Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
Kabar bahagia


__ADS_3

Alam mengabari keluarga diindonesia tentang kehamilan Ina. Kabar yang diharapkan akan menjadi kebahagiaan keluarga mereka disana.


"Selamat, Lam.Kamu akan jadi ayah. Semoga ibu dan anakmu sehat sampai tiba waktunya." Ucap Rangga saat mengantar Alam pulang ke rumah.


"Terimakasih, kak Rangga. Aku doakan kalian cepat menyusul." Balas Alam sambil menghidangkan jamuan untuk tamunya.


"Kok, Mas yang nyiapin. Biar aku saja, kamu duduk dan istirahat." Ina kaget Alam sudah membawa nampan padahal kondisinya masih lemas.


"Nggak apa-apa, sayang. Aku masih kuat kok. Kamu kan lagi hamil muda, jadi jangan banyak aktivitas."


"Tapi, Mas."


"Nggak usah tapi-tapi nurut kata suami."


Alam memberitahukan pada Rangga pengiriman alat elektronik belum di kerjakannya. Dia minta maaf pada Rangga agar atasannya itu tidak kecewa. Alat elektronik seperti kipas, Ac dan produk rumah tangga lainnya akan di kirim ke Indonesia. Kebetulan Rangga punya kenalan bea cukai yang akan membantunya dalam pengiriman barang.


"Iya, aku nggak masalah, Lam. Itu nanti biar ada bagian yang mengurusnya. Kamu fokus sama kesehatan dan kehamilan Ina."


"Terimakasih, kak Rangga."


"Sama-sama, Lam. Saya pamit dulu, sepertinya Laras sudah lelah. Oke, Lam kami pulang. Kamu, Na jangan banyak aktivitas hamil muda itu masih rentan. Jadi jangan terlalu banyak aktivitas." Oceh Rangga.


Rangga dan Laras meninggalkan kediaman kecil milik Ina dan Alam. Tak lama Alam memanggil istrinya untuk duduk di dekatnya. Mereka sepakat mengabari keluarga di sana perihal kehamilan Ina.


"Assalamualaikum, Kak Lia."


"Waalaikumsalam, Na. Kalian apa kabar?" Sapa Yulia dari seberang sana.

__ADS_1


"Alhamdulillah kami sehat wal afiat. Kak Lia apa kabar?" Alam ikut menyapa kakak iparnya.


"Alhamdulillah, Lam.Kami disini sehat wal afiat dan alhamdulillah sebentar lagi kita tambah anggota. Geri akan menikah bulan depan. Kalian pulang, ya? Lebaran kemarin kalian nggak pulang. Kami kangen sama kalian, terutama cucuku yang comel itu. Shasa mana?"


"Omaaaa..." Sahut gadis kecil tersebut.


"Cucu oma tambah comel saja."


"what is Comel?" Tanya Shasa dengan menggunakan bahasa inggris.


"It means cute and funny" Jawab Ina.


Shasa menggunakan bahasa inggris untuk komunikasinya dengan Ina dan Alam. Meskipun kadang-kadang mereka menggunakan bahasa Indonesia.


"Kak, Alam mau mengabarkan kabar bahagia. Sebentar lagi kakak bakal punya ponakan"


Mendengar berita bahagia tersebut Yulia langsung berseru. Siapa yang tak bahagia ketika mendengar adiknya sudah berbadan dua. Euforia tersebut langsung terasa di kediaman Gunawan.


"Bu, ini jatuhnya cucu apa ponakan? Terus Shasa sama anaknya Ina statusnya saudara atau tante." celoteh Bi Endah.


"issh, si bibi ya mereka saudara kandunglah. Kan satu bapak. Kata bu Yulia apapun yang terjadi status Shasa tetap cucunya. Dan kalau anak non Ina lahir, Bu Yulia jadi bude bukan jadi oma." Jelas bi Suti.


"Ruwet, kan. Makanya sebenarnya nggak boleh mereka nikah. walaupun bukan sedarah, tapi sisilah keluarga jadi kacau." Tambah Bi Endah.


"Terserah bibi aja deh. Tapi yang pasti mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Sekarang buat Bu Lia, Non Ina bahagia bersama den Alam. Bi Endah tahu nggak kalau jantung Gita itu sekarang dipake Non Ina. Non Gita juga ngasih wasiat supaya den Alam nikah sama penerima jantungnya." Jelas Bi Suti.


