Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
119. Cerita di Pemandian air panas


__ADS_3

Pagi ini di apartemen Rio


Yulia mendatangi Rio dengan alasan menyampaikan pesan Maudy, mamanya Rio. Untuk meminta Rio pulang ke Osaka. Maudy dan Yulia adalah sepupu, dimana ayahnya Maudy adalah adik dari mamanya Yulia ( Neneknya Gita).


Saat berada disana Yulia sempat kaget melihat kehadiran Alam disana. Tapi dia mencoba bersikap biasa saja. Menyembunyikan rasa penasarannya kenapa menantunya ada di Jepang. Yulia tidak menyangka Alam bakal menyusul ke Jepang. Padahal tadinya dia berpikir Alam akan menyerah setelah malam sidang itu. Matanya melirik ke arah Alena. Entah kenapa dia seperti tidak asing dengan gadis disebelahnya.


"Jadi kamu disini juga, Lam." Ucap Yulia saat menyambangi apartemen Rio.


"Iya, ma." Jawab Alam.


"Oh, bagus deh. Nanti malam kami mau mengadakan Dinner keluarga. Kamu ikut,ya." Alam mengangguk menerima undangannya.


Ina dan Dul masih di apartemen mereka. Dul tahu kalau Ina tidak mencintai Rangga, maka dia ingin memastikan perasaan adik iparnya.


"Na?" Dul memulai pembicaraan.


"Iya, kak." Jawab Ina sambil memindahkan brownies ke piring kecil.


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Dul.


"Perasaan apa, kak?"


"Perasaanmu setelah jauh dari Alam. Kakak tahu kamu dan Alam saling Karena yang kalian alami persis waktu Alam dan Gita dulu. Maafkan kakak, ya. Belum bisa banyak membantu kalian. Tapi kakak berada di pihak kalian."


"Kak?"


"Kenapa kak Lia segitunya membenci Alam?"


Hening. Dul ingat kejadian saat Alam menikah dengan Gita. Dimana Marni sangat menentang hubungan mereka. Dimana Marni berusaha memisahkan keduanya dengan berbagai cara. Termasuk menekan Gita, saat Alam di penjara atas kasus wajah baru yang dipakai Alam.


"Panjang ceritanya, Na? intinya ada kesalahpahaman saat Gita dan Alam pacaran dulu. Membuat kakakmu dan Marni tidak menyetujui pernikahan mereka. Awalnya kakakmu menikahkan Gita dan Ilham. Tapi karena mantan istrinya Ilham mengaku hamil jadi Gita dinikahkan dengan Alam.


Lalu setelah Gita hamil, banyak tekanan yang dialami. Sampai Marni mengancam kalau Gita tidak bercerai dari Alam, dia akan mengambil hak asuh anak Gita." Cerita Dul.


"Dan Alam tidak melakukan tindakan apapun!" Berang Ina.


"Karena saat itu Alam berada di penjara. Wajah yang dimilikinya adalah wajah seorang buronan yang meninggal saat tabrakan dengan kendaraan yang dinaiki Alam." Cerita Dul.


"Ruwet, ya kak."

__ADS_1


"Apa kamu mencintai, Alam?" Tanya Dul.


"Tidak!" Jawab Ina tegas.


"Yakin? kakak tidak melihat kamu mencintai Rangga. Bahkan saat kakakmu bilang merestui hubungan kalian. kakak menebak kamu mengira merestui Alam, Ya kan?"


Ina tetap bungkam. Secara tidak langsung Dul bisa membaca pikirannya.


Dul hanya tersenyum tipis. Matanya melirik arloji dipergelangan tangannya. Lalu keluar pintu apartemen menuju ke apartemen Rio. Dul kaget ada menantunya dan Alena disana.


"Pa" Alam menyalami pap mertuanya.


"Kapan sampai, lam?"


"Kemarin lusa, pa."


"Cucu papa apa kabar?" Tanya Dul.


"Alhamdulillah baik, pa. Tadinya kami sekeluarga besar mau berangkat. Tapi saat mendengar cuaca disini sedang ekstrem makanya mereka batal berangkat. Aku disini karena undangan Tuan Okada. Karena papa ada kerja sama dengan Tuan Okada." Jelas Alam.


"Oh, ya. sebenarnya papa juga dapat tapi sepertinya papa tidak bisa ikut karena lusa papa sudah pulang hanya mama yang tinggal untuk menemani Ina.


