Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 73 Tamasya


__ADS_3

Raya meminta suaminya untuk libur bekerja. Ia mengajak Aska untuk tamasya besok ke taman. Keduanya sedang berendam di bathtub. Raya menggosok punggung Aska dengan sabun yang mengandung aroma terapi.


"Bagaimana jika besok kita ke taman?"


"Tentu saja nyonya Aska, jangankan libur satu hari, jika kau meminta ku untuk mendaki gunung besok juga akan ku lakukan"


Raya terkekeh mendengar bualan Aska. Ia membersihkan punggung Aska yang penuh busa.


"Kau mau ku pijat sayang?" Raya menangkupkan kedua telapak tangannya untuk memukul-mukul pelan bahu Aska.


"Kau tidak pandai memijat sayang" Aska meringis kesakitan.


"Baiklah kalau begitu cuci rambut saja" Raya meminta Aska setengah berbaring di bathtub. Ia mengguyur rambut tebal Aska dengan air bersih lalu memberikan shampo beraroma gingseng ke rambut Aska. Pijatan ringan Raya berikan di sekitar kepala dan tengkuk Aska.


"Bagaimana apa ini nyaman?"

__ADS_1


"Nyaman sekali sayang...." Aska memejamkan matanya.


Selesai ritual sabun dan shampo Aska berdiri berjalan menuju shower dan membilas tubuhnya. Sementara Raya mengenakan jubah mandi sembari memandang Aska.


Aska menggendong tubuh Raya dan berjalan keluar kamar mandi.


"Kau tahu apa yang ada di pikiranku sejak tadi?" Aska menyeringai dan membuka tali jubah mandinya. Ia menggoda Raya seolah akan menerkam istrinya itu. Raya tertawa dan beringsut minggir. Aska menarik lengannya dan menindihnya. Selanjutnya sesuatu terjadi diantara keduanya. Raya merasakan deru napas Aska di dekat telinganya. Keduanya tertidur sampai pagi tiba.


Paginya Raya sudah berdandan rapi, seperti biasa Aska tetap mengenakan stelan jas rapi kemanapun ia pergi. Raya memandangi suaminya dari atas sampai bawah, penampilan Aska lebih mirip akan menghadiri meeting direksi daripada tamasya ke taman. Raya tersenyum dan menggelengkan kepala. Ia membawa bekal dan sebuah buku. Kaca mata hitam juga ia kenakan sama seperti Aska. Ia juga mau terlihat keren.


Sesampainya di taman Raya melihat sebuah bundaran air mancur yang indah. Ia naik di pinggiran bundaran dan berjalan layaknya model. Aska memegangi tangan raya agar tidak terjatuh.


"Kemana kita?" tanya Aska. Ia menatap keramaian orang piknik di bawah pohon yang teduh, mereka menggelar sebuah kain kecil dan membuka bekal mereka.


"Kita kesana" Raya menarik Aska ke bawah pohon besar yang cukup rindang. Ia menyiapkan semua termasuk membuka bekalnya. Tan menyerahkan ponsel pada Aska karena ada staff perusahaan yang menelpon membicarakan pekerjaan.

__ADS_1


Dia masih saja bekerja di saat libur?!


Raya meraih telepon yang menempel di telinga Aska dan menyerahkan benda itu pada Tan yang berdiri mematung di dekat mereka. Raya tidur di pangkuan Aska dengan kaca mata hitamnya. Ia menyerahkan sebuah novel tebal pada Aska.


"Bacakan sayang aku mau mendengarkan" pinta Raya.


"Apa? setebal ini?"


"Tidak, hanya beberapa lembar yang sudah aku lipat pinggirnya"


Raya tiduran dengan tenang di pangkuan Aska sambil tersenyum. Aska memulai membacakan cerita di novel itu untuk Raya.


Sementara Tan berdiri di kejauhan karena Raya memintanya sedikit menjauh agar Tan tidak mengganggu dengan telepon yang masuk dan laporan pekerjaan atau lainnya.


Raya meraih minumannya dan menyesapnya. Hari ini Aska sangat memanjakannya.

__ADS_1


Lembar demi lembar Aska membacakan cerita di novel itu untuk Raya. Aska terlihat tersenyum membaca cerita itu. Ia jadi teringat lika liku hubungannya dengan Raya dulu.


__ADS_2