuan muda"


Sesampainya di perusahaan Aska terkejut ayahnya sudah duduk di ruang kerjanya. Aska diam dan berjalan menuju kursi kerjanya. Tuan Bram yang duduk di sofa segera memulai pembicaraan dengan Aska.


"Papa dengar istrimu sedang mengandung"


"Cepat sekali papa tahu" Aska sudah menduga, ayahnya pasti akan mencari informasi tentang rumah tangganya dengan Raya.


"Bagus, jadi Admaja Group akan memiliki ahli waris yang sesungguhnya"


"Papa berharap seorang cucu atau ahli waris harta papa?"


"Keduanya..."


Tuan Bram berjalan pergi dengan senyum puas. Ia memang berharap Aska segera memiliki keturunan anak laki-laki agar kelak bisa memimpin Admaja Group yang besar itu.


"Tuan muda anda di tunggu nona Beliza di ruang meeting" Aska bergegas menuju ruang meeting. Ia akan menemui koleganya yang datang dari Swiss.


Seorang wanita cantik duduk dengan anggun di ruang meeting.


"Hai tuan Aska...." Beliza memperkenalkan dirinya. Ia memandang wajah Aska dengan seksama.


Pria ini sungguh tampan, berkarisma dan kaya!


"Nona Beliza saya tidak memiliki banyak waktu jadi nanti anda akan meeting bersama Tan asisten saya"


"Sayang sekali tuan, saya berharap kita bisa membicarakan pekerjaan ini"


"Tidak masalah, Tan sangat profesional dan ia tahu seluk beluk perusahaan ini lebih dari pada aku. Jadi kau bisa bicara dengannya" Aska berjalan pergi menuju ruang kerjanya. Ia mengabaikan Beliza, kolega cantiknya dari Swiss.

__ADS_1


__ADS_2