Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
126. Denganmu, Cinta


__ADS_3

Denganmu, bagai terbang melayang


Kita berdua selalu bersama


Bagai di Surga, dan takkan terpisahkan


Denganmu, hidup ini sempurna


Tak ingin lagi meraih cita


Cukup denganmu, cinta.


...*****...


POV INA


Malam ini adalah malam pergantian tahun baru. Dimana besok dunia sudah bertambah usia. Begitupun denganku, besok tahun baru memulai semuanya, lembaran baru semangat baru. Semoga saja, esok dia pun sudah membuka mata.


Dia? iya, dia! lelaki yang saat ini memenuhi ruang hatiku. Mungkin sebagian orang bilang aku gila. Iya, mungkin benar aku gila karena mencintai menantu kakakku. Cinta memang gila, sama seperti saat aku dan kak Rangga menjalin hubungan. Padahal awalnya kami adik dan kakak walaupun statusnya tiri. Sekarang seorang lelaki lain bernaung menggantikan kakak tiriku. Aku sendiri tidak tahu, kenapa bisa jatuh cinta padanya. Padahal awalnya pertemuan kami saja tidak terkesan baik. Tapi anehnya, aku merasa dia itu sangat dekat.


Ku genggam koin yang sedari tadi ada ditanganku. Beberapa waktu yang lalu, kak Rangga mengajakku jalan-jalan ke kota Tokyo, memasuki sebuah bazar menyambut hari Natal. Banyak yang menjual pernak-pernik lucu khas Jepang. Bahkan ada yang menjual gantungan pengusir hantu, lah gimana mau ngusir kalau yang digantung menyerupai pocong. Ada ada saja.


Kak Rangga membelikan aku sebuah koin kuno. Mirip uang logam, warnanya perak. Katanya itu koin keberuntungan, bisa mewujudkan permintaan kita. Tapi cuma satu permintaan, saat itu aku tidak berpikir untuk memilikinya dan juga aku tidak punya permintaan yang harus di kabulkan. Namun namanya kak Rangga tidak suka dibantah. Dia pun tetap ngotot membelikanku koin tersebut. Dan sekarang koin itu ada didepan mata.


Dan Malam


Di kamar dalam rumah sakit, aku memandang ke Jendela. Dimana sebentar pergantian tahun 2023 akan berlangsung. Sebentar akan ada kembang api yang menyambut tahun baru. Harapanku satu, semoga dia bangun dari tidur panjangnya. Dia yang menyelamatkan nyawaku, dia yang kuputuskan secara sepihak. Maafkan aku, Alam!


Gegap gempita kemeriahan tahun baru akhirnya bisa kulihat dengan nyata. Selama ini aku hanya merayakan tahun baru cuma di Jakarta. Tahun baru terakhirku bersama Kak Dodo, karena saat itu dia masih jadi kekasihku.

__ADS_1


Tapi tahun baru kali ini aku berada di negeri orang. Untuk saat ini aku tidak jauh dari keluarga. Masih merasakan berkumpul dengan keluarga. Saat aku sampai ke rumah sakit setelah sholat Isya. Keluarga besar Spencer mengajakku jalan-jalan melihat pesta pergantian tahun. Namun a ku dengan tegas menolak karena ingin menemani Alam. Kasihan dia sendirian, sementara Shasa saat ini sudah di apartemen kak Lia bersama Mbak Diah. Dan aku sekarang menikmati malam tahun baru sendirian. Tak apa, itu pilihanku.


Kembali ku buka koin tadi. Seakan ingin menguji kebenarannya. Benarkah dia bisa mengabulkan permintaan? Dalam benakku seakan koin itu berbicara "Kuberi satu permintaan"


Beberapa anak-anak di rumah sakit pun berseru.


"Nagareboshi ga arimasu (itu ada bintang jatuh)"


Aku belum pernah berdoau untuk memohon pada bintang jatuh. Tapi saat ini didepan mataku ada koin ajaib yang katanya bisa mengabulkan permintaan. Kulempar koin itu lalu kutangkap kembali. Kubuka tangkupan tangan, ada sembuah lambang merpati. Ah, apa artinya aku tak paham.


Aku memejamkan mata "Semoga ini adalah hal yang baik. Semoga dia bisa bangun seperti sediakala."


Doa yang konyol bukan. Bodohnya aku percaya sama doa itu. Tapi nyatanya aku benar-benar melakukannya. Bagaimana hasilnya, sesuai apa tidak?Entahlah aku hanya iseng mencoba.


Hingga...


Aku merasakan pinggang ada yang memeluk erat dari belakang. Anehnya aku tidak bisa berontak atau melawan. Dan seperti biasanya lagi-lagi jantungku berdetak kencang. Seakan aku yakin pada sosok dibelakang punggungku.


Aku memutar tubuhku, memandang sosok yang berdiri dihadapanku. Sosok lelaki yang ada doaku tadi sekarang berdiri didepanku. Dengan khas andalannya dia memelukku. Pelukan hangat yang sangat kurindukan. Seketika aku mencubit perutnya.


"AAuuuwwwww!" Terdengar pekiknya dengan nada manjanya.


"Kamu jahat!" Ambekku.


"Aku jahat kenapa lagi?"


"Kamu jahat suka bikin aku sedih. Kamu harus cukup mendorongku lalu lari dari robohan itu."


"Na"

__ADS_1


"Apa kamu tahu yang kamu lakukan itu membahayakan nyawamu? Apa kamu mau jika terjadi sesuatu padamu bagaimana nasib aku? Apa kamu tega membuat Shasa menjadi yatim piatu? apa..."


"Na"


"Please jangan kayak gini lagi! Aku takut kamu..."


Dia memegang tanganku lalu meletakkan dalam dadanya.


"Apa kamu tahu, Na? Setiap didekatmu debaran ini terasa kencang. Apa kamu tahu, Na? Ketika melihatmu bahagia bersama kak Rangga hatiku terasa sakit. Lebih sakit daripada saat aku melihat Gita masih berharap pada Ilham, padahal kami sudah menikah. Apa kamu tahu, Na? Ketika aku melihat kecemburuanmu pada Alena, aku merasa senang. Karena apa? Karena aku tahu kita saling mencintai."


"Lam"


"I love you karina. Aku senang kamu tidak apa-apa."


"Nggak lucu!"


"Kamu bilang nggak lucu tapi wajahmu memerah"


"Karina Permata Gunawan, Maukah kamu menerimaku lagi. Memulai semuanya sejak awal lagi. Berjuang bersama mengejar restu mama Yulia. Dan aku berjanji akan menjadi lelaki terbaikmu semampuku."


"Ya, aku mau. Tapi?"


"Apa sayang?"


"Aku belum mau menikah saat ini. Mau kah kamu menungguku beberapa tahun lagi."


"Nggak papa, Na. Kita mendalami saja dulu. Apapun itu asal denganmu, cintaku. Denganmu aku bahagia."


Jika orang-orang cinta kami terlarang, mungkin iya mungkin juga tidak. Iya karena dia adalah menantu kakakku otomatis menantuku juga, karena dia adalah suami dari keponakanku dan ayah dari cucuku. Cucu?Jika kami menikah nanti apakah semuanya berubah. Apakah Shasa yang saat ini masih memanggilku tante padahal aku omanya, akan beralih memanggilku bunda atau mama. Geli ya? Tapi itulah cinta. Semua bisa berubah karena cinta.

__ADS_1


Dia lelaki yang kini bernaung dihatiku adalah kekasihku, tapi juga menantuku.


__ADS_2