Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
99. Cerita Jihan 2


__ADS_3

Seperti kata orang, dunia ini selebar daun kelor. Kemana pun kamu pergi ketemunya sama dia lagi, yang ada hubungannya dengan si dia, masih ada famili sama si dia. Itu yang aku alami saat ini.l


Aku tidak menyangka kalau Edo yang diceritakan Akbar adalah Dodo. Dunia ini sempit! benar-benar sempit.


Bohong banget kalau aku sudah melapangkan hati memaafkan Dodo. Aku memang sudah memaafkannya, tapi ketika melihatnya didalam peti itu. Rasanya sakit sekali, rasanya ingin mencabik cabik tubuhnya setelah yang dia buat padaku.


Tapi aku masih bisa menahan diri. Aku tak ingin terlihat gila didepan orang banyak termasuk keluarga suamiku.


Maafkan aku, Mas.


Jihan membuka matanya setelah melihat jasad Edo yang ternyata adalah Dodo. Rasanya seperti mendapat mimpi buruk. Ada suaminya dan Ina yang menemaninya di kamar.


"Syukurlah kak Jihan sudah sadar." Ucap Ina yang kemudian meninggalkan Jihan dan Akbar berdua saja.


"Mas---- Itu si Edo---"


"Iya, sayang aku sudah tahu. Maaf ya sayang, kalau aku membawa Dodo kesini, tapi kalau kamu nggak kuat lihat jenazahnya, kamu pulang kerumah mama dulu. Aku nggak mau kamu terbuka lagi traumanya."


"Mas, aku nggak papa kok." Jihan masih berusaha kuat.


"Gimana keadaanmu Jihan?" Eda Santi masuk menengahi keduanya.


"Aku nggak papa, Eda. Mungkin karena Maag kumat. Maaf ya aku bikin kalian cemas." Kilah Jihan.


"Ya, Udah. Makanya kau harus pintar masak kayak si Sari. Eh, Akbar bukannya kau dulu pacaran sama Sari? Kenapa tidak jadi sama dia?" Cerocos Eda santi.


Akbar memberi kode pada Eda Santi agar lihat situasi. Tapi sayangnya Eda Santi tak paham dengan kode yang disinyalkan Akbar. Wanita itu terus mencerocos membandingkan Jihan dan Sari. Jihan hanya tersenyum kecut lalu meninggalkan Akbar dan Eda Santi.


Langkah Jihan terhenti saat melihat Ina duduk sendiri di bangku bambu depan rumah Akbar. Langit sudah terlihat gelap, segelap perasaan dua wanita yang pernah mengisi masalalu Dodo.


"Na" Sapa Jihan langsung duduk disamping Ina.


"Eh, Iya kak." Ina gelagapan sambil menyeka airmatanya.


"Makasih, sudah mau menemui Dodo di saat terakhirnya. Dodo itu sangat mencintaimu, hanya dia terlanjur terikat oleh mamamu." Cerita Jihan.

__ADS_1


"Kak Jihan sendiri bagaimana? Bagaimana kakak bisa kuat setelah Dodo mencampakkan kakak?"


Jihan tersenyum dibelainya rambut panjang gadis itu. Belaian layaknya seorang kakak pada adiknya.


"Kamu tahu, Na. Aku memang pernah dekat dengan Dodo. Tapi diantara kami tidak ada yang spesial. Seperti aku dan Rangga."


Ina menunduk saat Jihan mengungkit soal Rangga. Ada rasa malu mengingat Rangga meninggalkan Jihan demi dirinya.


"Maafin aku, kak. Kalau saja aku tidak masuk dalam hubungan kalian. Mungkin kak Rangga tidak akan meninggalkan kakak dihari pernikahan kalian."


"Na, sejak awal Rangga tidak pernah mau dijodohkan denganku. Dia sudah membatalkannya tapi apadaya orangtua kami lebih keras. Kami sudah berusaha meyakinkan mereka tapi tetap saja mereka kuat pendiriannya. Hingga terjadilah saat Rangga tidak datang ke pernikahan. Ada hikmahnya, lebih baik pernikahan itu tidak terjadi daripada kami saling menyakiti didalamnya.


