Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 138 Murka


__ADS_3

Tan memarkir mobilnya di halaman rumah. Ia meraih jasnya yang tergeletak di sampingnya sebelum turun dari mobil.


Tan sedikit meludah karena bibirnya berdarah. perkelahian tadi dengan Arga Admaja membuatnya sedikit terluka.


Yuki berlari tanpa alas kaki, ia menghabur kedalam pelukan Tan.


"Kau tidak apa-apa?" terdengar suara Yuki bergetar pertanda ia takut dan cemas.


"Aku baik-baik saja, aku ada sedikit urusan tadi" Tan memastikan tangan Yuki tidak meraba pinggangnya karena disana ia menyelipkan sebuah senpi.


"Kau terluka" Yuki menyentuh bibir Tan yang masih berdarah.


"Hanya luka kecil sayang" Tan menyingkirkan helaian rambut Yuki yang menutupi wajah cantiknya.


"Ayo masuk" bisik Tan, istrinya belum mau melepaskan pelukannya.


"Baiklah kalau begitu" Tan tersenyum dan berjalan sembari menggendong Yuki. keduanya memasuki rumah dan menuju kamar mereka. Tan merebahkan Yuki di tempat tidur dan menindihnya cukup lama. Ia ingin memeluk istrinya dan melepaskan segala lelah dan penat hari itu yang telah ia lalui.


Flash back....


Tan menemui Karenina dan Arga di rumah mereka. Ia tahu pasti kedua orang ini adalah dalang dari tabrak lari yang menimpa Raya.


"Mau apa kau?!" tanya Arga kesal. Ia sudah bersiap untuk baku hantam dengan Tan. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal.


"Membuat perhitungan" jawab Tan santai.


Karenina dan Arga saling pandang. Keduanya tahu pasti Tan sudah mendapat informasi dari orang suruhan mereka yang telah di Tawan oleh Tan.


"Aku kesal kenapa kau selalu ikut campur urusan keluarga kami?" Karenina membuka suara. Ia berdiri dari duduknya dan melipat tangannya ke dada.


"Sudah tugas ku bukan?" jawab Tan sembari melirik Arga.

__ADS_1


Keduanya berkelahi hebat hingga barang-barang di ruangan itu pecah. Tidak butuh waktu lama untuk Tan membuat Arga pingsan dengan pukulannya yang bertubi-tubi.


Karenina bergegas kabur dengan mengendarai mobilnya. Tan sengaja tidak mengejarnya. Sebenarnya mudah bagi Tan jika harus membereskan kedua orang itu. Tapi ia membutuhkan izin dan persetujuan Aska.


Kembali ke Yuki dan Tan yang telah berada di kamar mereka. Yuki dengan sabar mengobati luka Tan. Tan mengehentikan tangan Yuki saat istrinya itu ingin membuka kancing baju Tan.


"Sayang biar kulakukan sendiri, kemejaku kotor nanti tangan mu ikut kotor"


"Tidak masalah sayang"


"Bisakah kau ambilkan aku segelas air?"


"Baiklah"


Yuki melangkah pergi, Tan bergegas menyimpan senpinya dan berjalan menuju kamar mandi. ia membersihkan dirinya di bawah guyuran air dari shower.


Selesai mandi Tan mengenakan celana pendek dan berbaring di atas tempat tidur. Yuki terus memandang Tan, ia memastikan suaminya tidak terluka apa lagi luka dalam bekas pukulan.


"Nyaman sekali memeluk istriku yang cantik dan penakut ini"


"Berhenti menggodaku aku sangat cemas"


Tan memandang wajah Yuki yang juga sedang melihat kearahnya. Ia menghadiahkan sebuah kecupan manis di bibir Yuki.


"Apa ini cukup sebagai permintaan maaf ku? atau kau ...mau aku berbuat lebih malam ini?"


"Jangan bercanda sayang!"


Tan membalikan tubuh Yuki dan menyeringai ia mengusap wajah Yuki dengan lembut.


"Siapa bilang aku bercanda?" Tan melancarkan aksinya pada sang istri. Kecemasan dan ketakutan Yuki pudar ia yakin sekarang jika suaminya memang baik-baik saja.

__ADS_1


***


"Pelan-pelan sayang" Aska membantu Raya turun dari mobil.


"Mama.." anak-anak berlarian menghampiri ibu mereka.


"Anak-anak, mama masih harus beristirahat jadi kalian main dengan suster ya?"


"Iya pa..."


Aska membawa Raya masuk kedalam rumah. Saat akan menaiki anak tangga Raya berhenti sejenak mengumpulkan sisa tenaga karena tubuhnya masih lemas.


"Baiklah ada aku" kata Aska sembari menggendong Raya. Ia menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar mereka.


Ponsel di saku jas Aska berbunyi, Aska menurunkan istrinya perlahan dan menyelimuti tubuh Raya dengan selimut tebal.


"Apa kau merasa nyaman sekarang?"


"Iya terimakasih sayang" kata Raya.


Aska meraih ponselnya dan melihat nama Tan tertera di kotak pesan.


[Arga dan Karenina dalang dari tabrak lari yang di alami nona]


Begitu bunyi pesan singkat dari Tan. Wajah Aska seketika berubah marah.


Raya yang mengamati perubahan suaminya segera duduk dan bertanya apa yang terjadi.


"Kau istirahatlah, aku ada keperluan mendadak soal kerjaan"


"Tapi..."

__ADS_1


"Akan ku minta pelayan berjaga di depan kamar. Jika kau butuh sesuatu panggil mereka" Aska mengecup kening dan bibir Raya lalu bergegas pergi.


__ADS_2