Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 88 Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Tan mengajak Yuki makan malam di kedai depan rumah sakit. Ia dan Yuki telah menunggu kelahiran anak kembar tuan muda dan nona Raya dengan tegang dan perut kelaparan. Bagaimana tidak ikut tegang jika melihat Aska yang tidak henti mengoceh dan selalu gemetaran ketika memandang Raya yang sedang kesakitan.


"Aku pesan sup daging dan segelas teh dengan madu"


"Aku juga" kata Yuki sembari meletakkan selembar daftar menu di kedai itu.


"Bahagia sekali ya tuan melihat nona Raya melahirkan anak kembar" celoteh Yuki membuka percakapan. Tan terdiam, ia melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja putihnya. Tan menyisir rambutnya dengan jemari. Ia terlihat begitu sempurna di mata Yuki hingga gadis itu tak bisa berpaling memandang Tan yang duduk di hadapannya.


"Berhenti berkhayal" suara bariton Tan membuyarkan lamunan Yuki. Wajah gadis itu memerah seperti kepiting rebus. Ia ketahuan sedang menghayalkan pria di hadapannya itu.


"Katakan apa rencana mu?" tanya Tan sembari menunggu pesanan datang ke meja mereka.


"Maksud tuan apa?"


"Apa kau mau selamanya jadi pengawal nona Raya? kau tidak memiliki mimpi atau cita-cita?"

__ADS_1


Yuki tersenyum, ia terdiam sesaat.


"Tentu saja aku punya mimpi besar tuan, dari kecil aku suka memasak. dan kau tahu sendiri aku pernah bekerja di restorant ternama sebagai asisten koki utama"


Tan mendengarkan dengan seksama, ia melihat wajah Yuki berbinar. Yuki nampak menjadi dirinya sendiri ketika ia bercerita tentang keinginannya.


"Kau ingin menjadi koki?"


"Benar, setelah nona Raya melahirkan aku akan mengundurkan diri dan mulai mencari pekerjaan di restoran lagi"


"Kalau hanya itu aku bisa membantu mu"


Pesanan tiba di meja Tan dan Yuki. Keduanya sibuk menikmati makanan yang terasa lezat itu. Tak ada yang bicara lagi. Bagi Tan sudah cukup ia tahu tentang impian Yuki. Dan bagi Yuki ia lega memberitahu Tan tentang keinginannya.


Selesai makan Tan dan Yuki kembali ke rumah Aska dan Raya. mereka menyiapkan semua keperluan untuk menyambut Raya dan kedua anaknya nanti. Tan memastikan kamar bayi sudah bersih dan nyaman.

__ADS_1


Yuki memeriksa pakaian bayi yang tertata rapi, serta memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal atau lupa di beli. Yuki memeriksa daftar belanjaan kemarin dan mencentangnya dengan pensil.


Yuki berjalan menuju kamar Kai yang sedang tertidur pulas. Ia melihat suster sedang tertidur di sofa dekat tempat tidur Kai.


Yuki menutup pintu kamar Kai dan kembali ke lantai bawah. Tan sudah bersiap pergi menjemput keluarga kecil itu.


"Kau boleh pulang"


"Tapi tuan jika nanti nona memerlukan ku bagaimana?"


"Pulanglah"


"Baiklah tuan"


Yuki tidak membantah lagi, sebenarnya ia ingin juga ikut menyambut kedatangan anak kembar yang lucu itu, tapi apa daya Tan memintanya pulang. Pria itu selalu saja tidak tepat, ia bahkan tidak bisa membaca pikiran Yuki yang sederhana yaitu ingin ikut merayakan kegembiraan di rumah itu begitu tuan muda dan nona membawa pulang anak mereka.

__ADS_1


Dasar gadis bodoh sudah tampak lelah tapi masih memaksakan diri. Lebih baik kau pulang dan beristirahat.


Tan memandang Yuki yang berjalan semakin menjauh meninggalkan kediaman keluarga muda Admaja. Tan memasuki mobil dan bergegas menuju rumah sakit.


__ADS_2