Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 87 Sepasang Bayi Kembar


__ADS_3

Yuki tiba di rumah sakit dan langsung menghampiri Tan. Ia melihat pria itu bersandar di dinding. Wajahnya terlihat panik.


"Bagaimana keadaan nona?" Yuki mendekati Tan. Entah kenapa Tan merasa lega begitu melihat Yuki berdiri di hadapannya.


"Nona ada di dalam ruang perawatan"


"Apa sudah mulai ada pembukaan?"


"Aku tidak mengerti, dokter juga berkata tentang pembukaan, memang apa itu?"


Yuki hanya tersenyum dan menepuk lengan Tan. Ia tidak bicara lagi karena percuma bertanya pada bujangan seperti Tan. Pria itu tidak akan mengerti, Yuki sendiri saja tidak terlalu paham karena ia juga belum pernah merasakan hamil dan melahirkan.


Saat ini yang ia bisa lakukan adalah berdo'a untuk keselamatan Raya dan anak kembarnya.


Dokter tiba di ruangan Raya ia akan memeriksa kondisi Raya.


"Silahkan anda keluar terlebih dulu tuan, perawat akan memeriksa pembukaan nyonya"


"Baiklah"

__ADS_1


Selesai di periksa dokter meminta perawat memasang alat bantu pernapasan.


"Tuan muda bisa kita bicara"


"Ada apa dokter? jangan membuatku takut, katakan sekarang!"


Sepertinya kita harus melakukan operasi tuan, karena bayinya kembar dan cukup besar. Ini demi keselamatan semua"


"Kalau begitu cepat lakukan dokter, aku ingin istri dan anakku selamat"


"Baik tuan, kami akan segera menyiapkan semua"


Raya di bawa ke ruang operasi, Aska berganti pakaian dan menemani Raya. sepanjang persalinan Aska tidak melepas tangan istrinya. Hingga terdengar tangisan pertama dari salah satu anak kembar Raya dan Aska.


"Laki-laki, sehat dan normal"


Dalam hati tak henti Raya dan Aska bersyukur atas anugerah anak kembar yang sehat pada mereka. Penantian mereka terjawab sudah. Sesuatu yang tadinya mustahil kini terjadi dan bahkan lebih dari yang mereka harapkan sebelumnya.


Aska menciumi wajah Raya yang masih lemas. Ia lalu memandang sepasang bayi kembar yang lucu mereka terlihat menggeliat dan menangis.

__ADS_1


Aska dan Raya memberi nama sepasang anak mereka, Deniz Putra Admaja dan Dizya Putri Admaja.


Tan dan Yuki ikut merasa lega. setelah kedua orang itu merasakan ketegangan akhirnya mereka bisa tersenyum melihat kebahagiaan yang menyelimuti keluarga Aska.


Tuan Bram dan nyonya Ariani datang ke rumah sakit untuk melihat cucu mereka. Sepertinya tuan Bram mulai luluh mendengar Raya melahirkan sepasang anak kembar. Itu berarti keluarga Admaja akan memiliki generasi penerus untuk kerajaan bisnis mereka.


Terlebih tuan Bram sangat mengharapkan cucu laki-laki dari Aska dan Raya.


Tan melihat dari kejauhan kedatangan tuan Bram dan istrinya. Ia bersiap untuk menyapa mereka.


"Tuan besar ..."


"Tan bagaiman keadaan Raya dan cucu kami?" nyonya besar terlihat gemetar menahan kebahagiaan yang membuncah di dadanya.


"Semua selamat dan tuan muda sedang berada di dalam ruang rawat nona Raya bersama kedua bayi mereka"


"Mari pa kita lihat cucu kita..." tuan besar tak bergeming, ia terdiam di tempatnya. Ia masih marah dengan Aska anak lelaki satu-satunya yang menjadi pembangkang.


"Ayolah pa lupakan semua, jangan marah lagi. kalau begitu mama masuk dulu ya...." Nyonya Ariani masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


Ia memeluk menantunya dan anak lelakinya.


"Mama...?" Aska memeluk ibunya dengan hangat. Ia teringat bagaimana Raya kesakitan saat melahirkan anak mereka. Karena itu Aska bisa membayangkan ibunya dulu juga merasakan kesakitan saat melahirkannya.


__ADS_2