Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
Final part


__ADS_3

Denganmu aku sempurna


Denganmu 'ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat-


Denganmu aku sempurna


Denganmu 'ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat-


Hanya dia yang membuat aku terpukau


Cinta adalah anugerah yang di ciptakan pada insan manusia.Cinta" Sepertinya kata ini sudah tidak asing lagi untuk didengar. Cinta selalu hadir dalam gerak langkah setiap manusia. Cinta tak memandang usia, cinta datang begitu saja. 


Tuhan tak pernah salah menghadirkan cinta dalam diri setiap insan manusia. Cinta adalah karunia luar biasa yang bisa saja membawa kita menjadi manusia terhormat atau bahkan hina.


Itu yang dirasakan baik Ina maupun Alam dimana mereka harus berjuang mengejar restu, menentang kodrat mereka sebagai Menantu dan adik mertua. Keduanya sadar cinta yang mereka rasakan penuh drama pertentangan. Dimaana kedua keluarga saling berseteru selama bertahun-tahun, trauma sang kakak terhadap rumah tangga mendiang anaknya, dan suami anaknya yang hatinya terpaut pada dirinya.


Ina teringat saat masih kecil, dimana hatinya terpaut pada Rangga, sosok kakak tiri dambaannya. Sejak kecil dia tak pernah jauh dari Rangga, dimana ada dirinya disitu ada Rangga. Bahkan saat berpacaran dengan Mona perhatian Rangga pernah luntur padanya.


Hingga masuklah Dodo dalan am kehidupannya. Sikap Dodo layaknya seorang kakak pada adiknya, menggeser perasaannya pada Rangga. Apalagi saat itu semua mendukungnya dengan dokter itu, termasuk mamanya.


Tapi siapa sangka dia harus menelan kekecewaan lagi, ketika sang pujaan hati ternyata simpanan mamanya. Rasa trauma pun ikut menyerangnya, dia memilih tidak jatuh cinta meski akhirnya lagi-lagi cintanya yang lama bersemi kembali pada Rangga.


Sosok Rangga kembali membuatnya mantap membuka hatinya. Dengan semua yang diberikan Rangga padanya membuat Ina makin mencintainya. Walaupun saat itu dia bertemu seseorang yang membuat jantungnya berdetak kencang, bahkan lebih kencang dari perasaannya pada Rangga.


Saat itu dia tidak berharap bakal jatuh cinta pada Alam. Bahkan memikirkan lelaki itu saja sudah malas. Kenapa begitu? Karena bagi Ina, Alam masih keluarganya. Bahkan ketika tahu sang kakak membencinya, dia pun mencoba tidak dekat dengan Alam. Tapi nyatanya banyak hal yang malah mendekatkan mereka.


Cinta terkadang aneh, jika dekat hanya emosi yang selalu ada. Sikapnya yang meremehkanku, kejulitannya yang membuat kami makin dekat. Padahal memikirkannya saja sudah malas, tapi hati bisa dengan cepat membolak-balikkan seseorang. Seperti yang terjadi padaku saat ini


Bukankah Tuhan sudah berjanji bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik begitupun sebaliknya? Lalu, apa yang harus dikhawatirkan jika cinta yang semu ini disandarkan sepenuhnya pada Tuhan.


Ina merapatkan kakinya diatas kursi bangku taman kampusnya. Musim semi sudah memasuki negara sakura tersebut. Beberapa daun-daun berukuran memenuhi halaman kampus. Ina mengambil beberapa daun untuk koleksi kenangannya. Usia kandungannya sudah memasuki 3 bulan. Dimana masih demam ngidamnya.


Salah satu ngidamnya memunguti daun maple. Hampir puluhan mapel yang terkumpul di dalam rumahnya. Alam pun tak pernah melarangnya, malah kadang suaminya pulang juga membawakan daun mapel tersebut.

__ADS_1


Daun maple yang gugur saat musimnya menggambarkan tentang ketenangan , kenyamanan, sekedihan, sakit hati, kenangan dan masih banyak lagi. Di Negara Jepang terdapat sebuah tradisi untuk melihat perubahan dari daun maple. Tradisi ini dilakukan saat memasuki musim gugur dimana daun maple akan berjatuhan. Karena di Jepang ada sebuah pepatah yang mengatakan jika kamu menemukan daum maple yang memiliki delapan sisi, maka kamu akan bertemu dengan cinta sejatihmu. Mungkin ini hanya mitos ataupun sejarah dari orang Jepang yang mempercayainya.


"Mapel lagi?" Tanya Alam saat melihat ina kembali membawa sekantong kecil di genggaman istrinya.


"Iya, mas. Kata orang daun mapel bisa mewujudkan keinginan kita. Semoga dengan mengumpulkan daun mapel kita bisa menjadi pasangan yang bahagia selamanya."


Alam duduk dihadapan istrinya. Sambil memegang perut sang istri yang sedikit membuncit. Tatapannya mengarah kepada calon anak mereka.


