Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
55. Rencana Angel 2


__ADS_3

Ooooweeeeeee ooooweeeeee


Alam bingung menenangkan Shasa yang menangis terus. Padahal badan putrinya sehat-sehat saja, malah barusan habis makan jus buah dengan lahap. Mama marni membantu putranya menenangkan sang cucu, tapi tetap saja sang anak rewel.


"Lam, biasanya kalau disana Shasa lebih sering sama siapa?"


"Sama mama Yulia dan lebih sering sama Ina, bu."


"Ina? siapa itu? baby sitter shasa, ya?" tanya mama Marni yang masih asing dengan nama yang disebutkan.


"Adiknya mama Yulia, bu." jelas Alam.


"Oh, dah tua ya." Tebak mama Marni.


Alam tertawa mendengar ucapan mama Marni yang menebak status usia Ina.


Kalau Ibu tahu seperti apa rupa Ina, gimana ya reaksinya. Ah, apa aku jemput Ina kesini ya? pengen tahu reaksi ibuku? Tapi bukannya Ina sedang kurang sehat, ya.


Ah, ngapain aku ajak dia? yang ada makin besar kepala tuh anak! Mending aku minta mama Yulia datang."


Alam menghubungi mama Yulia agar datang menengok Shasa. Tangannya tak berhenti menengok jam, dimana akan ada rapat penting dikantornya. Sesekali matanya menatap sang putri yang sudah lelah mengeluarkan air mata.


Ayah kerja dulu, ya nak. Kamu baik-baik disini sama oma Marni, ada tante Rere, ada kak jenny pokok banyak teman kamu disini.


"Bu, aku kekantor dulu, ya. Nanti kalau ada mama Yulia datang kesini ajak langsung ke kamar Shasa." Alam pamit pada mamanya untuk pergi ke kantor.


Klik


"Na, bisa tolong kakak?"


"Apa, kak?"


"Kamu temenin Shasa, ya dirumah Omanya. Tadi mereka menelpon katanya Shasa rewel." pinta Yulia.


"Oke, kak. Ada lagi?"


"Tolong persiapkan perlengkapan Shasa. Mungkin beberapa hari ini Shasa menginap disana."


"Oke." Ina mulai berbenah barang-barang milik Shasa.


Tak lama Ina pun siap berangkat menuju kediaman spencer. Ina menatap gawainya yang terus bergetar. Gerah dengan deringan, Ina mematikan kontak gawainya, sesekali menghela nafas.

__ADS_1


Angel berdiri didepan sebuah gerbang rumah kediaman Gunawan. Matanya mengerjap melihat kemewahan yang ada didepan matanya. Jiwa panjat sosialnya memuncak bersamaan dengan decak kagum terlontar dari bibirnya. Seorang lelaki berseragam putih biru navi menyapanya. Gadis itu memamerkan senyum terbaiknya pada sang penjaga pintu.


"Ada yang bisa saya bantu mbak?" Sapa satpam tersebut.


"Saya bisa bertemu dengan pemilik rumah ini." Jawab Angel sampai mengedipkan mata pada lelaki didepannya.


"Sudah janji, mbak?"


"Sudah, pak. Masa saya dari tadi berdiri saja, pak. Panas nih." Ucap Angel mengibas-ngibas kerah baju membuat saliva si satpam tertelan.


"Ah, Iya mbak silahkan masuk." Pak satpam mengantar Angel masuk ke dalam. Langkah pak satpam terhenti saat dihadang Bi Suti.


Angel kembali berdecak kagum pada dalaman rumah keluarga Gunawan. Matanya berputar melihat beberapa photo yang berjejer di nakas dan dinding rumah itu. Matanya tertuju pada photo pernikahan yang berjejer di dinding ruang tamu.


"Jadi dia yang bernama Gita. Mirip sekali sama Ina. Bedanya Gita lebih berisi sedangkan Ina kurus. Ah, wajar dia kurus. Kan Ina itu penyakitan, heran apa yang kak Rangga lihat dari Ina.


