Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 23 Teman Baru


__ADS_3

Aska keluar loby kantor di iringi Tan yang berjalan di belakangnya. Di depan loby Aska bertemu dengan Rama. Tampaknya Rama memang sengaja menunggu Aska.


"Bisakah kita bicara?"


"Tentang apa?" Aska terlihat cuek dan angkuh seperti biasanya.


"Tentang Raya"


"Aku tidak peduli dan tidak ada urusan dengannya, jadi jangan buang waktuku untuk membicarakannya"


"Apa ini pertanda kau setuju saja jika aku mendekati Raya?"


"Tidak!" kata Aska tegas.


Rama tersenyum, ia tahu jika Aska sebenarnya masih mencintai Raya.


"Kenapa kau tidak mengerti rasa sukamu padanya?"


"Bukan urusanmu"


"Apa kau tahu gadis itu hampir gila karenamu!"


Aska berjalan pergi menuju mobilnya dan meninggalkan Rama yang masih melihatnya. Rama tidak habis pikir dengan tingkah Aska yang menyembunyikan perasaannya pada Raya.


Malam itu Raya tidak dapat tidur, ia membuka email pribadinya. Ada sebuah akun masuk ke emailnya dan memberi pesan padanya.


Akun itu bernama Belalang.


"Hai, aku Belalang bolehkah kita berteman?..."


Raya send


"Siapa kau?"


Belalang


Teman...


"Siapa namamu? dan berapa usiamu?"


Raya send


"Namaku sesuai akun ini, Raya. Usia 24 tahun. Siapa kau? aku tidak mau berteman denganmu"


Belalang


"Hai Raya, aku Belalang. sudah ku bilang kita teman"

__ADS_1


Raya send


"Apa kau seorang pria? atau wanita? berapa usiamu?"


Belalang


"Aku seorang pria berusia sama denganmu 25 tahun. hahaha.."


Raya send


"Aku 24 tahun, kita selisih satu tahun kau lebih tua".


Belalang


"Hahaha! baiklah aku lebih tua sedikit darimu. Dimana kau tinggal atau bekerja?"


Raya send


"Aku bekerja di sebuah perusahaan besar. tapi kau tidak perlu tahu nama perusahaan itu. Apa kau tidak ada pekerjaan sampai mengirim email ini padaku?"


Belalang


"Aku bekerja juga di sebuah perusahaan. Karyawan biasa" (emoticon senyum).


Raya send


Belalang


"Tunggu, apa bosmu di kantor galak?"


Raya send


"Untuk apa kau bertanya hal itu?"


Belalang


"Aku hanya ingin tahu saja, Bos ku galak dan aneh. Dia seorang perempuan"


Raya send


"Benarkah? bosku seorang pria muda seusiaku. Dia juga aneh dan misterius"


Belalang


"Aneh dan misterius? wow itu menarik sekali Raya. Apa di kaya?"


Raya send

__ADS_1


"Sangat kaya"


Belalang


"Apa dia tampan?"


Raya send


"Ya dia sangat tampan tapi dia arogan!"


Belalang


"Kau mengenalnya?"


Raya send


"Kami teman sejak sekolah menengah"


Belalang


"Benarkah? sangat menarik. Seharusnya Kalian akrab jika dia teman sekolahmu"


Raya send


"Dia tidak mengenaliku, sudah ku bilang dia itu arogan dan sombong juga angkuh"


Belalang


"Sungguh menarik, apa setiap hari kau bertemu dengannya?"


Raya send


"Benar dan rasnya aku ingin menghindar darinya"


Belalang


"Kenapa menghindar? apa dia menyiksamu?"


Raya send


"Dia menyiksaku sejak pertama kami bertemu. dan bahkan sekarang dia menyiksaku jauh lebih parah dengan tidak mengenaliku sejak ia pulang dari luar negeri!"


Belalang


"Sedih sekali, brengsek benar dia! apa kau menyukainya?"


Raya mematikan laptopnya, ia mengantuk. Entah kenapa ia tertarik dengan akun Belalang itu. Ia merasa seperti memiliki teman dan bisa bercerita seenaknya.

__ADS_1


Raya membersihkan diri lalu naik ke ranjangnya dan tidur. Besok ada meeting pagi di kantor. Ia harus datang lebih awal sebelum Aska tiba di kantor. Mungkin besok juga akan ada drama memasang dasi seperti kemarin. Raya menguap dan mulai memejamkan matanya. Ia tertidur lelap.


__ADS_2