
Alam tidak pernah sedikitpun melepas genggaman tangannya dari. Bak perangko keduanya berkeliling menyapa para tamu. Acara party cucu tertua keluarga Spencer memang sengaja dibuat santai. Itu karena Alam ingin membuat acara bisa dinikmati semua kalangan. Alam hanya mengundang keluarga besar baik dari pihak mertuanya, pihak orangtua dan para pegawai kantornya. Lebih spesialnya Alam mengundang para cast dari para penulis novel kece.
Pesta outdoor yang mengusung tema santai digelar di salah satu pelataran pantai carita, Anyer. Lokasi yang menghadap langsung dengan pantai membuat para undangan takjub dengan keindahan laut.
Alam sengaja membuat tema ini agar bisa berbaur dengan para tamu yang datang. Beberapa kolega pun datang, Alam pun memperkenalkan para istrinya didepan para tamu.
Alunan lagu-lagu romantis mengiringi acara sepanjang pesta. Tangan Alam terus membalung di pinggang Ina. Tampak Ina sedikit malu karena Alam tak segan-segan menyandarkan dagunya di pundak istrinya.
Untungnya Ina hanya memakai dress putih sepanjang lutut, sehingga tak membuat aktivitasnya terhambat.
"Selamat,ya." Sapa seorang wanita berhijab yang berdiri dengan anggun dihadapan mereka.
"Mbak Rasty" Ina menyalami wanita yang bekerja di HRD Perusahaan Spencer.
"Terimakasih sudah mau datang." Jawab Alam.
"Sama-sama pak. Selamat ya pak Ronal dan Bu Ina, semoga menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah."
"Amin." Jawab Ina dan Alam berbarengan.
"Malam nanti hadiahnya langsung dipake ya." Bisik Rasti
Rasti pun memilih under diri.
"Selama ini aku belum pernah lihat kak Rasti tersenyum. Ini pertama kalinya dia ramah sama aku, mas." Ina memandang punggung Rasti sampai hilang dari pandangan.
"Apa dia ada melakukan sesuatu sama kamu, yang?"
"Nggak ada mas, cuma dia nggak pernah senyum sama aku." Jawab Ina.
"Syukurlah sebab kalau ada yang macam-macam sama istriku. Siap-siap saja."
Ina terkikik "Kamu lama-lama kayak kak Rangga, mas."
"Bukankah itu seharusnya menjadi tugasku. Sebagai suami aku akan menjadi pelindungmu. Selalu ada untuk menjadi tameng jika ada yang menyakitimu."
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama."
__ADS_1
Kedua nya kembali di fokuskan dengan kedatangan beberapa tamu.
Ayu Widia, Arthi Yuniar, Mala, Nona Aura, May's,Mami Al, Nofi khanza, Dina M, Aroe, Aulia rahim, Watilaras Rizky dan masih banyak lagi.
Ada juga geng pembaca seperti Nanik puspita, Almeira sasa cantika, Mimin Rosmini, Sivak elyana, Rofatul arjuni, Dea Felisya, Marijah Marijah, Tsaniazka nia dan masih banyak lagi pembaca yang mendukung kisah ini.
Beberapa saat kemudian Ina tak menemukan suaminya. Karena dia asyik berbaur dengan tamu familinya. Seakan menyadari suaminya tak ada di dekatnya. Matanya berselancar mencari keberadaan suaminya.
Namun dia di kejutkan ketika melihat sosok diatas panggung.
Alam berdiri sambil memegang gitar.
"Kepada istriku yang cantikku, temani aku dipanggung ini"
Ina berjalan ke panggung tuntun staf WO. Dengan tatapan malu-malu, Ina berdiri disamping suaminya. Dia yakin sebentar akan ada tingkah absurd yang bakal di lakuin suaminya.
"Teruntuk wanita yang saat ini berada disampingku, terimakasih sudah menerimaku, menerima Shasa. terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuk Shasa. Sayang, ini lagu buat kamu."
Alam memetikkan nada di gitarnya.
"Kok nada nya kayak dangdut yaaaa..." Ina menahan malu takut Alam mengajaknya berjoget.
RUPA-RUPA WARNANYA
HIJAU KUNING KELABU
MERAH MUDA DAN BIRU...
CINTAKU HANYA SATU
UNTUK KAMU SEORANG
MESKI BANYAK RINTANGAN
AKU TAKKAN BERPALING.
MELETUS BALON HIJAU
DARRRRR...
__ADS_1
HATIKU SANGAT KACAU
JANGAN TINGGALKAN AKU
APAPUN RINTANGANNYA.
Ina lagi-lagi hanya bisa menundukkan kepalanya. Rasa malu menyergap ketika suaminya kembali mempelesetkan lagu. Rasanya dia ingin turun dari panggung, terbayang penonton akan menertawakan suaminya. Meskipun kenyataannya tidak begitu.
"Astaga, mas. Lihat kak Alam, malu-maluin saja. Bucin sih bucin, tapi itu sudah kategori alay." omel Siti melihat kelakuan sang kak.
"Yang..."
Siti melotot "Awas kalau kamu ikut-ikutan." Siti meninggalkan Ilham sambil mendorong stroller si kembar.
"Huft, dia nggak tahu kalau lagu itu ideku tadi." Batin Ilham.
Klik
Suasana pesta pantai semakin meriah. Meskipun, beberapa tamu yang membawa anak memilih kembali ke cottage, termasuk Dinda dan Rere. Sebagian tamu kolega dan tamu dari para author pun sudah pulang ke vila yang disediakan oleh Alam.
Ina memilih duduk di teras cottage, bersantai karena capek berkeliling menyambangi para tamu. Netranya beralih ke arah suaminya yang masih semangat mengikuti rangkaian acara. Senyumnya tersungging memandang lelaki itu, mengingat kelakuan sang suami yang bikin geleng kepala.
Alam mendekati istrinya "Kamu suka?"
"Makasih, mas atas kejutannya. Aku tidak menyangka akan dapat kejutan seperti ini, sayang."
"Sekarang, kamu ikut aku, ya." Alam menarik tangan istrinya keluar cottage.
"Kemana, Mas? Ini acara belum selesai sudah main kabur saja."
"Pokoknya kamu ikut saja." Alam tetap menarik paksa istrinya.
"Mas..."
Ina memandang mobil minibus berkalung bunga bertuliskan just married.
Ina menatap takjub ketika memandang ke sebuah mobil yang berkalung bunga. Namun bukan hanya itu saja, yang membuatnya takjub isi dalam mobil layaknya rumah. Ada tempat tidurnya, ada meja santai di dalamnya.
"Maass... ini serius ...."
__ADS_1
Ina masih tak percaya dengan yang dilihatnya. Sebuah minibus disulap menjadi menyerupai rumah tinggal. Hadiah yang tidak terduga dari suaminya, Ina langsung melabuhkan diri ke dada suaminya "Terimakasih, mas."