Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 76 Baby Kai


__ADS_3

Raya duduk termenung di pinggir danau. Ia mengamati air yang jernih dan melempari air itu dengan batu kecil. Aska mengamatinya dari kejauhan, ia membiarkan istrinya berpikir sejenak tapi ia tetap mengawasi Raya.


Aska berpikir keras ia tidak bisa membiarkan Raya terus seperti ini. Akhirnya ia menyuruh Tan untuk mencari seorang anak yang bisa di adopsi. Tan menghubungi Aska dan memberikan beberapa foto bayi pada Aska.


Aska tertarik dengan seorang anak lelaki dengan mata sipit segaris dan pipi bulat kemerahan.


Aska menelpon Tan ia ingin anak itu menjadi anaknya dan Raya.


"Tan bawa dia jadi anakku" perintah Aska.


"Baik tuan tapi yang ini akan memakan sedikit waktu. Karena orang tua dari si anak masih hidup, hanya saja mereka menitipkan anaknya di panti asuhan karena tidak memiliki cukup biaya untuk membesarkannya"


"Besok kau pastikan semua urusan selesai"


"Baik tuan"


Aska berjalan menghampiri Raya dan memeluknya dari belakang.


"Sayang ayo kita masuk, udara cukup dingin nanti kau bisa sakit"


Raya mengangguk dan menurut. Ia berjalan menggamit lengan Aska memasuki rumah mereka. Raya jadi sedikit bicara, ia lebih banyak terdiam. Tidak melakukan banyak aktivititas seperti biasanya. Aska cemas jika istri terus seperti ini kelamaan bisa depresi.

__ADS_1


Keesokan paginya Aska berangkat bekerja seperti biasa. Raya mengikat dasi untuk Aska dan sesekali Aska mengecup pipi dan bibir Raya. Ia begitu mencintai istrinya, apapun akan Aska lakukan asal Raya bahagia di sisinya.


Raya menyiapkan bekal makan siang untuk Aska.


"Raya jika kau tidak ingin memasak, aku tidak perlu membawa bekal, aku bisa makan dengan Tan"


Raya menggeleng dan tetap memberikan kotak bekal itu pada Tan. Asisten setia itu membawanya ke mobil dan meletakkannya hati-hati seolah isi di dalam nya adalah berlian bernilai mahal. Padahal itu hanya nasi dan daging sapi lada hitam buatan Raya.


"Tan kita ke tempat anak itu sekarang"


"Baik tuan"


Tan mengarahkan mobilnya ke jalur yang berbeda dari biasanya. Keduanya menuju panti asuhan. Aska langsung di sambut ibu pengasuh panti. Sesuai permintaan Tan bahwa mereka akan membawa bayi kecil yang di inginkan Aska kemarin.


"Tidak masalah" jawab Aska sembari menggendong bayi laki-laki kecil berusia tiga bulan.


"Lihat dia Tan lucu sekali, Raya pasti akan senang melihat anak ini"


"Maaf tuan boleh saya tahu anda akan memberi nama siapa kepada anak ini?" tanya ibu panti.


"Saya akan memberinya nama....Kai Admaja"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya akan mendata semua"


Aska tidak jadi ke kantor, ia kembali ke rumah membawa seorang bayi laki laki bernama Kai.


"Sayang...." Aska memasuki rumah sembari memanggil Raya.


Raya menuruni anak tangga menuju ruang utama. Ia tertegun melihat Aska menggendong seorang bayi. Raya berjalan mendekat dan memandang bayi itu dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang bayi siapa ini? tampan sekali" Raya menyentuh pipi si bayi.


"Bayi kita namanya Kai, aku memberikan nama belakang keluargaku padanya"


"Kai?...lucu dan tampan sekali" Air mata Raya menetes. Ia menangis haru, Tan yang menyaksikan kejadian itu tersentuh hatinya.


Aska memberikan bayi Kai pada Raya. Raya memeluknya perlahan dan mencium pipi gembul Kai.


"Kaulah ibunya dan aku ayahnya" Air mata Raya tak terbendung lagi. Aska memeluk Raya dan baby Kai.


Tan meraih ponselnya dan mengabadikan kebahagiaan di siang itu.


note:

__ADS_1


(Part ini mengandung bawang jika di hayati)


__ADS_2