
Seperti biasa Yuki terlihat sibuk di dapur. Ia membuka kantung belanjaan yang terlihat memenuhi pantry. Raya dan Yuki baru saja belanja bulanan. Raya keliling pusat perbelanjaan dengan kursi roda, Aska yang memintanya agar Raya tidak kelelahan. dua orang pengawal siap mengantar Raya bepergian kemanapun. Aska meminta Tan untuk mencari pengawal bagi Raya agar Aska bisa konsentrasi bekerja dan tidak terlalu mencemaskan istrinya.
Siang itu Raya meminta Yuki memasak tumis jamur untuknya. Yuki segera membuatkan tumis jamur yang enak sekali untuk Raya, sampai Raya menambah porsi makannya.
"Ini enak sekali Yuki" Raya tertawa sumringah.
"Silahkan menikmati nona"
Selesai makan Raya duduk di ruang baca. Ia suka membaca buku dan novel. Aska membuatkan perpustakaan untuk Raya di ruang samping. Perpustakaan itu sangat nyaman karena pintunya terbuka lebar dan langsung menghadap halaman samping rumah yang asri.
Setelah membaca beberapa lembar, Raya merasa pusing dan mual. Ia berjalan ke toilet. Raya berpikir ini karena kehamilannya. Tapi semakin lama kepalanya semakin berat dan keringat dingin keluar.
Raya memencet tombol yang menghubungkan ke semua sisi ruangan di rumah itu. Yuki, pengasuh Kai, dan mengawal bergegas berlari menuju perpustakaan rumah. Di ruangan itu Raya sudah terduduk di lantai dengan wajah pucat dan gemetar.
"Nona! anda kenapa?!" Semua terlihat panik dan bergegas membawa Raya ke rumah sakit.
Yuki menelpon Tan dengan ketakutan.
"Ada apa?" jawab Tan dingin seperti biasa.
"Tuan, nona Raya..."
"Ada apa dengan nona?!"
"Nona di bawa ke rumah sakit"
"Yuki! ada apa?!"
"Nona tadi hampir pingsan dan tidak berdaya tuan setelah makan siang"
"Apa yang nona makan?"
__ADS_1
"Tumis jamur tuan"
"Yuki!!! tunggu aku di rumah sakit. aku akan bicara padamu nanti!"
Tan mematikan telepon dan bergegas menuju ruang kerja Aska. Disana sedang ada Beliza dan beberapa kolega lain. Tan mendekati Aska dan berbisik ke telinga tuannya.
"Nona di bawa ke rumah sakit"
Wajah Aska terkejut dan langsung terlihat panik.
"Apa yang terjadi?"
"Sepertinya nona ...keracunan"
Aska membelalakkan matanya menatap tajam Tan. Seolah ingin menelan asistennya itu.
Aska memundurkan kursinya dan berjalan pergi meninggalkan koleganya yang kebingungan.
Tan berlari cepat mengejar Aska menuju parkiran mobil.
"Kenapa Raya bisa keracunan?!"
"Ini baru asumsi saya tuan karena Yuki bilang nona mengalami pusing dan mual setelah makan tumis jamur"
"Brengsek kau Tan! koki macam apa yang kau bawa ke rumah?!!" Aska berteriak di depan wajah Tan. Ia sangat marah dan rasanya ingin mencekik asistennya itu. Aska bahkan sempat memukul wajah Tan saking emosinya.
"Istriku sedang hamil Tan, kau tahu sendiri seperti apa kami mengharapkan kehadiran anak itu"
Tan terdiam sembari mengemudi menuju rumah sakit.
"Maafkan saya tuan"
__ADS_1
"Pikirkan baik-baik sepertinya kau harus memecat gadis itu"
Tan terdiam kembali, ia tidak bisa membela Yuki karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Aska berlari menuju ruang rawat Raya. Dokter dan beberapa perawat berdiri cemas di depan pintu ruang rawat Raya. Mereka sudah tahu Raya adalah istri dari pemilik perusahaan yang mendanai rumah sakit itu.
"Siapa dokter yang menangani istriku?"
"Saya tuan muda, mari ke ruangan kerja saya"
Sesampainya di ruang kerja, dokter menerangkan kondisi Raya.
"Bagaiman keadaan istriku?"
"Nona Raya keracunan makanan, makanan terakhir yang di konsumsi sebelum kejadian ini adalah tumis jamur. Nona Raya alergi di karenakan hormon kehamilannya membuat beberapa kebiasannya menjadi tidak berjalan normal"
"Jangan berbelit-belit katakan apa istriku baik-baik saja?!"
"Kami sudah menangani dan memberi obat, nona dan janin dalam kandungannya baik-baik saja tuan. Tapi jangan sampai hal ini terulang kembali karena akan sangat berbahaya untuk nona dan janin nya"
Aska mengusap wajahnya dengan gemas.
Di ruang tunggu Tan berdiri diam..Yuki memandangnya ketakutan.
"Jika terjadi sesuatu pada nona, kau tahu apa resikonya bukan?"
"I...iya tuan saya mengerti"
"Kenapa kau bisa ceroboh Yuki?"
"Maafkan saya tuan, saya tidak tahu jika nona alergi makan jamur itu"
__ADS_1
Jika tuan Aska marah kau tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu Yuki. Dan aku juga tidak bisa membelamu.