Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 37 Kerja Sama


__ADS_3

Aska melihat pertunjukan biola Shanon di gedung megah milik keluarga Wang. Ia di sambut tuan Wang yang tak lain adalah ayah Shanon.


Gadis kaya itu nampak cantik dan anggun dengan biola klasiknya. Aska menatap dari bangku penonton dengan sebuah buket bunga mawar di tangannya.


Aska tidak tahu kenapa ia tertarik dengan Shanon. Bukan berarti cinta tapi ia ingin berteman dengan gadis itu karena sepertinya Shanon bisa di ajak kompromi.


Terakhir Shanon memainkan lagu Virus dari Bethoven. Lagu itu adalah kesukaan Aska.


Aska yang duduk di bangku penonton terpana melihat Shanon memainkan lagu itu dengan sangat bagus untuk dirinya.


Tepuk tangan membahana, Aska naik keatas panggung dan menyerahkan buket bunga mawar pada Shanon.


"Pertunjukan yang sangat bagus"


"Terimakasih" Shanon mencium pipi kanan Aska.


Dan jepretan kamera seseorang mengabadikan momen ciuman itu.


Tan mengawasi dari jauh kencan tuannya dengan si nona tajir agar berjalan lancar. Tapi Tan tidak menyadari ada penyusup yang mengabadikan momen mesra tuannya dalam bentuk foto.


Aska mengajak Shanon makan malam usai pertunjukan. Ia akan mengutarakan kerja sama pada Shanon untuk mengelabui orang tua mereka.


"Bagaimana Shanon kau setuju dengan permintaan ku?" tanya Aska setelah ia menjelaskan panjang lebar pada Shanon.


Wajah gadis itu berubah sedikit memucat dan kecewa jelas terlihat. Tidak seperti Aska yang mempermainkan perjodohan mereka karena Shanon sesungguhnya benar jatuh cinta pada pria tampan di hadapannya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang jujur dan katakan padaku, apa kau menyukai seseorang?"


Aska terdiam dan mengangguk.


"Dia tidak seperti dirimu Shanon. Dia gadis biasa dari keluarga sederhana" Aska menerawang mengenang wajah Raya di pikirannya.


"Seperti apa dia? kalau begitu kenalkan ia padaku baru aku setuju dengan ide mu"


"Tidak bisa sekarang atau dalam waktu dekat ini"


"Kenapa? apa kau takut ia cemburu padaku?"


"Bukan, hanya saja hubungan kami sedang tidak baik-baik saja"


Aska mengangguk pelan. Ia tidak tahu sampai kapan hubungannya dengan Raya akan memburuk. Terlebih ada kehadiran Rama disisi Raya, itu akan membuat semakin sulit untuk mereka berbaikan.


"Kalau begitu perlihatkan fotonya padaku" kata Sanon yang masih diliputi kekecewaan.


"Tan..." Aska memanggil Tan yang berdiri sedikit menjauh dari Aska dan Shanon.


"Kemarikan ponselku" Tan menyerahkan ponsel milik Aska yang ia pegang. Biasanya memang Tan yang membalas pesan dan mengangkat telepon di ponsel pribadi bosnya.


Aska menunjukan sebuah foto seorang gadis pada Sanon.


"Oh jadi ini gadis idaman tuan muda Aska Admaja?"

__ADS_1


Aska tidak mempedulikan celotehan Shanon yang sedang menatap foto Raya.


"Siapa namanya?"


"Raya"


"Raya, gadis manis yang sangat beruntung di banding gadis kaya manapun. Karena ia di cintai tuan muda angkuh seperti dirimu" kata Shanon sambil tertawa.


"Apa maksudmu aku angkuh?!"


"Hei kau memang angkuh jadi jangan mengelak"


"Oh ya jika ayahku bertanya tentang hubungan kita jawab saja kita sedang pendekatan"


"Iya tentu saja, kau jangan cemas aku bisa memanipulasi keadaan untuk mu" Shanon tersenyum memandang Aska yang menyendok makanan dan mengunyahnya. Ia kalah telak, sepertinya tidak mungkin Aska berpaling dari gadis bernama Raya dan memilihnya.


"Jika aku bertemu kau lebih dulu apa kau akan mencintaiku di banding dia?" tanya Shanon yang membuat Aska tersedak makanannya.


"Gadis ini! tidak.. aku tidak akan memilihmu!"


"Kenapa? padahal aku sangat ingin kau pilih"


"Sudah jangan bergurau terus! ayo kita pergi" Aska meraih lengan Sanon dan mengajaknya berjalan pergi keluar restoran. Shanon memandangi tangan kekar Aska yang menggenggam lengan kecilnya.


Aska seandainya ada kesempatan aku ingin kau mencintaiku bukaan Raya.

__ADS_1


__ADS_2