Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 181


__ADS_3

Kai menyelesaikan meeting siang itu dan bergegas dengan urusan pribadinya.


"Dimana kau tahan Bastian?"


"Di ruang bawah tanah tuan"


"Bagus, biarkan dia disana"


"Oh ya Hen siapkan jas untuk ke acara ulang tahun kakek"


Hendra terkejut mendengar Kai akan datang ke pesta ulang tahun kakeknya. Biasanya ia tidak akan datang karena merasa jengah dengan kakeknya.


Di pesta itu nanti kakeknya hanya akan menganggap Deniz sebagai cucu kesayangannya.


"Anda akan datang tuan?"


"Gadis itu memaksaku datang kalau tidak ia akan datang sendiri ke pesta itu. apa menurutmu aku bisa membiarkannya seorang diri berada di acara itu?"


Benar juga Nara pasti akan bingung dengan suasana pesta nanti. Aku pikir ia tidak pernah menghadiri pesta sebesar dan semegah ulangtahun pendiri Admaja Group. -Hendra-


"Baik tuan akan saya siapkan jas baru untuk anda, apakah saya harus menyiapkan gaun untuk nona?"


"Iya berikan juga ia gaun bagus dan perhiasan aku ingin istriku tampil berkelas di acara itu"


"Baik tuan"


Pesta ulang tahun kakek tiba, Semua sibuk terutama keluarga tuan Aska dan nyonya Raya. Deniz tampil menawan dengan balutan jas mahalnya sementara Dizya tampak memukau kecantikannya dengan gaun panjang berwarna biru tua.


Di rumahnya Kai di bantu Hendra memakai jasnya karena Nara sedang sibuk merias diri di kamar.


Kai tampak gagah dan tampan dengan tuksedo, lengkap dengan dasi kupu-kupu dan jas berwarna gelap.


"Panggil Nara, kenapa lama sekali?!"

__ADS_1


"Baik tuan" Hendra baru akan mengetuk pintu kamar Nara tapi Nara sudah membukanya terlebih dulu. Kai hampir tidak berkedip melihat penampilan Nara malam itu.


Gaun panjang berwarna pink salmon dan kalung berlian besar terlihat menghias lehernya.


Cantik sekali....-Kai-


"Aku sudah siap" Suara Nara membuyarkan lamunan Kai dan juga Hendra yang ikut terpesona melihat istri bosnya.


Ponsel Hendra berbunyi, ia memandang layar ponselnya dan memberi isyarat pada Kai.


Kai dan Hendra berjalan menuju ruang kerja tanpa berpamitan lebih dulu pada Nara.


"Ada apa?"


"Penjaga bilang Bastian pingsan"


"Minta supir mengantar Nara ke pesta duluan kita akan menyusul nanti. Sementara gadis itu pergi akan ku bereskan mantan kekasihnya!"


Nara diantar terlebih dahulu ke pesta ulang tahun kakek. Saat ia melewati para tamu undangan semua mata tertuju padanya. terutama Deniz yang kagum akan kecantikan Nara.


"Nara kau cantik sekali..." puji nyonya Raya.


Tuan Aska tersenyum senang melihat Nara datang di pesta itu.


"Dimana Kai? dia tidak ikut bersama mu?" tanya tuan Aska.


"Tuan Kai...maksudku Kai ia sedang ada urusan sebentar pa nanti menyusul"


"Bagus Nara kau berhasil membujuknya" kata nyonya Raya senang.


"Hai Nara kau cantik sekali malam ini" Deniz menayapa Nara.


"Hai Deniz"

__ADS_1


Dizya tampak acuh pada Nara ia tidak menggubris kakak iparnya. Ia malah asyik berbicara dengan Kasandra teman Kai.


Dizya lebih setuju jika kakaknya menikahi Kasandra dibanding gadis kampung seperti Nara.


"Nara ayo kita berdansa" ajak Deniz tanpa canggung.


"Deniz tunggulah kakak mu dulu, Nara pasti ingin berdansa dengan Kai"


Nara tersenyum canggung, ia tidak bisa berdansa.


"Memangnya dia bisa berdansa?" Dizya terlihat meremehkan Nara.


"Tidak pa ini hanya sebentar sambil menunggu kakak datang"


Deniz menggandeng tangan Nara kelantai dansa. disaat yang bersamaan Kai tiba bersama Hendra.


Pemandangan yang membuatnya murka ada di depan mata. Deniz mencoba mengajak Nara berdansa. Hampir saja tangan Deniz menyentuh pinggang Nara.


Akan ku patahkan tangan Deniz jika berani menyentuh Nara!.


-Kai-


"Aku sudah datang jadi kau bisa minggir adikku" Kata Kai sembari menarik pelan tangan Nara untuk mendekat padanya.


"Kakak kau datang?"


"Benar Deniz apa kau tidak menyangka aku akan datang sungguhan? atau kau berharap aku tidak datang?"


Kau mau mencuri gadis ini dari ku Deniz! aku tidak akan membiarkan itu terjadi. -Kai-


"Aku tidak bisa berdansa" bisik Nara pada Kai. keduanya malah terlihat mesra di hadapan tamu undangan.


"Tidak perlu bergerak Kau cukup memeluk ku saja" bisik Kai.

__ADS_1


Deniz yang melihat kakaknya mesra dengan Nara terlihat cemburu. Ia memasang tampang ketus dan muak. Ia tidak sadar jika Dizya mengamatinya sejak tadi.


__ADS_2