
POV Ina
Malam ini semakin dingin. Rasanya sulit untuk memejamkan mata. Udara malam yang semakin menusuk tulang, bahkan selimutpun tak bisa menghangatkan tubuhku.
"Ahhhhh."
Kuhirup wangi bunga melati yang tak hilang sejak kedatanganku. Aku rasa villa ini bukan angker, tapi memang memelihara bunga melati.
"Hai, Ina."
Ku tatap seorang wanita didepanku, memakai gaun putih. Sesekali ku tatap wajahnya, mirip. Apakah dia yang bernama Gita. Tapi bukankah dia sudah meninggal? Kenapa dia bisa muncul didepanku? Ku mundurkan langkah kakinya. Apalagi dia berdiri melayang dihadapanku.
"Hantuuuu!"
Sebisa mungkin aku lari meninggalkan kamar. Tempat ini sepertinya memang angker. Kalau tidak, kenapa ada sosok menyerupai Gita muncul di depanku.
Bruuuuuk!
Aku merasa menabrak seseorang.
"Aaaaewwwwh.... Kamu itu kalau jalan hati-hati!"
Bentakan ciri khasnya seperti tidak asing. Ah, dia si bapak resek, ngapain dia ngomel-ngomel.
"Heuuuuhh... aku kena air panas. Kamu kenapa sih nabrak nggak jelas."
"Ohhh, maaf aku nggak ngeliat."
__ADS_1
"Kenapa kamu lari-lari gitu?"
"Aaaa...ku ngeliat arwahnya Gita di kamarku." ucapku takut-takut.
Lelaki itu berjalan ke arahku. Tatapan matanya yang masih ketus, ditambah sikapnya yang mulai aneh, membuat aku berpikir
"Dia lebih seram daripada Om david."
Kakinya mendekatiku, entah apa yang akan dia lakukan padaku.
"Kamar itu memang kamar kami dulu. Kamar waktu kami bulan madu selepas aku keluar dari penjara. Tapi kenapa dia muncul didepanmu? Orang yang sudah muncul didepan orang asing seperti kamu. Ada masalalu apa antara kamu dan Gita."
"Saya.. tidak tahu, kak. Ini saja baru pertama melihatnya. Saya juga tidak mengenal Gita sebelumnya."
"Bohong!Aku sudah hapal perempuan seperti kamu Ina. Atau jangan-jangan kamu ada keterlibatan atas meninggalnya Gita. Bisa jadi kamu mengubah wajahmu, lalu berpura mirip Gita! Iya kan! Dari awal kamu masuk ke keluarga Ini saya sudah curiga kalau kamu punya maksud tertentu. Kamu pikir saya akan tertipu dengan wajah polosmu, cuiiih!"
'Ikut aku!"
Sebuah tangan menarikku menjauhi villa. Jauh sekali, entah kemana si Lucnut ini akan membawaku.
"Om...lepas!"
"Ini sudah jauh, na. Tidak ada yang ganggu kita."
Ku hempaskan tangan om David. Astaga kenapa aku selalu dipertemukan dengan orang seperti dia. Apa ini karena mama?
Mama sekarang tahukan apa imbas dari kelakuan mama.
__ADS_1
Aku yang jadi korbannya, Ma. Pernah mama mencoba mengerti? Aku rasa tidak!
Ma, Aku ingin bebas dari mama.
Nggak papa kalau mama mau pecat aku dari keturunan mama.
Yang penting orang-orang tidak mengincarku lagi.
POV Author
David mendorong Ina kedalam sebuah gubuk yang sudah jauh dari villa. Ina mencoba melepaskan diri, segala usaha akan dicobanya walaupun nyawa taruhannya. Dia rela masuk penjara jika dalam perlawanannya lelaki itu terluka atau terbunuh.
Bruuuuukkkk!
Tubuhnya terhempas dalam sebuah tumpukan jerami. Tubuh david yang berbau alkohol membuatnya sesak. Matanya berputar mencari apa yang bisa menghindarkannya dari lelaki itu. Ina meludahi wajah David lalu menyiramnya dengan bubuk jerami ditangannya.
"Aaaaaauuuueww..." Ina langsung berlari ke arah pintu. Sayang, pintunya terkunci. Seketika tubuhnya ditarik lalu kembali dihempaskan kearah jerami.
"Toloooongg!"
David hanya tertawa melihat jeritan Ina. Lelaki itu membuka kancing celananya. Dan mencoba menikmati tubuh Ina.
Braaaaakkkkk!
"BANGSAAAT!"
Buuuugh!
__ADS_1