
pagi itu Tan nampak gagah dan tampan dengan stelan tuksedo dibalut jas berwarna hitam. Ia sedang berdiri di depan cermin dan membiarkan seorang penata rambut merapikan rambut tebalnya.
Tan tidak sabar ingin melihat Yuki dengan balutan gaun pengantin.
"Kau sudah siap?" Aska ternyata juga sudah siap dengan mengenakan stelan jas dan dasi kupu-kupu, ia menghampiri Tan.
"Tuan muda saya merasa nervous sekali"
"Itu biasa terjadi ketika seorang pria akan menikahi wanitanya"
"Tuan muda apa nona sedang di kamar rias bersama Yuki?"
"Iya Raya sedang menemui Yuki"
Tan melirik penata rambut yang terkesan lama, ia sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa mempelainya.
"Baiklah aku tinggal dulu, kolega kita sudah banyak yang datang"
"Baik tuan"
Akhirnya rambut Tan sudah tertata rapi dan ia bergegas berjalan cepat menuju kamar rias Yuki.
Tan memutar handle pintu dengan tergesa. Ia mematung sesaat memandang seseorang di dalam sana yang nampak cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Gaun itu menjuntai panjang dan indah sekali seperti si pemakainya.
__ADS_1
Tan tersenyum, ingin sekali ia mendekati Yuki lalu memeluknya.
"Ehm!" Raya berdehm menyadarkan Tan dari kekaguman nya pada Yuki.
"Tuan Tan kemarilah dan jemput pengantin mu" kata Raya sembari menarik lengan Tan agar ia berjalan mendekat ke arah Yuki.
"Kau cantik sekali Yuki" puji Tan begitu memandang wajah Yuki yang elegan dengan riasan natural.
"Kau juga sangat tampan" kata Yuki sembari menatap wajah Tan.
Raya memberikan buket bunga mawar putih pada Yuki.
"Baiklah sudah cukup saling memuji, ayo kita keluar dan sambut tamu undangan yang sudah hadir"
Ball room hotel berbintang milik Admaja Group yang sengaja di dekorasi sangat indah dengan hiasan bunga hidup di sana sini, pita dan kue bertingkat rancangan Raya yang menambah kesan mewah membuat pernikahan Tan dan Yuki begitu semarak.
Tan dan Yuki muncul untuk menemui para tamu undangan yang sudah tidak sabar memberikan selamat pada keduanya.
Wajah bahagia dan sumringah tak bisa di tutupi dari kedua mempelai.
Aska dan Raya saling bergandengan tangan ikut merasakan kebahagian kedua pengantin itu.
"Aku sangat mencintai mu" bisik Raya sembari memandang wajah tampan Aska..
__ADS_1
"Aku lebih mencintai dirimu" balas Aska.
Sementara di bagian ruangan di antara kerumunan tamu undangan, berdiri Kalila dengan gaun indah berwarna biru muda. rambutnya ia sanggul kecil sehingga memperlihatkan kulit punggung nya yang putih dan mulus terpampang membuat setiap mata ingin memandangnya. Kalila mengenakan aksesoris anting berlian kecil yang membuat wajahnya semakin terlihat berkilau.
Rama di kejauhan memandang Kalila sembari memegang gelas wine yang isinya tinggal separuh. dalam hati ia mengagumi kecantikan Kalila.
"Baik hadirin sebentar lagi pesta dansa akan dimulai dan dilanjutkan untuk melempar buket bunga mawar dari pengantin wanita" kata MC disertai riuh tepuk tangan para hadirin tanpa terkecuali Kalila dan Rama.
Rama memandang Aska dan Raya yang berdansa begitu romantis. kedua orang itu tidak kalah dengan sepasang pengantin yang juga sedang berdansa dan jadi pusat perhatian para tamu.
"Kau mau berdansa?" tanya Rama yang menghampiri Kalila. Ia meneguk wine yang masih tersisa di gelasnya. Rama meletakkan gelas itu di atas nampan yang di bawa oleh pelayan yang sedang mendekatinya.
"Tentu saja aku senang bisa berdansa dengan kakak"
Rama mengulurkan tangannya dan Kalila dengan senang hati menyambutnya. Keduanya turun ke lantai dansa. Kali ini Rama terpaku dan mati kutu dengan kecantikan Kalila. Ia tidak bisa berpaling dari wajah mempesona Kalila.
"Kalila Admaja......" bisik Rama.
Kalila mendekatkan telinganya untuk mendengar dengan jelas apa yang akan Rama ucapkan.
"Kau sangat cantik...."
🍁🍁
__ADS_1
Bersambung ke Bab Pelemparan buket bunga....