
Tan dan Yuki bergegas kembali ke kota. Setelah mengantar Yuki pulang ke rumah mereka, Tan bergegas pergi ke rumah Aska.
"Tuan muda" Tan berdiri di hadapan Aska yang nampak lelah. Aska terlihat kurang tidur atau bahkan belum tidur sejak kemarin. Aska dan Raya pasti juga belum makan. Bagaimana mereka bisa makan dan tidur nyenyak sementara putera sulung mereka hilang.
"Tan akhirnya kau disini" Aska lega melihat asisten setianya berada di hadapannya sekarang. Sejak dulu ketika ia memiliki masalah Tan selalu ada untuk membereskan semua.
"Ikut aku Tan" Aska melangkah ke ruang kerjanya di ikuti Tan. Sementara Raya berada di kamar Deniz dan Dizya untuk menjaga mereka bersama suster.
"Kai hilang kemarin siang sewaktu bermain di halaman, aku tidak tahu bagaimana kawanan itu bisa masuk sementara di depan pintu gerbang di jaga keamanan" Aska duduk di kursinya dengan wajah lelah.
Tan masih terdiam mencoba menelaah cerita Aska.
"Aku semakin buntu tidak bisa berpikir jernih karena istriku terus menangis"
"Baik tuan muda, akan saya selidiki siapa saja yang terlibat dengan hilangnya Kai"
"Tan kuharap kau bisa memberiku kabar baik secepatnya"
"Baik tuan"
Tan bergegas pergi, satu persatu ia mintai keterangan. Semua berkumpul di halaman samping rumah Aska yang luas. Mulai dari pelayan hingga keamanan.
"Bagaimana kalian bisa ceroboh dan tidak tahu jika Kai hilang?!" Tan memukul perut salah seorang keamanan.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan Tan"
Bugh!!
Tan kembali melayangkan bogem mentah ya ke pelipis seorang keamanan.
"Kalian tahu betapa malunya aku pada tuan muda?! aku memperkerjakan kalian karena kalian adalah yang terbaik"
Tan memiliki banyak anak buah selama ia menjabat sebagai asisten pribadi tuan muda. Beberapa anak buahnya ia tempatkan sebagai keamanan di rumah tuan muda.
"Siapa yang mematikan Cctv di rumah ini?" tanya Tan. Suaranya membuat orang bergidik ngeri.
Semua ketakutan, pelayan hanya saling pandang dan gemetar melihat Tan menghajar anak buahnya di depan mereka.
"Baik tuan Tan!" jawab para pelayan serentak.
"Tuan muda dan nona adalah orang yang sangat baik. Mereka tidak segan menaikan gaji kalian bahkan memberi bonus besar meski kalian sering teledor dan kalian dianggap seperti keluarganya. Tapi kali ini jika Sampai terbukti ada yang terlibat dengan hilangnya Kai. Aku tidak segan-segan akan menghabisi orang itu!"
Semua terlihat panik, Tan tidak pernah main-main dengan ucapannya. Mereka tahu Tan akan bertindak kejam bagi penghianat.
Tan pergi dengan mobilnya ke sebuah rumah tua. Disana markas anak buahnya yang lain. Ia meminta pada mereka untuk segera mencari tahu siapa saja yang bertamu atau sempat menghampiri rumah tuan muda.
"Ada Cctv di jalan yang persis menghadap ke rumah tuan muda, saya rasa kita bisa melacaknya tuan" kata seorang anak buah Tan.
__ADS_1
"Bagus, dapatkan rekaman itu dan berikan padaku"
Tan menunggu di markas rumah tua. Sementara Aska di rumah sedang menenangkan Raya. Beberapa kali orang tua Aska juga menelpon. Berita hilangnya Kai tersebar ke media. Semua membicarakan jika hilangnya Kai ada hubungannya dengan perebutan harta keluarga Admaja.
Tan kembali ke rumah Aska dengan bukti rekaman Cctv yang ia dapatkan dari anak buahnya.
"Tuan muda saya sudah dapatkan petunjuknya"
"Benarkah? apa kau sudah tahu di mana Kai?!"
"Saya mendapati mobil Arga sepupu anda beberapa kali berhenti di depan gerbang rumah anda. Dari rekaman Cctv di jalan terlihat Dua orang menggendong Kai secara paksa dan memasuki mobil Arga"
"Lalu kenapa keamanan di luar biasa kecolongan?" mata Aska memerah, ia terlihat sangat marah.
"Maafkan saya tuan muda, salah satu dari mereka ada yang berkhianat dan membantu Arga. Saya sedang mencari tahu siapa orangnya"
"Brengsek! orang ancam apa yang kau pekerjakan di rumah ku haah?!" Aska mencengkram kerah baju Tan dan ia hampir memukul wajah Tan.
"Maaf tuan muda"
"Cepat singkirkan penghianat itu dari rumah ku dan beri dia balasan setimpal!"
Bersambung ....
__ADS_1