Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
29. Malam di Villa.


__ADS_3

"Kita pulang dulu, ambil barang-barangku." Ucap Ina dalam perjalanan.


"Kata mama nggak usah. Masih ada pakaian yang bisa kamu pakai disana. Mama sudah siapkan pakaian gantimu."


"Oh, gitu, ya."


"Enak ya jadi kamu. Cuma mengandalkan wajah mirip Gita, kamu bisa menggaet keluarga mama Yulia. Sebenarnya apa rencana kamu masuk ke keluarga istriku? pasti karena harta kan? Heeeh, sudah ku tebak. Perempuan macam kamu sudah banyak aku temui. Sok sok polos padahal ada maksud tertentu."


Alam melirik gadis disampingnya yang sudah tertidur dan menutup telinganya dengan Headset. Senyum sinisnya terus mengembang, sesekali menatap jijik pada gadis itu. Mobilnya terus melajukan kencang menuju Vila yang berada di bogor.


Netra memilih fokus dengan laju mobil daripada memusingkan gadis disampingnya.


Sejak mama bertemu Ina. Dia selalu menanyakan soal Ina, bahkan untuk acara keluarga saja mesti mengajak Ina. Padahal dia orang asing, apasih hebatnya Ina. Biasa saja, bahkan keluargaku saja tidak ditawarkan mama untuk berkumpul di acara mama Yulia. Sedangkan dia, saudara bukan, anak bukan tapi malah diajak acara keluarga.


Entah apa yang membuat mereka begitu sayang dengan Ina. Mungkin mereka gampang tertipu dengan wajahnya. Tapi tidak denganku, Ina. Wajahmu memang mirip Gita. Tapi maaf saya tidak terjerat dengan muka sok polosmu itu, Ina.


Mobil terus melaju menuju Vila di bogor. Vila yang dulu dia datangi untuk memberi kejutan pada Gita, Vila yang menjadi peraduan rindu setelah dirinya bebas dari penjara. Begitu banyak kisah yang tertulis membuatnya merindukan sang istri yang telah mendahuluinya.


Ina terbangun saat merasa mobil sudah berhenti. Dia mengira sudah sampai ditujuan, tapi suara isakan tangis terdengar dari lelaki disampingnya.


"Ada apa?" Tanyanya dengan lembut.


"Bisakah aku meminjam bahumu, sebentar." Pintanya.

__ADS_1


Ina mengangguk, mungkin Alam memang butuh penopang sandaran "Gita...aku merindukanmu." Isaknya. Ina hanya mengelus punggung Alam, layaknya ibu yang menenangkan anaknya. Alam tiba-tiba melepas diri dari Ina. Sikapnya yang tadinya melunak berubah kembali menjadi ketus. Ina hanya bisa melongo melihat perubahan sikap lelaki disampingnya.


Kayaknya dia lagi PMS.


Ina kembali merebahkan tubuhnya di kursi mobil. Sesaat dia teringat kalau mengabari orang-orang dirumah. Ina menghidupkan gawainya, beberapa panggilan dari mamanya tertera di layar pipih tersebut. Helaan nafas berat terdengar dibibir manisnya. Matanya menatap keluar melihat pohon-pohon yang berjejer bergantian.


Maafin Ina, ma. Aku butuh waktu.


Mobil terus melaju kencang. Ina kembali memejamkan matanya, terbuai alunan lagu yang dihidupkan oleh Alam melalui handphone lelaki itu. Sebuah lagu yang membawanya ke Alam mimpi. Mimpi masa lalu yang belum pernah dialaminya.


"Gentooong....I love you."


Sebuah wajah asing tampak menari didalam mimpi. Terlihat sebuah latar desa, seseorang lelaki tersenyum manis. Mereka duduk disebuah empang.


"Na...sudah sampai." Ina terbangun melihat suasana sudah gelap.


Ina masih berdiri diruang tamu dengan rasa takjud pada isi villa tersebut. Dari luar memang tampak seperti temaram. Tapi saat masuk kedalam, mata Ina disuguhi pemandangan seperti ala eropa. Arsitekturnya membuat dirinya berdecak kagum.


Ini keren banget.


"Coba kamu besok pagi buka jendela. Akan ada hal yang menakjubkan." Usul Alam.


Ina masih terpaku pada rancangan arsitektur villa.

__ADS_1


"Kok, diam. Ayo masuk ke kamarmu. Kamu berdiri disini lama. Konon katanya disini ada penunggunya, dia suka liat darah muda kayak kamu. Udah pernah kejadian waktu kami liburan dulu." Ina mendadak merinding mendengar cerita Alam.


Ya, Ampun mana aku tidur sendiri lagi. Dasar bapak resek.


Ina memasuki kamarnya dilantai atas. Tubuhnya merebah keatas ranjang jati sebagai lepas lelah. Setelah berjam-jam perjalanan ke bogor. Pandangannya menerawang mengingat saat Rangga menjemputnya bersama Jihan.


"Apakah mereka benar-benar pacaran? Gila juga, ya kak Jihan. Udah pacaran sama kak Ilham, terus ngaku ngaku hamil anak kak Dodo, sekarang ngegaet kakakku. Benar-benar ya, apa sih kak Rangga cari dalam diri kak Jihan.


Sementara di sebuah mobil memasuki pelataran sekitar Villa. Tampak turun seorang lelaki muda yang menenteng barang. Diikuti seorang wanita usia 40-an keluar dari mobil.bersama seorang pria.


"Grace... " sambut Yulia pada ponakannya.


"Tante kenalkan ini calon suamiku..."


"Mas david, sini ini aku kenalkan tanteku, Ini tante Lia." David dan Lia bersalaman.


"Ayo, masuk Grace, nak David."


"Gerry, Alam. ajak David gabung dikamar kalian." titah Yulia.


Ina pergi kedapur mencari minuman.


"Kalau jodoh nggak kemana, ya.. Ina."

__ADS_1


Ina membalikkan badannya saat mendengar suara memanggil.


"Ooommm ... da..vid!"


__ADS_2