"Tanpa daun mapel pun aku akan tetap mencintaimu. Dimana kita sudah berjuang sejauh ini. Dari pertentangan keluarga, tangisan orang-orang terdekat. Keraguan mereka tentang hubungan. Dan kita akan buktikan pada mereka kalau cinta kita adalah nyata.


Karina, kamu tahu sampai saat ini aku masih melihat nada sumbang tentang pernikahan kita. Tapi aku tidak peduli itu, asalkan bersamamu." Alam memeluk Ina yang masih takjub dengan ucapan suaminya.


Ina membalas pelukan suaminya. Sejauh ini tak ada sikap suaminya yang mengecewakannya. Alam sudah suami paket lengkap dimatanya.


Alam menarik tubuh Ina diatas pangkuannya, tangannya langsung melingkar ke tengkuk leher istrinya. Ina menikmati sentuhan hangat dari suaminya. Peraduan bibir keduanya sampai melupakan sosok kecil yang sedari tadi menonton orangtuanya.


"Papa kok suka banget gigit bibir mama. kasihan mama mulutnya bau. Nanti bibir mama habis." wajah Shasa berubah sendu melihat papanya memeluk tubuh mamanya.


"Sayang, sini sama mama." Ina memanggil putri sulungnya. Shasa berlari memeluk mamanya dengan erat.


"Mama jangan dekat papa terus nanti bibir mama habis. Dimakan terus sama papa." Ina mengatupkan bibir dengan kedua tangannya.


"Iya, papa nakal tuh. Jadi kita apain kalau nakal?"


"Apa hukumannya?" Keduanya tersenyum licik sambil tertawa puas.


Dan akhirnya.


"Ma, Shasa, sudah belum? Pegel nih!" Omel Alam.


Kakinya dilipat sebelah dengan tangan menjewer silang kedua telinga. Alam berdiri di depan pintu, sementara Ina dan Shasa asyik bermain boneka bersama.


BRUUUUKK!


Alam tumbang karena tidak kuat berdiri lama. Ina awalnya panik, namun dia sepertinya sudah hapal dengan kelakuan suaminya.


"Oh, jadi nggak mau bangun? ya, sudah. Shasa mau nggak diajak jalan lagi sama om Takeru?"


"Mau, jajan eskrim lagi kan ma?"


"Eh, jadi selama ini kamu masih sering ketemu Takeru" Alam tiba-tiba bangun pingsannya. Ina hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Shasa lari! Monsternya sudah bangun!" Mereka bertiga saling berkejaran. Tawa riang pun memecahkan suasana kediamanan kecil.


"Haaaap! Akhirnya aku dapatkan santapan empuk! Hahaahahaha..." Alam mendekap Ina dengan erat.


"Ampun tuan jangan sakiti saya. Saya punya suami dan anak. Walaupun suamiku rada lebay, nyebelin tapi saya sangat mencintainya."


"Jadi aku nyebelin, rada lebay gitu?"


"Hiaaaat... lepaskan mama saya monster jahat!" Shasa mengambil pedang main lalu memukul kaki Alam.


"Hahahahhaaa .... uhuukk!"


"Papa, Shasa ngantuk. Tidur, yuk" Shasa menarik tangan kedua orangtuanya.


"Shasa pengen tidur bareng papa dan mama dan bunda." Ina dan Alam saling berpandangan saat gadis kecil itu menyebut bundanya. Selama ini Alam belum pernah membahas soal bundanya di depan Shasa. Tapi entah darimana gadis kecil itu bisa menyebut bundanya.


"Mama bacain dongeng si kancil." Pinta Shasa.


Ina mengambil buku cerita bahasa indonesia. Menceritakan si kancil yang suka mencuri timun dan akhirnya mendapat balasan dari jebakan si petani. Ina melihat Shasa sudah tidur dan menutupkan tubuh gadis kecil itu dengan selimut.


"Shasa sudah tidur?" Tanya Alam di depan pintu kamar.


"Sudah." Ina meneguk susu ibu hamil yang disodorkan suaminya.


"Kalau begitu, kita di kamar sebelah,yuk." Ajak Alam menarik tangan Ina.


"Ngapain, sih! kita .... Alaaaam!" Ina merasa tubuhnya sudah diatas rentang tangan suaminya.


Kami bahagia dengan hidup yang di jalani saat ini. Meskipun aku bukanlah sebagai direktur di perusahaan spencer lagi.


Tapi kami yakin bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri.


*


*


*


*


Alhamdulillah saya bisa menamatkan kisah ini disini. Walaupun tidak sebanyak yang lain. Terimakasih buat para pembaca yang sudah berpartisipasi mendukung cerita saya. Baik yang sudah mampir ke aplikasi dan yang mendapat rekomendasi dari Facebook.

__ADS_1


Jika ada kekurangan dalam cerita ini saya mohon maaf.


__ADS_2