Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 65 Babak Baru


__ADS_3

Siang itu Ervan mengajak Raya untuk pergi melihat pertunjukan musik klasik. Raya menyetujui ia terlihat lebih ceria di bandingkan kemarin.


Keduanya memasuki gedung dan duduk di bangku VVIP menikmati alunan musik klasik.


"Kau pernah melihat pertunjukan musik klasik sebelumnya?"


"Pernah hanya sekali dulu waktu masih bekerja di ..."


"Dimana?"


"Di salah satu perusahaan Admaja Group"


"Oh kau pernah bekerja disana? apa kau satu kantor dengan Aska?"


"Benar, aku pernah menjadi staffnya di kantor"


"Baiklah mulai sekarang aku tidak mau mendengar tentang kau dan Aska. Bisakah saat bersama ku kau jangan mengingat dia?"


Raya terdiam, permintaan Ervan cukup sulit karena kemanapun Raya pergi ia akan mengingat Aska.

__ADS_1


Setelah acara selesai Ervan mengajak Raya untuk makan siang terlebih dulu di restoran dekat dengan gedung pertunjukan. keduanya berjalan menuju parkiran mobil khusus tamu VVIP. Tanpa sengaja Raya melihat seseorang di kejauhan yang mirip dengan Aska. Pria itu terlihat sedang berbicara dengan seseorang dan akan memasuki mobilnya. Raya segera berlari mengejar pria itu sebelum ia pergi dengan mobil sportnya.


"Aska!...Aska!" Raya berlari mengejar mobil depannya hingga terjatuh dan ia menangis. Begitu sedih hatinya karena ingin bertemu Aska. Ia sangat merindukan Aska.


"Raya! apa yang kau lakukan?" Ervan mendatangi Raya dan mencoba membantu Raya berdiri.


"Van aku melihatnya tadi, aku yakin itu dia Van"


"Raya berhentilah menyiksa dirimu sendiri! kaalaupun benar itu dia kenapa Aska tidak berhenti ketika kau mengejarnya?!"


"Mungkin dia tidak melihatku Van"


Raya menatap jalanan di hadapannya ia berharap Aska akan menemuinya.


"Ayo kita pergi" Ervan meraih lengan Raya dan mengajak nya kembali ke mobil.


"Raya......" sebuah suara terdengar. Suara yang sangat Raya hafal. Pemilik suara itu yang begitu Raya rindukan. Dengan hati bergetar Raya menoleh ke belakang. Disana berdiri Aska yang memandangnya. Ervan nampak terkejut, ia tidak menyangka jika Aska benar-benar berada di tempat yang sama dengan mereka sekarang.


"Aska?!" Raya berlari dan memeluk Aska. Pria itu terdiam dan membalas pelukan raya.

__ADS_1


"Kau pergi lama sekali? aku menunggu mu" kata Raya di sela isak tangisnya.


"Maaf" hanya itu yang di ucapkan Aska. Ia mencium kepala Raya. Kini Ervan tahu seberapa besar ikatan diantara mereka berdua. Ia tidak akan berhasil mengambil celah untuk mendekati Raya.


Ervan berjalan dan kembali seorang diri ke mobilnya. Ia membiarkan Raya menikmati momen pertemuannya dengan Aska.


____


Aska dan Raya duduk di tepi pantai sembari berpegangan tangan. Raya menyandarkan kepalanya di bahu Aska. Diantara keduanya tidak ada yang bicara. Deburan ombak terdengar jelas diantara keheningan Aska dan Raya.


Tidak perlu terlalu banyak bicara Aska dan Raya sudah saling memahami isi hati mereka.


Aska memandang kejauhan menatap hamparan pantai, ia melepas kaca mata hitamnya dan menoleh memandang Raya yang bersandar padanya.


Aska meraih sesuatu di dalam saku jasnya. Cincin berlian safir berwarna biru tua terlihat indah. Aska memainkan cincin itu dengan jemarinya. Raya memandang cincin berlian yang sedang di pegang Aska.


"Kau bersedia menikah denganku Raya?"


Raya mengangkat kepalanya dan memandang Aska dengan mata berkaca-kaca. Setelah sekian banyak rintangan yang mereka lalui, akhirnya mereka akan bersama. Raya tersenyum ia memejamkan matanya. Raya berharap semua ini nyata bukan hanya sekedar mimpi.

__ADS_1


__ADS_2