
Sepertinya ada yang tidak beres dengan mobil ini.
Tan memperhatikan mobil yang di kendarai nya bersama Aska ke rumah tuan besar. Di bagian depan mobil terdapat seperti bekas jari menempel karena kebetulan mobil berwarna hitam jadi jika sedikit saja kotor atau terkena debu akan langsung terlihat.
Tan bergegas menuju dapur dan mencari bibi Jang. Sementara Aska di ruang tengah masih berdebat sengit dengan ayahnya.
"Ada apa?" bibi Jang merasa kesal karena Tan mengganggunya yang sedang menguping perdebatan di ruang tengah.
"Bi cepat panggilkan taxi online tapi pesan lewat ponsel pribadi bibi"
"Taxi online? memangnya untuk apa?"
"Untuk tuan muda, bibi jangan banyak bertanya cepat lakukan"
"Bukankah kau membawa mobil kemari? kenapa mau naik taxi online?"
"Sepertinya ada yang mencurigakan dengan mobilku, aku cemas jika terjadi sesuatu nanti di jalan"
"Oh astaga, baiklah bibi panggilkan taxi online"
"Bi suruh Taxi itu berhenti di depan gerbang aku akan berusaha membawa tuan muda menaiki taxi itu tanpa sepengetahuan orang di rumah ini"
"Lalu kau bagaimana?"
"Aku akan naik mobil itu seperti biasanya. aku akan mengecoh si pemilik Rancana jahat itu"
__ADS_1
"Dasar bodoh kalau kau celaka bagaimana?!"
"Tenang lah bi, aku sudah terbiasa dengan situasi macam ini"
"Kau jangan gila Tan!"
"Cepat bi, tidak ada waktu lagi sebentar lagi tuan muda pasti pamit pulang"
"Baiklah"
Aska menoleh ke belakang dengan gerakan elegan. Ia mencari asistennya yang menghilang beberapa menit yang lalu.
Dasar Tan kemana saja dia! aku menyuruhnya menyiapkan mobil untuk pulang tapi kenapa tidak kembali juga.
"Pa aku rasa tidak ada yang perlu di bahas lagi. Keputusanku sudah bulat bahwa aku tetap akan mencalonkan Raya menjadi salah satu CEO perusahaan"
"Aska makan malam dulu temani papa mu ya" kata nyonya Ariani membujuk anak semata wayangnya itu.
"Maaf ma lain kali saja. Raya dan anak-anak sudah menunggu ku makan malam di rumah"
"Yasudah kalau begitu, besok mama ingin berkunjung melihat cucu mama katakan pada istrimu ya"
"Iya ma..." Aska dan nyonya Ariani saling berpelukan. Ia berjalan keluar tanpa menghiraukan Karenina dan Arga. sepupu liciknya yang gila harta itu.
"Tan" Aska memanggil nama Tan yang belum juga muncul.
__ADS_1
"Tuan muda!". Tan tiba-tiba muncul dan menarik lengan Aska.
"Ada apa bodoh?! kemana saja kau? aku menyuruhmu menyiapkan mobil bukan pergi tidak jelas, kenapa lama sekali?"
"Tuan ada yang tidak beres, sebaiknya anda masuk dulu kedalam mobil di depan"
"Mobil siapa?"
"Taxi online, saya meminta bibi Jang memesankan untuk anda"
"Bagaimana dengan mu?"
"Saya akan menaiki mobil seperti biasanya. Anda tidak perlu cemas"
"Baiklah, hati-hati Tan jangan membahayakan dirimu. aku sangat memerlukan mu"
Tan mengangguk dan bergegas kembali ke halaman. Ia membuka pintu mobil dua kali seolah Aska juga ikut menumpang di dalam mobil itu.
Taxi online meluncur menuju kediaman Aska dan Raya. lancar tanpa hambatan mengantarkan sang tuan muda sampai di rumahnya.
Sementara Tan ia mengendarai mobil dengan rem blong. Peluh mengalir di dahi Tan. Sekuat tenaga ia mengendalikan mobilnya dan berpikir ia harus bagaimana.
Jika ia menabrakan mobilnya ke pohon bisa saja ia akan celaka. Jika ia terjun ke sungai itu juga sama berbahaya nya. Jika tetap melaju di jalan bisa-bisa memakan korban.
Tan hampir saja melakukan hal bodoh yaitu menabrakkan mobilnya ke pohon besar di sebrang jalan karena pikirannya sudah buntu. Tapi ia terlintas wajah Yuki. Tidak lama lagi ia akan menikahi gadis itu.
__ADS_1
"Yuki maafkan aku..." Tan memutar kemudinya dan ia memejamkan matanya sembari berdo'a.