Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 43 Kencan Pertama


__ADS_3

Sore itu cukup cerah Raya sudah terlihat bersiap pergi. Ia berpamitan pada ibunya akan jalan-jalan sebentar. Raya menunggu seseorang di gang dekat rumahnya. Tidak berapa lama Seorang pria turun dari mobil sport. Pria itu adalah Aska, ia terlihat mengenakan kemeja hitam dan topi berwarna hitam. Berbeda dengan penampilannya sehari-hari yang lebih sering mengenakan stelan jas. kali ini penampilannya lebih terlihat santai.


"Kau sudah lama menunggu?" tanya Aska sembari meraih lengan Raya.


"Tidak, apa Tan tahu kita akan pergi sore ini?"


"Tidak, si bodoh itu aku beri pekerjaan yang cukup sulit" kata Aska tertawa menyeringai.


"Kau terlihat berbeda dari biasanya"


"Apanya yang berbeda? ayo jalan"


Aska memang terlihat lebih misterius dengan topi hitam itu. Sebagian wajahnya jadi tidak terlihat jelas. Raya tahu mungkin Aska sedang menghindari anak buah ayahnya agar tidak mengikutinya dan Raya.


"Kita ke taman bermain saja" Raya mengajak Aska pergi ke wahana permainan. Disana terlihat sangat ramai peminat. Wahana itu di buat outdoor, berbagai permainan dan makan tersedia disana.


"Kau pasti tidak pernah kemari bukan?" Raya menyikut pinggang Aska. Pria itu tersenyum.


"Belum pernah, biasanya kami pergi ke Disneyland"

__ADS_1


"Disneyland ya? hehe aku tidak heran. Mana mungkin kau dan keluargamu pergi ke tempat seperti ini" sesaat Raya merasakan ketimpangan yang sangat jauh antara dirinya dan Aska.


"Sudah jangan banyak bicara ayo kita mau makan apa? aku lapar" Aska melihat-lihat sekeliling yang menjajakan makanan. Ia menarik Raya menuju sebuah stand makanan.


"Enak, kenapa aku tidak pernah mencoba makanan ini" Aska lahap dengan pesanannya. Raya tersenyum memandangi Aska yang sedang makan.


"Bibi Jang pasti tidak memasukan makanan ini ke dalam daftar menu mu bukan?"


"Iya benar, biar nanti aku minta bibi Jang untuk membuatkan makanan seperti ini"


"Yang benar saja, aku rasa itu tidak mungkin" Raya tertawa. Ia bahkan tidak menyentuh makanannya karena Aska sudah lebih dulu merebutnya dan menghabiskan semua.


Keduanya lanjut menaiki salah satu wahana permainan disana. Jantung Raya berdebar kencang ketika menaiki wahana yang cukup tinggi dan memacu adrenalin.


"Tidak"


"Jangan berbohong nona, kau terlihat takut" Aska tertawa.


Raya bersiaplah, mungkin hubungan kita jauh akan lebih menakutkan di bandingkan wahana permainan disini.

__ADS_1


Ponsel Aska berbunyi ada panggilan telepon dari Tan.


"Ada apa kenapa mengganggu ku?!"


"Maaf tuan muda, tugas dari tuan muda sudah saya laksanakan. Saya sudah mendapatkan 20 ekor katak" Aska memang menjahili Tan dengan memintanya di carikan 20 ekor katak. Tentu saja itu hanya akal-akalan Aska agar Tan tidak ikut pergi dengannya dan Raya.


"Bagus kalau begitu sekarang lepaskan di kolam ikan di rumah mu. Aku sedang sibuk jangan berani menggangguku" Aska mematikan ponselnya dan tertawa puas.


"Kau mengerjainya?" tanya Raya yang hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya kalau tidak begitu Tan pasti akan mengawal ku pergi. dan bisa jadi ayahku akan bertanya amcam-macam padanya"


"Oh ya kau mau naik wahana apa lagi?"


"Sudah cukup, kita pergi ke bioskop saja bagaimana?"


"Tidak mau!"


"Yasudah kalau begitu kau mau apa lagi?" tanya Raya mengalah.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, ayo kita pergi melihat film"


Raya tersenyum manis, Aska selalu menggandeng tangan Raya. Keduanya memesan taxi dan pergi ke bioskop.


__ADS_2