
Tan akhirnya berhasil menyingkirkan Karenina. Ia terpilih menjadi CEO Admaja Group. Jabatan yang tidak pernah Tan duga. sebelumnya. Meski selama ini ia tanpa sadar juga sudah merangkap menjadi Asisten, sekretaris, CEO, dan lainnya untuk Aska dan Admaja Group tapi kali ini ia benar-benar mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin di perusahaan besar itu.
"Tan kau tetap berhati-hati dengan sepupu ku, aku rasa dia tidak akan tinggal diam"
"Baik tuan"
Aska menepuk bahu Tan lalu berjalan pergi menggandeng tangan Raya. Aska mengecup rambut Raya sembari berjalan menuju loby kantor. Lagi-lagi Tan baper, ia juga ingin bertemu Yuki.
Tan pergi dengan mobilnya di jam istirahat. Ia ke sebuah restoran dimana Yuki bekerja sebagai koki.
"Aku ingin bicara" kata Tan.
Yuki hanya terdiam memandang kejauhan sembari gugup. Wajahnya terlihat bingung, Tan menoleh ke arah yang Yuki pandang disana berdiri Arman dengan buket bunga yang sudah jelas pasti itu untuk Yuki.
Tan mengerti, segalanya telah benar-benar berakhir. Ia tersenyum getir sembari melangkah pergi meninggalkan Yuki yang terus menatap punggung Tan yang berjalan menjauh. Air mata Yuki menetes, Tan tidak peduli lagi disaat hubungan mereka merenggang Yuki didekati oleh Arman. Tan rasa ia tidak perlu lagi mengejar cinta gadis itu.
"Tan!" sebuah suara memanggil nama Tan. Ia memandang seorang pria berjalan ke arahnya. Tan seperti tidak asing dengan pria itu.
"Tuan Rama?"
"Tan apa kabar mu?"
"Baik"
__ADS_1
"Bagaiman kabar Aska dan Raya?"
" Tuan muda dan nona sudah memiliki tiga anak sekarang" ucapan Tan seolah memperingatkan Rama "Kau jangan macam-macam tuan atau aku akan menghabisi mu jika kau berani mengusik tuan muda dan nona!"
"Kau sendiri apa masih jomblo Tan?". pertanyaan yang berhasil membangkitkan kemurkaan Tan.
"Apa maksud tuan Rama saya jomblo?"
"Haha Tan kenapa kau marah begitu? aku hanya bercanda"
"Untuk apa anda kembali kemari tuan?"
"Ada yang harus ku urus disini jadi aku kembali dari Milan. Oh ya apa kau ada waktu? aku ingin bertanya beberapa hal soal perusahaan ku dengan mu. Aku pikir kau pasti tahu banyak soal ini"
"Kalau begitu ayo kita masuk". Rama mengajak Tan masuk kembali ke restoran di mana Yuki bekerja. Jelas Tan jengah dan tidak mau. Ia tidak Sudi melihat kemesraan gadis itu dengan pria lain.
"Bisakah kita ke tempat lain saja?"
"Kenapa Tan?"
"Kalau anda tidak mau ya sudah" Tan membuka pintu mobilnya.
"Baiklah Tan tunggu dulu, kita ke tempat lain saja. Kau sensitif sekali apa kau sedang patah hati?". pertanyaan iseng Rama itu berhasil menohok hati Tan. Saat ini ia memang sedang patah hati berat dan berulang.
__ADS_1
"Apa tebakan ku benar?" Rama menahan tawanya sembari melihat wajah kesal Tan. ia satu mobil dengan Tan agar lebih praktis.
"Bisakah anda diam?"
"Baik aku tidak akan bicara lagi" Rama menahan tawanya.
"Seperti apa gadis yang sudah membuat mu patah hati itu?"
Tan hampir menghajar orang di sebelahnya yang cerewet sekali itu. Kalau bukan karena dia adalah sahabat tuan muda pasti Tan sudah membuatnya bungkam sejak tadi.
"Oh ya Tan coba tebak aku bertemu siapa di pesawat?"
Tan menghembuskan napas kasar, pertanda ia sedang tidak mau main tebak-tebakan.
"Saya tidak tahu tuan dan saya tidak mau tahu anda satu pesawat dengan siapapun"
"Yang benar? baiklah akan ku beri tahu secara cuma-cuma kau tidak perlu menebaknya. Aku bertemu Kalila di pesawat"
Hening.......
Sejenak Tan mengingat wajah si pemilik nama yang di sebutkan Rama tadi.
Note:
__ADS_1
Audiobook Jodoh Dari Remaja sudah ada Selamat mendengarkan....🙏❤️