Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 75 Hati Seorang Wanita


__ADS_3

Aska pergi ke perusahaan utama Admaja Group. Ia ingin menemui ayahnya. Saat memasuki kantor semua orang memandangnya. Tuan Hyuk sang asisten kepercayaan Admaja Grouo bergegas mencari tahu untuk apa tuan mudanya mendatangi perusahaa.


"Tuan muda...." Hyuk menyapa Aska. Lebih tepatnya ia menahan Aska untuk tidak berbuat kerusuhan di kantor.


Aska melepas kaca mata hitamnya dan menatap kesal pada Hyuk.


"Hai tuan Hyuk, apa ayahku ada? oh ya bagimana kabar kalian sekarang setelah hampir berhasil membuat perusahaanku jatuh?"


"Tuan muda saya harap anda tidak berprasangka buruk pada tuan besar"


"Aku tidak berprasangka apa-apa pada ayahku, aku hanya ingin menyapanya"


Aska berjalan meninggalkan Hyuk menuju ruang utama presdir senior. Disana Tuan Bram terlihat sedang duduk dan memeriksa beberapa dokumen. Ia menghentikan pekerjaannya ketika mendapati anak lelakinya datang.


"Oh kau kemari rupanya?" Tuan Bram meletakkan bolpoint mahalnya. Ia bersandar pada sofa.


"Aku ingin ayah tidak ikut campur dengan perusahaanku"


"Apa maksudmu?"


Hyuk tiba di ruangan itu. Ia berdiri di belakang tuan besar yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


"Ayah hampir membuatku frustasi karena menghancurkan perusahaan yang ku bangun dengan susah payah"


"Hyuk kau tahu anak ini bicara apa?" kata tuan Bram sembari tersenyum kesal.


"Tuan muda saya mohon jaga bicara anda" kata Hyuk.


"Aku akan menjaga bicara dan tingkah laku ku asal ayah juga tidak ikut campur urusanku"


"Sejak datang kau marah pada ayah tanpa alasan jelas. Bahkan kau tidak menyapa ayah terlebih dulu. Dimana tata kramamu?!"


"Terimakasih ayah, aku hanya ingin mengatakan yang seharusnya ku katakan" Aska berbalik dan berjalan pergi. Sementara tuan besar menahan marahnya.


"Baik tuan"


_____


Sudah satu bulan Raya mengonsumai vitamin dan obat dari dokter. tapi ia belum juga hamil. Raya berniat mendatangi dokter lain untuk mencari second opinion. Siang ini ia ada janji bertemu dokter spesialis kandungan yang sudah ia hubungi kemarin. Raya sengaja tidak memberi tahu Aska.


Siang itu Raya bergegas berangkat ke rumah sakit untuk bertemu dokter. Dokter meminta Raya melakukan beberapa pemeriksaan dan hasilnya akan keluar nanti sore.


Raya menunggu hasil pemeriksaan dengan sabar. Ia ingin tahu kapan ia bisa hamil. Raya ingin sekali memiliki keturunan dalam rumah tangganya bersama Aska.

__ADS_1


"Tuan muda nona pergi ke rumah sakit" Tan memberitahu Aska yang barus selesai meeting.


"Apa maksudmu? apa istriku sakit?"


"Sepertinya nona ada janji dengan dokter lain untuk memeriksakan dirinya terkait rencana kehamilan"


"Oh sial! cepat siapkan mobil aku akan kesana"


"Baik tuan"


Kembali ke rumah sakit, dokter memanggil Raya untuk memberitahukan hasilnya. Raya sedikit gugup tapi ia tidak memiliki prasangka buruk apapun tentang hasil pemeriksaan itu.


Hasil pemeriksaan Raya sama dengan diagnosa dokter sebelumnya. Memang ada masalah dengan reproduksinya sehingga kemungkinan ia untuk hamil lebih kecil. Bak di sambar petir Raya terkejut. Ia terdiam tidak tahu harus bagaimana. Wajahnya terasa memanas tapi airmata tidak bisa keluar. Hatinya remuk mendengar perkataan dokter tadi.


"Apakah itu berarti saya tidak mungkin hamil dok?" tanya Raya dengan suara gemetar.


"Nanti kita akan adakan pemeriksaan lanjutan, sebaiknya anda tetap tenang dan jangan stress karena itu akan membuat hormon anda tidak stabil"


Raya berjalan perlahan meninggalkan ruang praktek dokter. Ia bingung harus bagaimana. Raya terduduk di ruang tunggu, ia terisak menangis seorang diri. Di kejauhan Aska yang baru saja tiba memandangi Raya. Bahu Raya terlihat berguncang menahan suara tangisnya.


Aska terdiam ia tidak tega memandang Raya. Aska berjalan mendekat dan duduk di samping Raya. Ia merengkuh Raya kedalam pelukannya. Aska tidak bicara apapun, untuk sesaat ia membiarkan Raya menangis meluapkan kesedihannya.

__ADS_1


__ADS_2