Na, temuilah Rangga. Kejarlah cinta kalian dan Restu tante Raya. Aku yakin kalau kalian berjuang pasti tante Raya akan merestui."


Ina menunduk. Di hatinya sudah terkikis nama Rangga. Walaupun masih ada sisa cinta. Saat ini ada sosok lain yang mulai mengisi hatinya sejak dia menginjakkan kaki di kediaman Gunawan. Ina sendiri tak tahu kenapa setiap bertemu sosok itu debaran jantungnya terasa kencang.


Rentetan kenangan terus menerornya seakan pernah dialaminya. Ina menghela nafas panjang, ada beban berat yang menghimpitnya.


"Aku mencintai oranglain kak. Tapi sepertinya akan bernasib sama seperti kak Rangga. Seharusnya rasa itu tidak ada, kak. Kakakku tidak menyukainya."


"Apa orang itu, aku?" Ina tersentak saat mendengar suara di belakangnya. Tangan itu menggenggamnya erat.


"Jawab, Na apa kau mencintaiku?"


"Tidak."


"Kenapa?"


"Karena kamu adalah menantu kakakku."


"Apa itu bisa menjadi alasan?"


"Bisa. Buktinya baru saja aku katakan."


"Tapi aku mencintaimu, Karina. Aku selalu merasa ada Gita dalam dirimu."

__ADS_1


"Gita..Gita... dan selalu Gita. Gita sudah tiada, Alam. Kamu harus ingat itu.


Oh, ya. Bukannya sejak awal aku selalu dikaitkan dengan mendiang istrimu. Kau selalu saja merasa dibayangi semua yang berkaitan dengan dia."


"Gita tidak akan pernah mati. Dia ada disini dan selamanya disini." Alam menepuk dadanya.


"Lalu bagaimana denganku? Tidak ada, kan! Tidak ada tempat buatku. Kamu mendekatiku karena aku mirip Gita. Iya kan, Lam? Kalau aku berwajah lain mungkin akan beda ceritanya.


Kamu pikir aku tidak pernah tahu apa yang kamu pikirkan selama ini. Selama kita dekat kamu memperlakukan seolah aku adalah Gita. Kamu dan Juga Kak Lia selalu memperlakukan aku seperti Gita masih hidup.


kalau kamu mencintai gita kenapa kamu tidak pernah membuatnya bahagia."


Alam terdiam. Dia selalu meyakini kalau mendiang istrinya selalu bahagia bersamanya. Dia heran kenapa Ina menuduhnya seperti itu.


Ina menatap Alam dengan sinis "Simpan saja buat kenang-kenangan. Aku tidak butuh cintamu. Kamu itu pembawa sial. Gita selalu menderita saat bersamamu. Dan aku bukan Gita yang gampang membuka hati dengan lelaki seperti kamu."


Alam menunduk lemas. Seakan sakit mendengar ucapan Ina. Selama ini dia sangat meyakini bahwa Gita bahagia bersamanya.


"Iya, aku paham. Aku tidak lebih dari lelaki tak berguna dimatamu, dimata mama Lia, dimata keluarga kalian. Aku tahu diri kalau aku bukan lagi menantu di keluarga itu. Makasih, Na, kamu membuka mataku.


Mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. Kalau kita bertemu anggap aku tak ada." Alam pergi meninggalkan Ina.


"Lam... Alam!" Ina berlari mengejar Alam tak memperdulikan panggilannya.


Alam masuk ke mobil meninggalkan gadis itu. Menahan rasa sesak di dadanya. Lama dia terdiam disebuah tempat, menumpahkan yang sedari tadi menahan.


*


*


*


*


Apakah Alam akan menyerah atau Ina yang akan berbalik mengejar Alam?

__ADS_1


__ADS_2