Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 163 Ketertarikan Deniz


__ADS_3

Pagi itu Nara membuka toko bunganya. Ia mulai berbenah dan membersihkan toko seorang diri.


Nara menyalakan komputer dan memeriksa email yang masuk. Ada pesanan bunga yang cukup banyak. Sepertinya hari ini ia harus pulang terlambat untuk menyelesaikan pesanan.


Nara merangkai bunga sesuai pesanan, ia sendiri yang menulis kartu ucapan yang di selipkan di bunga-bunga itu.


Tulisan tangan Nara memang sangat bagus dan rapi jadi pelanggan lebih suka jika kartu ucapan itu di tulis oleh Nara daripada di ketik.


"Apa aku mengganggu?" Seorang pelanggan pria memasuki toko Nara.


"Deniz?" Nara tersenyum melihat adik ipar nya datang.


Kenapa Deniz bisa kemari? apa dia mau bicara sesuatu pada ku?


"Ada apa?" tanya Nara ragu.


"Aku ingin membeli bunga untuk mama, kau bisa memilihkan yang bagus untuk mama?"


"Oh tentu saja akan ku pilihkan bunga segar yang baru saja tiba"


Deniz mengamati Nara yang sibuk dengan pekerjaannya. Dengaan lihai Nara memainkan gunting dan pisau kecil untuk memotong tangkai bunga.


"Nara boleh aku bertanya sesuatu yang pribadi?"


Nara mendongak menatap Deniz. Ia mengerutkan keningnya tidak menyangka Deniz akan bertanya hal pribadi padanya.


"Apa kau menyukai Kai?"


"Kenapa kau bertanya begitu?"


"Aku hanya ingin tahu saja. Kakak ku sangat kaku ia juga dingin, ia tidak pandai mendekati wanita. tapi aku lihat ia nyaman di dekat mu"


"Ya karena aku memang istrinya"


"Begitu ya, jadi kau tidak menyukai kakak ku?"


"Maaf aku tidak mau menjawabnya"

__ADS_1


"Baiklah tidak masalah"


Semakin lama melihat Nara ada rasa ketertarikan di hati Deniz. selain cantik gadis itu juga memiliki keahlian lain di bandingkan gadis kebanyakan. Ia pandai merangkai bunga dengan cantik dan indah.


"Sudah selesai, ini dan sampaikan salam ku untuk mama dan papa" Nara mengulurkan buket bunga segar pada Deniz.


"Wow ini bagus sekali mama pasti senang. baiklah akan kusampaikan salam mu. Nara bolehkan jika lain kali aku kemari lagi?"


"Untuk membeli bunga?" tanya Nara polos.


"Aha iya untuk membeli bunga"


"Tentu saja"


"Kalau begitu aku pamit dulu ya"


"Baik, akan kusampaikan pada kakak mu jika kau kemari"


"Tidak perlu, kakak ku tidak usah tahu jika aku kemari"


"Tidak apa-apa tapi bisa kah kau tidak mengatakannya?"


"Tentu, aku akan diam"


Deniz melangkah pergi dari toko bunga milik Nara.


***


"Tuan apa anda meminta tuan Deniz ke toko bunga Nara?" Hendra memeriksa ponselnya. dari rekaman Cctv di toko bunga Nara terlihat jika Deniz baru saja kesana.


"Tidak, memangnya Deniz ke toko Nara?"


"Benar ia keluar toko dengan membawa buket bunga"


Kai terdiam, ia tahu Deniz bukanlah orang yang suka memberi hadiah manis berupa bunga atau perhiasan.


"Biarkan dulu dia"

__ADS_1


Dari caranya memandang Nara kemarin, sepertinya ia tertarik dengan gadis bodoh itu!


"Hen cancel meeting sore nanti, aku ingin pulang lebih awal"


"Baik tuan"


Hendra bergegas melaksanakan perintah Kai. Ia mengirim email pada staf dan kolega untuk menunda meeting dan kan di laksanakan besok pagi.


"Apa Nara sudah pulang dari toko?"


"Belum tuan, nona masih sibuk dengan pekerjaannya" Hendra menyerahkan ponselnya pada Kai. Nampak disana Nara sedang merangkai bunga.


"Telpon dia dan beritahu aku pulang awal"


"Baik tuan"


Satu jam kemudian mobil Kai sudah tiba di halaman rumahnya. Ia melihat sepeda milik Nara sudah terparkir di halaman.


"Hen pulanglah dan beristirahat jika aku memerlukan bantuan mu aku akan menelpon"


Hendra mengangguk dan melangkah memasuki mobilnya.


Kai berjalan memasuki rumah, Nara tampak sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Aroma masakan tercium sampai ke ruang makan.


Kai berdiri diam dan memandangi Nara..


"Anda sudah sampai, dimana sekretaris Hendra?"


"Sudah pulang"


Nara meletakkan mangkuk sup di atas meja makan.


"Kenapa dengan jemari mu?" dua jemari tangan Nara di plester karena tertusuk duri mawar dan terkena pisau kecil saat merangkai bunga.


"Hanya terkena duri saat tadi merangkai bunga"


Kai mengamati Nara dengan kesal. Ia menunggu Nara bercerita tentang Deniz yang mendatanginya ke toko bunga.

__ADS_1


__ADS_2