Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
9. Kepergok


__ADS_3

"Na.." Laras berlari mengejar Ina yang hendak pergi ke perpustakaan.


"Apa, ras? mau ke perpus juga. Tadi aku ajak nggak mau." Jawab Ina sambil membenarkan bajunya.


"Aku cerita sesuatu, na." Laras menarik Ina duduk disalah satu tangga kampus. Gadis tomboi itu mulai mencoba mengatur nafas.


"Aku ketemu mama kamu di mall tadi malam."


Ina hanya tersenyum tipis "itu aku tahu, ras. Dia sempat ngajak aku tapi aku lagi malas keluar."


"Tapi, na. Seperti mama kamu pergi sama laki-laki, dari belakang laki-laki itu seperti kak Dodo, na."k


Ina kembali tertawa mendengar cerita Laras.


"Ras, bukankah kamu tahu kalau mamaku suka bepergian sama laki-laki. Lagian, ya nggak mungkin kak Dodo mau sama mamaku."


Laras langsung membuka bekalnya. Ina melirik bekal milik sahabatnya.


"Itu apa, Ras? sosis?"


"Iya, sosis keju. Cobain deh, enak kok." Laras mencocolkan saus keju kemulut Ina.


"Keju? eneg kayaknya." Ina menjauhkan diri.


"Sejak kapan kamu nggak suka keju, na? Setahu aku kamu dulu doyan keju, deh."


"Masa, aku kan suka coklat, terus blackforest gitu sama es krim."


"Na, kamu nggak kerasukan, kan. Itu dulu makan yang kamu benci deh. Dulu kalau lihat makanan itu kamu bilang nggak suka yang terlalu manis."


Ina terdiam. Semenjak habis donor jantung dia mulai suka makanan yang dibencinya. Entah ini pengaruh jantung baru atau bukan, dia sendiri tak begitu paham.


"Na, hari ini temenin aku jalan, ya." Ajak Laras.


"Nggak bisa, Ras. Aku ada janji sama kak Dodo." Tolaknya.


"Eciyeee, yang biasanya ogah berduaan. Sekarang nempel mulu." Goda Laras.


Ina hanya bisa tersenyum kecil. Matanya menatap cincin dijari manisnya. Terbayang saat beberapa hari yang lalu Dodo melamarnya. Kebahagiaan terpancar diwajahnya. Bagaimana tidak dia dilamar oleh lelaki yang ia cintai dan akan menjalani hubungan yang lebih serius.


"Selamat, ya, na. Kamu sudah melalui tahap hubungan yang lebih serius lagi. Semoga ini yang terakhir ya, na. Aku tidak sabar melihat kalian menikah." ucap Laras.


"Ras, aku memang sudah dilamar kak Dodo. Tapi perjalanan kami masih panjang. Kak Dodo janji kalau dia akan menunggu sampai aku tamat kuliah.Jadi sekarang aku masih mau menikmati masa mudaku dulu."


"Inaaaa."

__ADS_1


Seseorang datang ikut nimbrung antara Laras dan Ina. Ina sangat mengenal wanita didepannya.


"Mbak Mela, ada apa?"


"Kamu harus hati-hati dengan Dodo. Dia itu punya simpanan tante-tante."


Ina dan Laras saling pandang. Tak lama Ina tertawa mendengar pernyataan Mela. Dia tahu Mela adalah mantannya Dodo, Ina menganggap protes Mela karena belum move on dari Dodo.


"Nanti Mbak akan menemukan lelaki yang akan mencintai Mbak Mela apa adanya. Kalau saat ini mbak bilang begitu karena belum punya pasangan, kan." Ucap Ina dengan santai lalu meninggalkan Mela sendirian.


"Na, kok kamu gitu sama Mbak Mela. Coba kamu selidiki siapa tahu ada benarnya. Seperti yang aku lihat di mall tadi malam." Sanggah Laras.


"Terus kamu mau bilang kalau mamaku yang nyimpan Dodo. Ras, dengar ya. Kalau dia suka sama Dodo, pasti dari awal dia menentang hubungan aku sama kak Dodo. Tapi ini, mama malah yang minta aku nerima kak Dodo. Udahlah, Ras, seburuk-buruknya kelakuan mamaku, Nggak dia mau mengambil milik anaknya."


Klik


"Angel!"


