
"Jadi kalian saling kenal?" tanya David sembari menyesap minumannya. Ia memandang wajah Raya yang terlihat muram sejak pulang dari pusat perbelanjaan tadi. Raya diam dan tidak bicara sepatah kata pun.
"Apa kau dan dia ada hubungan?" David kembali bertanya meski ia tahu Raya hanya akan diam seribu bahasa.
"Aku lelah" kata Raya sambil berjalan memasuki kamarnya. David terdiam dan kemudian berpamitan pada ibu Raya.
Paginya di salah satu perusahaan Admaja Group, Aska mulai memimpin meeting kembali. Kali ini ia sungguh-sungguh ingin memajukan perusahaan. Aska mencoba tidak mengingat Raya dan melupakan gadis yang sudah berhianat padanya itu.
Selesai meeting Aska kembali ke ruang kerjanya di iringi oleh Tan. Aska duduk di kursi kerjanya sambil menatap layar laptop di hadapannya.
"Tan"
"Ya tuan"
"Pastikan gadis bodoh itu tidak mendapatkan pekerjaan di manapun! dan satu lagi buat pria malang itu semakin menyedihkan. Hancurkan bisnisnya"
"Tapi tuan..."
"Tan kau bosan hidup? kenapa kau membantahku?"
"Maaf tuan akan saya laksanakan"
Itu akibatnya jika kau bermain-main denganku Raya! kau benar-benar keterlaluan! kau menipuku Raya!
***
Raya terlihat rapi dan datang ke sebuah perusahaan untuk interview. ia sudah memasukan lamaran kerja beberapa hari yang lalu dan kemarin mendapat panggilan interview via email.
Raya merasa antusias ia berharap bisa bekerja kembali. Tapi harapan Raya segera pupus ketika HRD mengatakan jika lowongan untuknya sudah terisi oleh orang lain. Raya kecewa ia berjalan pergi meninggalkan perusahaan itu. Raya kembali mengirim lamaran kerja di sebuah perusahaan. Ia berharap kali ini akan di terima bekerja.
__ADS_1
Raya mendapat telepon dari David. Pria itu mengajaknya makan siang di restoran tidak jauh dari tempat Raya berada sekarang.
David menanyakan kembali sebenarnya ada apa antara Aska dan Raya. Ia melihat ada sesuatu diantara keduanya yang belum terselesaikan. Bahkan bisnis David tersendat karena sponsor yang bekerja sama dengannya menarik kembali semua investasinya. David merasa ini ada hubungannya dengan Aska. Siapa lagi yang bisa mengendalikan para investor itu selain orang dari Admaja Group.
Raya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan David.
"Jika diantara kalian ada masalah yang belum terselesaikan lebih baik kalian berdua bertemu dan bicara baik-baik" kata David kesal.
"Aku tidak bisa melakukan itu Vid"
"Kau tahu Raya, Aku hampir bangkrut sekarang jika Aska tidak mengjinkan para investor itu untuk bekerja sama lagi dengan ku" Raya terkesiap ia merasa tidak enak pada David karena sudah menyeretnya masuk kedalam masalahnya.
"Lihat dirimu Raya, kau selalu nampak sedih dan muram. Kerjamu tidak jelas, kau tidak mau di dekati pria manapun. Daripada meladeni ajakan untuk makan malam kau lebih memilih melamun di kamar mu"
"Aku baik-baik saja Vid"
"Tapi aku tidak melihatmu begitu, aku antar kau pulang " di dalam perjalanan pulang Raya lebih banyak melamun dan memandang keluar kaca mobil. Ia bahkan tidak menganggap David ada disampingnya. Sesampainya di rumah, Raya bergegas menuju kamarnya dan menutup pintu kamar. Ia bahkan tidak memperdulikan David di rumahnya yang sedang bicara dengan ibu Raya.
Selesai dengan urusan cincin Aska mengantarkan Shanon ke perusahaan tuan Wang. Tak lupa gadis itu mendaratkan kecupan di pipi Aska sebelum pria pujaannya itu pergi.
Siang itu David mendatangi perusahaan milik Aska. Ia meminta izin pada Tan ingin bertemu presdir muda. David menunggu di ruangan VVIP perusahaan. Ia terdiam dan menata perkataan nanti saat bertemu Aska. Jangan sampai ia salah bicara. Usahanya yang ia rintis hampir hancur. David tidak ingin menyalahkan Raya tapi ia sudah terseret masuk kedalam masalah Raya dan si tuan muda kaya itu.
"Tuan muda Ada yang ingin bertemu dengan anda"
"Siapa?"
"Tuan David"
"David? siapa dia?"
__ADS_1
"Pria yang kemarin terlihat dekat dengan Raya"
"Suruh dia masuk" Kata Aska sembari tersenyum menyeringai. Seolah ia mendapat mangsa baru sebagai pelampiasan kekesalannya.
"Selamat siang tuan muda" Sapa David sembari berdiri di depan meja kerja Aska dengan sopan.
"Ada apa?"
David merasa pria didepannya sungguh berwibawa meski masih muda. Sedikit suara dari Aska sudah mengintimidasi lawan bicaranya. David melonggarkan dasinya.
"Begini tuan muda sepertinya anda salah paham"
"Salah paham apa?" Aska berdiri dari duduknya dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Tuan muda, Raya sangat menyukai anda, saya tidak tahan melihat kondisinya sekarang"
Aska terdiam mencoba memandang pada David yang terlihat berhati-hati sekali dalam berbicara.
"Saya tidak tahu pasti permasalahannya tapi ia jadi gadis yang sangat pendiam dan suka melamun. Ia tidak bekerja dan hanya di rumah mengurung diri di kamarnya"
"Itu bukan urusanku"
"Maaf tuan muda saya lancang, sebagai sepupunya saya memberi sedikit saran jika memang ada yang belum terselesaikan saya harap anda dan Raya bisa bicara"
Sepupu?! dia bilang dia sepupu Raya?!
"Saya permisi tuan"
"Tunggu! kau ini sepupu Raya?"
__ADS_1
"Benar tuan, ayah saya dan ibu Raya bersaudara"
Bersambung.......