Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 117 Kembali Bersama


__ADS_3

Rama pergi ke kantor pusat Admaja Group tujuannya adalah menemui Presdir Admaja Group dan meminta stempel untuk dokumen perusahaannya.


Selama ini perusahaan keluarga Rama memang berada di bawah kendali Admaja Group.


"Kenapa kau kembali?" tanya Aska dingin.


"Kau tidak berubah Aska, masih ketus, dingin dan arogan seperti dulu. Padahal sekarang kau sudah menjadi ayah untuk ketiga anak mu"


"Tidak usah banyak bicara mau apa kau kemari?"


"Aku ingin minta stempel untuk dokumen ini" Rama menyerahkan sebuah map bening berisi lembaran dokumen perusahaanya. Aska membacanya terlebih dahulu sebelum membubuhkan stempel ke atas lembaran kertas penting itu.


"Kau tahu aku kembali, kenapa tidak menelepon ku?" tanya Rama. Biar bagaimana pun ia bukan hanya menganggap Aska sahabat tapi juga seperti saudara. Sejak perebutan sengit soal cinta Raya mereka sempat renggang. Tapi Rama tetap menganggap Aska seperti saudaranya.


"Aku tahu kau pulang Tan sudah memberi tahu ku" jawab Aska..


"Benar aku memang sengaja menemui Tan untuk meminta sarannya. Aku sedang mengembangkan perusahaan baru"


"Terserah jika kau mengganggu Tan aku tidak peduli tapi jangan sampai kau mengganggu..." Aska tidak melanjutkan bicaranya.


"Haha tenang saja Aska, aku tidak akan mengganggu Raya. Aku tahu diri ia sudah bahagia dengan mu"


"Bagus, lalu kenapa kau tidak menikah saja dengan gadis Milan?"


"Aku kurang suka dengan gadis disana, bagaimana kalau aku ...mendekati sepupumu Kalila?"


"Brengsek apa maksud mu? kau lebih pantas menjadi paman nya!"


Rama menggaruk rambutnya yang klimis. Aska benar usia mereka terpaut jauh.


"Aku hanya bercanda, sudahlah aku pamit dulu"


Rama berjalan menuju pintu keluar sembari melirik Tan yang memandangnya dengan penuh curiga.


***


Di kantornya Rama terlihat sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


"Tuan Rama ada yang ingin bertemu" kata Sekretaris Rama yang bernama Mila.


"Siapa?"


"Seorang gadis"


Tiba-tiba Kalila menerobos masuk ke ruang kerja Rama.


"Hai kakak, apa aku mengganggu mu?"


"Kau lagi, jika kau bosan pergilah dengan teman-teman mu! aku sibuk!" kata Rama kembali menekuni laptopnya.


"Kak boleh aku bicara sebentar saja"


"Ada apa Kalila?"


"Apa kau ada waktu nanti sepulang bekerja?"


"Tidak aku tidak ada waktu bermain-main"


"Ayolah kak aku ingin bicara dengan mu"


Kalila memanyunkan bibirnya sembari berjalan keluar ruang kerja Rama.


Rama mengendurkan Dasinya dan menutup laptop. Ia duduk di sofa yang terletak di ruang kerjanya.


"Aska benar aku lebih pantas menjadi paman gadis itu" gumam Rama setelah ia bertemu Kalila tadi. Gadis itu terlihat cantik, modis dan ....muda.


Karena tidak berhasil mengajak Rama makan malam akhirnya Kalila mengajak Tan. Lagipula ia ingin membicarakan hubungan Tan dengan Yuki.


"Kenapa kau mengajakku makan malam disini? tanya Tan kaku seperti biasanya.


"Memangnya aku harus mengajak mu makan malam dimana?" tanya Kalila ketus.


"Cepat bicara aku sibuk"


"Sombong sekali apa semua pria di dunia ini sibuk dan wanita tidak ada yang sibuk?! apa para pria pikir wanita senang mengorbankan waktunya hanya untuk mengejar kalian para pria?!" amarah Kalila meledak karena Tan dan Rama sama saja .

__ADS_1


"Kenapa kau marah?"


"Sudah lah, aku sudah bertemu Yuki dia meminta bantuan ku untuk bicara dengan mu"


"Yuki? memang dia bilang apa?"


"Dia bilang masih mencintai mu dan mengharapkan mu. Apa kau puas?!"


"Hubungan ku dan Yuki telah berakhir"


"Berakhir apanya?! kalian hanya salah paham saja. Yuki sudah mengakui kesalahannya di depanku dan dia ingin aku bicara dengan mu agar kau memberinya kesempatan ke dua"


"Aku tidak tahu"


"Sungguh sombong sekali, baiklah terserah padamu tapi kau jangan menangis jika pria lain berhasil mendapatkan wanita sebaik dia!" Kalila berjalan pergi meninggalkan Tan yang masih melongo.


Tan melirik jam tangannya, belum terlalu malam jika ia menemui Yuki di tempat kerjanya. Pasti Yuki juga baru akan pulang bekerja.


Tan berdiri bersandar mobilnya yang terparkir di pelataran restoran tempat Yuki bekerja. Ia melirik jam tangannya, sebentar lagi Yuki pulang bekerja.


Di kejauhan Yuki memandang Tan yang juga sedang melihat ke arahnya. Yuki berjalan perlahan mendekat ke arah Tan.


Hening saja tidak ada percakapan selama beberapa detik.


"Aku ingin bicara dengan mu" kata Tan akhirnya membuka mulut.


"Apa Kalila menemui mu?" tanya Yuki.


Tan mengangguk dan membuka pintu mobilnya, ia mempersilahkan Yuki untuk masuk kedalam mobil.


"Aku minta maaf karena sudah egois pada mu. Meminta mu menjauhi keluarga Admaja adalah suatu kebodohan. Aku terlalu cemas karena kita akan segera menikah. Aku takut terjadi sesuatu pada mu"


Tan menutup kembali pintu mobilnya, Karena di lihatnya Yuki masih berdiri di tempatnya.


"Aku minta maaf sudah egois dan tidak memikirkan perasaan mu" kata Yuki sembari menahan air matanya. Berpisah dari Tan tidak membuatnya merasa lega, tidak juga membuatnya lebih baik. Malah sebaliknya ia semakin memikirkan Tan dan itu membuatnya tersiksa.


Tan berjalan maju beberapa langkah mendekati Yuki dan menggenggam tangan gadisnya. Ia memeluk Yuki erat.

__ADS_1


"Apa ini pertanda kau memaafkan aku dan kita jadian kembali?"


"Hmmm..."Tan mempererat pelukannya dan membiarkan Yuki menangis di bahunya.


__ADS_2