Dan lelaki ini pasti suaminya, lumayan, tapi masih gantengan kak Rangga. Ina kamu tuh pake pelet apa sih saya hidupmu terlalu beruntung." Oceh Angel.


Langkahnya berpindah ke sebuah ruangan. Tampak seorang wanita sekitar usianya 50-an bersantai disalah satu kursi. Tangan wanita itu sibuk dengan gawainya. Aktivitas mayanya terhenti saat mendengar langkah kaki.


Bu ada yang mencari." Sahut bi Suti


"Apakah ini benar keluarga Gunawan?" Suara seorang gadis muda.


"Siapa ya?"


"Saya Angelica. Saya kesini mengucapkan terimakasih kepada mendiang Gita yang sudah mendonorkan jantungnya. Saya mau membalas budi atas kebaikan mendiang." Ucap Angel.


"Benar kamu yang menerima donor jantung anak saya?" Tanya Yulia berusaha meyakini apa yang di ucapkan Angel.


Angel mengangguk lalu menceritakan kronologis kejadiannya.


"Saat itu saya mengalami kecelakaan kendaraan karena saya baru bisa bawa mobil. Saya teledor dan menabrak pembatas jalan. Saat saya sadar mereka bilang saya hampir meninggal dan mendapat donor jantung. Putri anda meninggal 30 mei bukan?"


"Iya... benar. Ya Allah, nak." Yulia memeluk tubuh Angel seakan ingin merasakan detak jantung putrinya.


Angel tersenyum menang, terbayang dibenaknya bagaimana perhatian keluarga itu hanya untuk dirinya. Bukan lagi pada Ina, terbayang pula dibenaknya Ina akan meratapi hidupnya.


Ina ..


Ina ..

__ADS_1


makanya jangan suka cari masalah sama aku. Kamu belum tahu siapa yang kamu hadapi saat ini.


Angelica Budiman tidak akan tinggal diam kalau ada yang mengacaukan keinginannya. Paham!


Angel terus bernarasi dalam hatinya seolah mendapat kesempatan emas. Yulia mempersilahkan gadis itu duduk. Sambil menunggu jamuan, Yulia mencoba mengabari Alam terkait kedatangan Angel. Karena baginya Alam berhak tahu masalah ini.


"Lam, bisa ke rumah." Telepon Yulia


"Ada apa, ma?"


"Lam, kami sudah menemukan penerima jantung Gita. Dia disini, dirumah ini sekarang."


"Iya, ma. Aku langsung ke rumah."


Yulia menutup teleponnya. Lalu mempersilahkan tamunya mencicipi hidangan. Yulia pun menanyakan seputar kehidupan sehari-hari Angel. Angel mengaku kost dan anak yatim piatu. Karangan kisah Angel yang membuat Yulia tersentuh.


Alam sampai ke kediaman mertuanya. Kakinya melangkah menuju ruang tengah tempat dimana mama mertuanya menunggu. Yulia pun memperkenal Alam sebagai suami mendiang Gita.


Jadi ini suami penerima jantung Gita. Lumayan bisa kugaet kayaknya. Angel, kamu itu punya pesona yang kuat, siapapun lelaki pasti bisa kutaklukan.


"Mbak bisa bicara sebentar?" Alam mengajak Angel bicara di luar.


"Iya. Ada apa?"


"Kamu bisa ikut saya, kan. Keluarga saya mau bertemu dengan anda." Ajak Alam.


Angel dan Alam masuk ke mobil. Selama perjalanan mereka hanya berdiam diri. Sesekali lelaki itu tersenyum melirik gadis disampingnya.


Mobil pun berhenti di sebuah tempat. Angel menelan salivanya saat tahu kemana tujuan mereka.


"Ke .. kenapa kita kesini?"


"Kenapa emangnya?"


"Anda tadi bilang keluarga anda mau bertemu dengan saya?"


"Adik saya dulu yang menangani operasi anda, kan. Jadi kita ketemu sama dia dulu."


Angel menelan salivanya "Mampus aku!"


Hmmm kemana Alam membawa Angel?

__ADS_1


__ADS_2