
"Ya ampun, kak ini kenapa tangannya." Omel Ilham saat mengobati tangan sang kakak.
Sebuah luka sobek dipergelangan tangan kiri. Alam hanya meringis saat Ilham mengobati lukanya. Dengan telaten Ilham membersihkan darah yang sudah lengket dengan baju.
"Biasalah, cowok, ham."
"berantem? Sama Siapa?"
"Kepo aja sama urusan orang." Jawab Alam ketus.
"Ya kan aku nanya kak. Siapa tahu bisa kita ciduk orangnya."
"Aauuuuwwww pelan-pelan, dong. Sakit nih!" Bentak Alam yang kaget ketika Ilham memencet lengannya.
"Kakak dari bogor datang ke sukabumi dengan kondisi seperti ini. Ckckckck, Hebat! masih kuat nyetir dalam keadaan luka seperti ini. By the way, ini dalam rangka apa kakak berkelahi. Seorang Ronal Wassalam ternyata bisa berkelahi juga. Coba dulu Gita dalam bahaya kakak bisa sigap seperti ini. Mungkin.."
"Please, Ham, bisa tidak kamu tidak mengungkit soal itu. Aku sadar kalau aku teledor, tapi apa yang terjadi pada rumah tangga kami selama ini bukan murni kesalahanku, ini murni kesalahan orang-orang yang benci padaku."
"Termasuk campur tangan mama Marni, kak. Satu yang kakak tahu selama kakak dipenjara tidak ada satupun keluarga Spencer yang menengok Gita bahkan sahabat kecilnya, Rere pun tidak pernah menengok Gita. Cuma Beta yang peduli pada Gita. Itu yang membuat keluarga Gita kecewa pada keluarga Spencer. Bayangkan dia berjuang sendiri untuk setia sama kakak, apalagi saat itu dia sedang hamil besar."
Alam terdiam sejenak. Selama ini dia belum banyak tahu atas apa yang menimpa istrinya saat dirinya dalam penjara. Dirinya hanya tahu istrinya masuk rumah sakit akibat penculikan Zahra dulu. Sesekali mencerna apa yang dikatakan Ilham. Tapi entah kenapa dia merasa masih banyak rahasia yang disimpan Gita dan keluarganya. Sebegitu menderita kah istrinya saat mereka berjauhan.
"Kapan resepsimu, Ham." Tanya Alam mengalihkan pembicaraan.
"Lusa."
__ADS_1
"Oh, lalu bagaimana dengan Siti? Kamu belum pamit sama dia."
"Lusa dia juga akan menikah dengan pilihan papanya. Mungkin kami nggak jodoh, kak."
Alam tersenyum jahil melihat wajar murung adiknya.
"Yaaaah, nggak jadi iparan kita. Ternyata dunia sempit ya. Aku nggak nyangka kamu pernah melabuhkan hati pada sepupuku. Walaupun kalian nggak bisa bersama. Kita juga pernah mengejar cinta pada wanita yang sama."
Ilham yang kini memilih bungkam setelah ucapan sang kakak. Kakak biologisnya yang baru saja bertemu dengannya. Kakak biologisnya yang dulu enggan mengakui dirinya sebagai adik, karena masih terbakar cemburu akibat masa lalunya bersama Gita. Tapi berkat Gita lah mereka bisa sedekat ini.
"Kakak beruntung punya Gita. Dari sejak kami pacaran sampai kami putus pun dia masih memikirkan kakak. Sebegitu cintanya Gita pada kakak sampai saat dia sadar dari komanya orang pertama dia tanyakan adalah kakak. Bahkan saat tahu kakak mau menikah dengan kak Dinda, dia syok berat layaknya orang depresi. Aku yang ada disampingnya tapi pikirannya ke kakak. Dari situ aku menyadari sekuat apapun aku mencintai Gita. Tapi hatinya tetap terarah ke kakak. Sayangnya, kakak tidak peka hal itu."
Dua saudara biologis tersebut sama-sama larut dengan kenangan mereka tentang Gita.
"Ham."
"Apa yang kamu lihat tentang Ina?"
Ilham menyunggingkan senyum "Eeee...ciye ngapain nanya Ina?"
"Udah jawab aja."
"Heeeemmm... bukannya kemarin ada yang bilang begini "Tidak akan ada yang bisa menggantikan Gita dihatiku." Dan sekarang apakah kakak membuka hati kakak untuk Ina." Goda Ilham.
"Nggak kok, aku nggak ada perasaan apapun pada Ina. Aku hanya minta pandanganmu soal Ina, bukannya kamu lebih dulu kenal dengan dia, sebelum dia masuk ke keluarga kami.
__ADS_1
Sejak dia masuk ke keluarga mama Yulia, dia langsung menghipnotis semuanya menjadi lebih sayang padanya. Sampai Shasa pun tergeserkan, aku tidak suka mereka mengabaikan Sasha seperti itu hanya demi perempuan asing yang kebetulan mirip Gita."
Alam yakin Ilham pasti tahu banyak soal Ina. Paling tidak dia bisa mencari titik lemah gadis itu. Supaya apa? Supaya mertuanya terbuka hatinya setelah tahu siapa Ina sebenarnya. Supaya gadis asing itu tidak lagi menjadi kesayangan mertuanya. Karena sejak Ina masuk ke rumah mertuanya, Sasha sedikit terabaikan.
"Kakak mau tahu siapa Ina sebenarnya. Dia .... dia gadis yang baik. Sama baiknya dengan Gita, bedanya Gita Kalem, sedangkan anaknya Ceria. Dia pun mempunyai tekanan hidup yang cukup rumit, dimana kelakuan mamanya yang sering membuatnya menangis. Aku harap siapapun yang nantinya bisa menjadi pasangan Ina, semoga bisa memberikan senyum sepanjang waktu diwajahnya. Itu saja."
Kalau saja kakak tahu soal jantung yang dipakai Ina itu milik Gita. Apa yang akan kakak lakukan? apakah kakak akan merubah pemikiran kakak atau tetap pada kekerasan hati kakak.
ucap Ilham dalam hati. Iya hanya dalam hati rahasia dia simpan.
Heeeh bahkan Ilham pun terpengaruhi oleh wajah polos, Ina. Pinter kamu, Na.
Ucap Alam masih mempertahankan kekerasan hatinya.
...🍇🍇🍇...
Bagi yang belum paham masalalu Alam. Diwajibkan membaca novel "Aku kamu dan Dia."
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
__ADS_1
Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya
Bersambung