"Oh"


Kamu tenang saja, Lam. Nanti malam ada kejutan buat kamu. Batin Yulia.


11.00 p.m


Siang ini Jepang masih dibaluti udara musim dingin. Sedikit cahaya matahari tak mencair gumpalan es yang menutupi negeri sakura tersebut. Tapi ketimbang beberapa hari yang lalu frekuensi salju mulai menurun. Hanya sisa sisa nya saja yang masih bertebaran dari atas langit.


Menjelang penghujung desgember, Alam dan keluarga besar Gunawan akan lama menetap di jepang. Mungkin setelah selesai acara Tuan Okada dia akan melancarkan misinya. Apa itu? Itu masih misteri.


Rangga dan keluarga besar Gunawan pergi liburan ke sebuah daerah yang katanya ada pemandian air panas.


Mengunjungi Jepang saat  bersalju merupakan salah satu ide liburan yang luar biasa.  Musim dingin dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi siapapun yang datang. Selain itu banyak spot yang bagus untuk bisa dikunjungi.


Ina mematut wajahnya di salah satu pantulan danau yang sudah membeku. Tampak wajah Rangga mengekor dari belakang. Rangga memamerkan wajah jeleknya di belakang Ina. Membuat gadis itu tertawa karena merasa lucu, Ina pun mengikuti gaya jelek Rangga hingga mereka Ina tuangkan di sosmed. Hingga Rangga mencium pipi Ina memotret. Seketika Ina kaget, tak hanya Ina, Alam yang tak jauh dari mereka hanya menatap nanar ke arah mereka. Seketika benda yang tadinya akan dikeluarkan, disimpan kembali ke dalam kantong.s


Ina enggan ikut mandi lebih memilih bermain disekitar di tempat pemandian. Alena pun juga enggan ikut mandi, memilih membaurkan diri ke arah atasannya.

__ADS_1


"Pak Ronal pasti daritadi mantau mereka, kan?"


"Hmmm..."


"Terus bapak menyerah begitu saja? Haduuuh, mana pak Ronal yang kemarin pantang menyerah mengejar Ina. satu kantor saja sudah tahu hubungan kalian. Malah banyak yang bilang bapak dekatin Ina karena mirip dengan mendiang istri bapak." cerocos Alena tanpa memperdulikan reaksi Alam.


"Na, Ini mama telepon. Kakak tinggal bentar, ya." Rangga menjauh mencari tempat aman untuk berkomunikasi dengan Raya. Ina hanya mengangguk, sesekali memperhatikan disekitarnya. Kakinya terus melangkah mengitari daerah sekitar pemandian.


"Na." Ina hapal suara pemanggilnya.


"Nggak usah ikuti aku terus. Kasihan Alena sendirian, temenin sana!" Usir Ina.


"Kamu cemburu sama Alena?"


"Nggak! ngapain juga aku cemburu sama dia. Aku sudah punya kak Rangga kamu sudah punya Alena. Jadi nggak usah ganggu aku lagi!"


"Kan aku sudah bilang kalau aku dan Alena nggak ada hubungan apa-apa. Aku men ncintai satu orang saat ini... aku .." da


"Kamu jelasin panjang lebar juga aku sudah tahu. Kamu dekati Alena sampai kamu menikah dengan penerima jantung Gita. Dasar laki-laki dimana mana sama saja! Kamu mendekati aku karena aku mirip Gita, lalu kamu dekati Alena saat aku dijepang. Dan sekarang kamu bilang mau menikahi gadis penerima jantung istrimu. Dasar Plinplan, kamu saja tidak bisa menjaga Gita dari siksaan mamamu!"


Setelah puas meluapkan uneg-unegnya, Ina berjalan menjauhi Alam. Tubuhnya terasa dingin karena hanya memakai jaket biasa. Ina melabuhkan tubuhnya ke sebuah pondok kecil. Alam terus mengikuti Ina tatapan beralih ke sebuat bongkahan es yang bergantung di pinggir atap pondok. Es yang mulai retak dan sepertinya akan jatuh.


"Ina awas!"


BRAAAAAAKKK


Terdengar suara benda jatuh. Tampak darah mengucur disebuah kepala.


BRUUUUUUK!


...*****...


Tetap terus pantengin cerita ini.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate

__ADS_1


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah


Bersambung


__ADS_2