Angel menghentikan langkahnya. Senyumnya mengembang saat merasa kenal dengan pemilik suara tersebut. Matanya menatap kaca jendela, merapikan yang kusut. Tak lama dia menghembus nafas demi menghilangkan perasaan groginya.


"Eh, kak Rangga. Mau cari Ina, kan. Aku belum ada ketemu dia hari ini. Paling juga sama Laras mereka kan sekelas." Ucap Angel basa-basi.


"Aku nggak cari Ina. Tapi cari kamu, Ngel."


Angel terdiam. Dalam hatinya kegirangan karena momen ini sudah lama dinantikannya.


"Jalan, yuk."


Whaaaatt kak Rangga ngajak aku jalan. Ngel, jangan bangun!jangan bangun! tetap bertahan agar mimpi ini jadi kenyataan.


"Ngel?" Rangga meraba wajah gadis itu yang masih bengong.


"Eh, iya, sayang ...eh, maaf kakak. A ...aku...si...ap ..dulu." Angel langsung lari mengambil tasnya di kelas.


Saat dalam kelas, Angel melonjak kegirangan. Bahagia saat Rangga mengajak dirinya jalan.


"Ngel, lo harus jaim. Kan kak Rangga suka cewek kalem kayak Ina. Jadi lo jangan kelihatan suka banget sama dia."


"Yuk"


OMG dia megang tangan aku


MamamaaAaaaa... jantungku nggak kuat kalau seperti ini.


Rangga terus berjalan menyusuri koridor kampus. melewati beberapa tatapan yang melihat mereka. Rangga cuek saja. Lain lagi dengan Angel yang berbunga-bunga saat Rangga menggandeng tangannya. Perasaan bahagia karena Lelaki didepannya sudah di taksir sejak masih SMA.

__ADS_1


Rangga membuka pintu mobil, meminta Angel masuk ke mobil seperti seorang ratu. Angel tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.


"Ladies first" Ucap Rangga berdiri disamping pintu mobil.


"Thank you." Angel menunduk malu-malu saat masuk kedalam mobil.


"Inaaaa ... lihat deh. Kayaknya kak Rangga mulai buka hati buat Angel." Seru Laras menunjuk kearah pemandangan tak jauh dari mereka.


"Oh. Biarin aja." Ucap Ina datar.


Laras memperhatikan sikap Ina yang cuek saat melihat Rangga menjemput Angel. Laras menebak kalau Ina mulai cemburu lihat kedekatan kakak tirinya dengan Angel.


"Na."


"Hmm.."


"Kok kamu cuek gitu lihat mereka?"


Ina menatap Laras dengan sarkas "Terus aku mesti ngapain? jingkrak-jingkrak gitu liat mereka. Ya, biarin ajalah mereka berdua. Ya, mungkin itu salah satu cara biar kak Rangga nggak ngepoin aku terus."


Laras masih menatap Ina yang berjalan menjauhinya. Dia yakin Ina mulai merasa cemburu.


Na, Aku mengenalmu sejak SMP. Aku juga tahu kalau kak Rangga adalah patokanmu untuk mencari pacar. Tapi kamu tidak sadar, na kalau ada harapan lebih pada lelaki itu.


Aku juga nggak buta kalau kak Rangga itu mencintaimu. Kalian berdua belum peka dengan semua ini.


Mobil Rangga melintas didepan Ina dan Laras. Suara klakson mobil terus berbunyi, tapi yang diklakson cuek tidak mempedulikan suara itu.


"Ras, cepet ambil motor. Kita pergi dari sini."


"loh, kamu bilang ada janji sama kak Dodo."


"Iya, ada yang mau aku beli. Kita ke mall dulu, nanti aku sms kak Dodo suruh jemput ke mall."


"Lo mah enak dijemput. Lah aku? tetap aja pulang sendirian." Rajuk Laras.


Ina tertawa melihat rajukan sahabatnya. Laras yang dia kenal memang belum punya pasangan. Soalnya belum dibolehin sama Ibunya. Ina memakai headset sambil menunggu Laras mengambil.


Seorang wanita sepantaran mamanya mendekatinya dan memegang wajahnya.


"Masya Allah. Mirip sekali. Nak, boleh tante memelukmu, wajahmu mengingatkan aku dengan seseorang."


Ina terdiam saat wanita itu memeluknya.


"Kamu mirip sekali dengan mantan tunangan anak saya" ucap wanita itu dengan wajah teduhnya.

__ADS_1


Kenapa aku merasa dekat dengan wanita ini? siapa dia?


__ADS_2