Klik

__ADS_1


Jakarta, 21 Maret 2023


"Alhamdulillah, Jadi ibu bentar lagi bakal jadi Oma. Terimakasih Ya Allah kamu kembali menitipkan malaikat. Sebentar lagi akan ada kebahagiaan baru di keluarga ini.


Marni sangat bahagia ketika mendengar kehamilan Ina. Anugerah yang tiada terkira apalagi menjadi bonus penantian selama 1,5 tahun pernikahan putranya.


"Ibu sangat senang mendengarnya. Akhirnya kamu bisa kasih kami cucu. Ina kamu harus jaga kesehatan, jangan banyak aktivitas. Ingat! kamu itu hamil muda yang bisa rawan keguguran. Dan kamu, Lam! Di jaga Ina nya, jangan teledor lagi."


Tak hanya Marni, Bobby pun senang mendengar kabar tersebut. Meskipun Alam hanya anak sambung sekaligus keponakannya, tapi dia sudah menganggap Alam seperti anak kandungnya. Layaknya seorang ayah dia juga memberi wejangan pada putra sulungnya.


"Lam, sekarang kamu bukan lagi seorang duda mempunyai satu anak. Kamu adalah seorang suami yang mengembang tanggung jawab besar. Kamu akan membimbing istrimu menjadi wanita sholehah, kamu akan membimbing anakmu menjadi generasi terdidik. Papa senang ketika mendengar kabar kehamilan Ina. Papa harap kamu semakin fokus pada kondisi kehamilan istrimu, jadi suami siaga. Apapun keinginan anehnya turuti saja selama itu tidak membahayakan kalian." Pesan Bobby pada putranya.


"Terimakasih, Pa. Alam janji akan menjaga mereka dengan segenap jiwa ragaku."


"Benar kata papamu, Lam. Kamu harus lebih ekstra menjaga kandungan Ina."


Setelah selesai menutup sambungan telepon. Sepasang suami istri paruh baya tersebut duduk di ruang tamu. Tentu saja mereka membuka obrolan seputar kabar bahagia tersebut.


"Alhamdulillah ya, mas. Kita kembali jadi nenek dan kakek. Rumah ini akan bertambah ramai dengan cucu-cucu kita." Ucap Marni sembari menyeruput teh yang ada di genggamannya.


"Iya, Sayang. Aku juga senang kalau Alam akan menjadi ayah lagi. Kita akan menua sambil melihat cucu dan cicit kita berkumpul. Sayang papa dan mama sudah keburu pergi sebelum melihat Roki lahir. Dan Diana pun tak bisa melihat bagaimana putranya tumbuh."


"Mas, jangan sedih gitu dong. Ini kan kabar bahagia bukan kabar sedih. Mama tahu kok kalau papa rindu dengan mereka. Papa cukup kirimkan doa buat mereka disetiap ujung salat."


Suasana ruang tamu mendadak hening. Suami istri tersebut terlihat senang mendengar kabar kehamilan sang menantu. Bobby pun jadi teringat kedua orangtuanya yang pergi lebih dahulu. Dan juga mendiang istrinya, yang meninggal setelah melahirkan. Semua orang-orang yang telah mendahului di kenangnya dalam ingatan manisnya.


Marni sesaat menunduk, dimana sosok yang di ceritakan suaminya tidak punya hubungan baik dengannya. Dimana saat dirinya menjadi ART di kediaman Spencer, dimana dia dan Brian menjalin hubungan khusus dibalik status majikan dan pembantu. Meski singkat, tapi malah menumbuhkan benih di rahimnya.

__ADS_1


Marni meminta tanggung jawab pada Brian, tapi dia mendapat kabar kalau lelaki itu akan menikah dengan Yulia. Dia hanya pasrah saat itu, hingga saat setelah Alam lahir Marni nekat ke Jakarta menemui Brian. Barulah dia mendapat kabar kalau Brian kabur dihari pernikahannya.


Kembali ke cerita saat ini. Marni menelepon besannya mengabari kabar kehamilan Ina. Mereka berencana akan menyusul Alam dan Ina ke Jepang. Menengok cucu mereka dan calon cucunya.


__ADS_2