
Aska menyelesaikan pekerjaannya lebih awal. Ia akan pergi ke pusat perbelanjaan dengan Shanon.
"Tan dimana gadis ceroboh itu? kenapa lama sekali?!"
Tan celingukan mencari sosok Shanon dari kejauhan.
"Sepertinya nona terlambat tuan"
"Ah dasar, dia tidak bisa tepat waktu. Kalau lima menit lagi dia tidak juga muncul, kita pergi saja dari sini"
"Baik tuan"
Tidak berapa lama Shanon terlihat berjalan cepat menuju Aska dan Tan yang berdiri di dekat sebuah butik.
"Hai..maafkan aku terlambat"
"Kau ini sekali lagi kau seperti ini, kita jauh-jauh saja. aku malas berteman dengan orang yang tidak tepat waktu!"
Aska mengomel kesal. Shanon menggamit lengan Aska sambil berjalan menuju lantai tiga gedung bioskop. Shanon meengajak Aska menonton film kesukaannya yang baru saja rilis.
"Tan apa kau akan ikut kami masuk juga?"
"Tidak nona saya tunggu di luar"
"Oh bagus sekali, karena memang itu yang ku harapkan!" Shanon tertawa senang. Sementara Aska hanya menatapnya jengah. Aska membiarkan lengan Sanon menggamit lengannya.
Tan heran karena tidak biasanya Aska sedekat itu dengan wanita. Baru kali ini Aska terlihat berbeda. Bahkan dengan Raya saja Aska tidak saling bersentuhan.
Aska dan Shanon memasuki bioskop dan duduk dengan tenang menonton film.
"Aku bosan!" kata Aska.
__ADS_1
"Kita baru duduk sepuluh menit dan kau bosan?!"
Aska berdiri dan berjalan pergi. Shanon akhirnya mengikutinya dari belakang.
"Aska tunggu! hei tuan muda arogan tunggu!"
"Berhenti memanggilku arogan atau aku..."
"Atau apa? ..."
"Sudahlah aku lapar, kita makan saja"
"Dekat sini ada tempat makan yang enak, ayo kita coba"
"Terserah kau saja"
Shanon tetap menggamit lengan Aska saat keduanya menuruni tangga eskalator. Shanon terlihat senang dan Aska juga terlihat biasa saja tidak jutek seperti biasanya.
Tanpa di duga Aska dan Shanon bertemu dengan Raya dan Rama. Terjadi kecanggungan diantara mereka. Raya melirik tangan Shanon yang menggamit manis lengan Aska.
"Hai ...." Raya tersenyum canggung.
"Oh kalian juga disini? jangan bilang jika kalian sedang berkencan" kata Rama sembari tersenyum licik ke arah Aska.
Aska nampak diam dan tidak perduli. Ia hanya memandang Raya yang sekarang berdiri tepat di hadapannya.
"Ah kami hanya jalan-jalan saja, aku mengajak Aska menonton film karena aku tidak ada teman lain. Lain kali aku akan mengajak Raya" ucapan Shanon berusaha membuat Rama kesal. Ia baru saja akan memanas-manasi Raya tapi malah Shanon melakukan sebaliknya.
"Kalian terlihat mesra" Rama menatap lengan Shanon.
"Oh aku sengaja, Aska tidak keberatan aku melakukannya"
__ADS_1
Wajah Raya sedikit memerah. Tidak bisa di pungkiri ia cemburu melihat Shanon bisa sedekat itu dengan Aska.
"Kalau begitu kami duluan ya..."
"Tunggu Aska aku ingin bicara sebentar" Rama menahan tangan Aska dan keduanya bertatapan tajam.
Aska dan Rama menyingkir sebentar dari Raya dan Shanon. Kali ini Tan bahkan tidak menguping pembicaraan keduanya. Ia berdiri tenang di kejauhan mengamati situasi.
"Aku melamarnya...." kata Rama tanpa basa basi.
"Oh bagus" Aska terlihat tenang dan tidak terprovokasi.
"Kau setuju jika aku bersamanya?"
"Jika Raya bahagia bersamamu dan ia juga mencintaimu tidak ada masalah bagiku. tapi jika ia hanya terpaksa dan tidak mencintaimu maka lepaskan dia, apa kau mau bersama wanita yang tidak mencintaimu?!"
Aska berjalan pergi meninggalkan Rama yang terlihat marah dan kesal setengah mati. Tadinya ia ingin membuat Aska kecewa dan sedih tapi sekarang malah ia yang di buat marah.
"Shanon ayo kita pergi" Aska melirik Raya yang juga memandangnya.
"Sampai jumpa Raya..."
Shanon berlari kecil mengejar langkah Aska di depannya. Keduanya menuju mobil. Aska memutuskan makan di tempat lain saja. Ia malas jika harus bertemu dan melihat Rama menggoda Raya.
"Kau cemburu?" tanya Shanon.
"Cemburu untuk apa?"
"Rama sepertinya mendekati Raya, bagaimana jika ternyata mereka ada hubungan?"
"Biarkan saja, aku tahu siapa Raya ia tidak akan mudah jatuh ke dalam perangkap Rama"
__ADS_1
"Kau yakin?"
"Tentu saja"