Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
33. Perjodohan


__ADS_3

Kediaman Alex


Pukul 20:00 wib


POV JIHAN


"Ji"


Aku memandang seorang wanita yang berdiri didepan. Meskipun usianya 50-an tapi dia tetap menawan bagiku. Badannya masih mulus dan seksi. Masih pantas menggunakan gaun-gaun anak muda.


"Kamu sudah siap?"


Aku mengangguk. Lalu aku berdiri di depan mamaku, mama melenggangkan tangannya untuk ku gandeng.


"Anak mama sebentar lagi akan menikah. Mama sepertinya bakal kesepian kalau kamu ikut sama suamimu ke jepang nanti."


Aku hanya memeluk mama. Perempuan yang melahirkanku, membesarkanku dan aku akan meninggalkannya. Sedih juga,sih. Tapi mau bagaimana lagi. Bukankah sejatinya seorang istri mengikuti suaminya kemanapun pergi.


Siapa lelaki itu?


Dia adalah Rangga, Putra tiri pengusaha yang bernama Donald, sahabat papaku. Kulihat Rangga anaknya baik, santun dan nggak sombong. Kenapa aku bilang nggak sombong? Pernah suatu aku ke mall bareng Rangga, dia masih meluangkan kantongnya memberi uang pada seorang kakek yang jualan di emperan.


Dia pernah bilang begini "Kakek itu harusnya menikmati masa tuanya bersama cucu-cucunya. Bukan menjadi pencetak uang oleh anak-anaknya."


Ah, Rangga kamu baik. Tapi kalau kamu mengetahui aku sudah pernah hamil diluar nikah, apakah kamu masih mau menerimaku?


"Ji."

__ADS_1


Panggilan mama mengagetkan ku. Aku langsung berjalan mendekati mama.


"Sepertinya sudah datang." ucap mama saat kami hendak turun dari tangga.


Seorang lelaki tampan berdiri menungguku dipinggir tangga. Tangannya menyambutku dengan sopan.


Usia kami tak jauh beda, Rangga 35 dan aku 33. Kami berjalan menuju ruang utama. Tangannya tak lepas dari ku.


"Ji"


"Iya, Rangga." Aku menatap lelaki yang masih berdiri disampingku.


"Bisakah kita ngobrol di tempat lain. Supaya kita bisa lebih leluasa saling mengenal." Ajaknya sambil mengikuti langkahnya ke dalam mobil.


Entah kemana dia akan membawaku, pastinya aku yakin dia bukan tipe laki-laki yang suka macam-macam dengan perempuan. Semoga dugaanku nggak meleset.


"Rangga, kamu mau ngomong apa?"


"Ji.."


"Iya"


"aku mau membatalkan rencana perjodohan kita."


Entah kenapa aku tidak merasa kecewa saat dia mengatakan hal itu. Rasanya biasa saja.


"Kalau boleh tahu apa yang membuat kamu ingin membatalkan rencana ini?"

__ADS_1


"Aku mencintai perempuan lain, ji. Aku tahu perasaan ini salah. Tapi dengan selalu ada didekatnya, melindunginya dan memberikan rasa nyaman buatnya. Itu sudah cukup buat dia?"


Aku duduk menghadap lelaki itu, lalu mencoba menenangkannya. Tampaknya dia memang cinta dengan gadis itu.


"Lalu kenapa kamu tidak bilang pada keluargamu soal cewek itu?"


"Nggak mungkin aku mengatakan itu sama mereka"


"Kenapa?"


"Karena perempuan itu adik tiriku."


"Karina?"


Rangga hanya mengangguk lemah. Aku menatap lelaki itu dengan perasaan senang. Senang karena aku tidak akan mengecewakan dia ketika menikah nanti. Senang karena Rangga sudah menemukan cinta sejatinya.


"Berjuanglah, ga. Karina itu anak baik. Aku dukung kamu."


"Ji, kamu nggak marah sama aku."


Aku menghempas nafas kasar. Ku tatap lagi Rangga yang masih menunggu jawabanku.


"Enggak. Aku nggak bisa maksain perasaan oranglain, karena semakin kita berjuang untuk orang yang tidak mencintai kita. Semakin sakit yang kudapat nantinya.


Dulu sekuat tenaga aku mempertahankan Ilham, tapi tetap saja hatinya terarah pada siti.


Lagian aku bukan perempuan yang pantas untuk kamu, ga. Aku kotor, pernah hamil diluar nikah. Kamu pantas mendapatkan gadis seperti Karina."

__ADS_1


"Ji, setiap manusia pernah punya masa lalu yang kelam. Sekarang tergantung kamu, apakah kamu masih mau tenggelam dengan ratapan? Atau kamu mau bangkit dari keterpurukan. Itu semua kamu yang harus bergerak." Rangga memelukku seperti seorang kakak terhadap adiknya.


__ADS_2