Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 186


__ADS_3

"Baiklah kau tunggu disini aku akan menelpon Hendra sebentar" Kai menyingkir dari Nara. Ia terlihat berbicara di telepon dengan seseorang.


"Nara" tiba-tiba Bastian muncul dan mendekati Nara.


"Bastian?! kau disini?"


Nara terkejut mendapati Bastian berada di tempat yang sama dengan dirinya dan Kai. Jika Kai melihat Bastian ini bisa menjadi mimpi buruk.


"Pergilah!" kata Nara gugup.


"Nara berhati-hatilah dia sangat jahat, kapanpun ia bisa menyakitimu Nara! sadarlah dan tinggalkan dia!"


"Kau bicara apa Bastian? pergilah aku mohon!".


"Baiklah aku sudah memperingatkan mu Nara, Kai Admaja itu orang yang kejam! dia itu sangat misterius dan kau tidak mengenalnya"


"Bastian pergilah!"


Nara semakin gugup ketika Kai menoleh dan berjalan mendekat ke arahnya. Detik itu juga untung Bastian sudah pergi, Nara menyeka keringat di dahinya.


"Ada apa? kau terlihat gugup dan pucat?"


"Tidak ada, mungkin karena panas saja"


"Aku sudah menelpon Hendra, ia akan menghandle seluruh pekerjaan ku hari ini jadi kita bisa bepergian seharian"


"Baiklah"

__ADS_1


"Kau ingin kemana?"


"Aku ingin istirahat disini sebentar" kata Nara sembari cemas, ia takut Bastian tiba-tiba muncul lagi.


"Baiklah, kemari..." Kai berjalan memasuki sebuah kamar di resort itu dan merebahkan dirinya di atas sofa besar di bagian ruang tamu.


"Kau bilang ingin beristirahat kenapa hanya berdiri disana?kemari dan berbaringlah"


Nara berjalan mendekat ke arah sofa. Ia berdiri dengan ragu.


Apa iya aku harus berbaring di sofa ini bersama nya?


Kai menarik lengan Nara hingga terjatuh di atas tubuh Kai yang sedang terlentang berbantalan sebelah tangannya.


Kalau Kai sadar mungkin sekarang ini ia bisa merasakan detak jantung Nara yang begitu cepat.


Kalau tersenyum samar, ia memejamkan matanya dan membiarkan Nara yang mungil berbaring di atasnya.


"Hmmm katakan"


"Apakah anda sudah tidak bekerja sekarang?"


"Pertanyaan macam apa itu? jika aku tidak bekerja lalu bagaimana aku menafkahi mu?"


"Ah benar...tapi apa anda bekerja untuk perusahaan lain?"


"Tidak, aku membuat perusahaan baru bernama Group K. Besok akan ku ajak kau berkunjung untuk peresmian"

__ADS_1


"Syukurlah...."


"Kenapa sayang? kau takut jika aku jadi pengangguran?"


"Bukan begitu tapi aku hanya cemas padamu"


"Bagus Nara kau memang harus mencemaskan ku"


Kai menarik tubuh Nara untuk sekarang giliran ia yang menindih Nara dan memegang pergelangan tangan Nara.


Nara mencoba menghindari Kai tapi percuma saja karena Kai tidak membiarkannya bergerak.


"Mana hadiah untuk ku? aku ingin mengambilnya" kata Kai tersenyum sembari memandang wajah Nara yang pias.


"Tunggu sebentar aku...aku .." Nara semakin gugup dan jantungnya berdegup kencang.


"Lihatlah wajah mu memucat, kau takut padaku?"


"Tidak..."


"Bukankah kita sudah melakukannya beberapa kali? kenapa kau masih gugup juga?" Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Nara hingga ujung hidung mancungnya menyentuh kulit wajah Nara.


Nara merasakan getaran yang berbeda dalam dirinya. ia mulai mencintai Kai entah sejak kapan. sejak pertama bertemu,sejak malam pertama, atau sejak Nara tahu jika Kai sebenarnya baik.


"Dengar Nara aku tidak akaan main-main dengan mu, aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku"


Ibu dari anak mu?

__ADS_1


Nara tidak pernah mengira jika Kai menginginkan keturunan darinya. kata-kata Kai barusan membuat hati Nara menghangat dan merasa berbunga.


Aku akan menjadi ibu dari anak-anaknya? apa aku tidak salah dengar?


__ADS_2