Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
Persiapan Pernikahan (H-3)


__ADS_3

Kediaman Pramono


Pukul 19.00


"Ma"


Ilham menemui mamanya menanyakan perihal keberadaan Ina dirumah mereka. Awalnya dia ingin mendengar langsung dari Ina. Namun, istrinya melarang dengan alasan masa pingitan tidak boleh banyak pikiran.


"Iya, nak." Mila mendekati putranya yang masih menidurkan Daffa.


"Mama belum cerita sama aku apa yang sebenarnya terjadi"


"Maksudnya?" Mila belum paham arah pembicaraan putranya.


"Kenapa keluarga Gita bisa tinggal di kediaman Spencer? Emang rumah mereka kenapa?" Tanya Ilham.


"Mama nggak begitu paham masalahnya,ham. Yang mama tahu rumah mereka disita. Alam yang mengajak mertuanya tinggal disana. Lebih baik kamu tanya langsung sama Alam, kamu istirahat dulu, ham. Sejak sampai tadi kamu belum ada istirahat."


Ilham merebahkan dirinya di kamar. Perjalanan dari Belanda ke Indonesia memakan waktu yang panjang. Meski hanya duduk saja dipesawat tapi tentu masih juga menguras tenaga. Apalagi ketika dua buah hatinya terbangun, dia harus bergantian dengan sang istri menjaga anak mereka.


Langkahnya berjalan menuju kamarnya. Tampak Siti harus menemani Daffa. Tersungging senyum melihat kegiatan sang istri. Teringat perjuangannya mendapatkan cinta seorang siti. Langkahnya duduk disudut ranjang. Seperti biasa lelaki itu memeluk pinggang sang istri sembari mencium bahu wanita halalnya.


"Sayang ..."


"Apa, mas?" Sahut Siti sambil mengayunkan tubuh putranya.


"Makasih, ya."


"Buat?"


"Buat kesetiaan kamu selama ini. Buat semua yang sudah kita perjuangkan selama ini. Buat kamu yang sabar dengan lelaki yang nggak peka ini."


Mereka mengarahkan pandangan kearah sang putra yang sudah terlelap. Siti meletakkan Daffa tidur disebelah Dita. Meskipun pinggang masih dililit tangan milik sang suami, Siti masih melaksanakan tugasnya sebagai seorang ibu.


"Tadi aku ngobrol sama Ina. Aku kasih dia nasehat supaya tidak seperti ibu tiri seperti yang aku dengar. Ina melihat photo kak Alam di kamar kak Keisya, kamu tidak lupa kan bagaimana terobsesinya kak Keisya sama Alam. Aku masih melihat Ina cemburu melihat photo itu."


"Menikahi lelaki yang sudah pernah menikah itu nggak segampang menikahi lelaki bujangan, ti. Dia pasti akan melewati masa dimana dikaitan dengan mantan istri. Meskipun selama ini aku juga kaget mendengar hubungan Alam dan Ina. Kamu tahu, ti, tante Yulia sampai mati-matian menutup kalau Ina pemilik jantung Gita. Karena takut kak Alam mendekati Ina dengan alasan itu."


"Kak Alam nggak akan membanding Ina dan Gita. Dulu saja saat mereka pacaran, kak Alam nggak pernah tuh membandingkan Gita dan Kak Dinda. Karena apa? karena dia menjaga perasaan pasangannya. Beda sama kamu, mas. Sepanjang kita ..." Ilham menutup bibir istrinya.

__ADS_1


"Yang berlalu biarlah berlalu, sayang. Tidak usah diingat lagi.


Jika aku ada salah dimasalalu tolong maafkan aku. Bukankah kita sudah sepakat tidak mengungkitnya lagi. Bukankah kita sudah sepakat untuk memandang ke depan.


Jadi please, jangan jadikan alasan untuk mengungkit yang sudah berlalu."


"Maaf, mas."


Siti lagi-lagi selalu kelepasan mengungkit masa lalu hubungan mereka. Entah kenapa dia susah mengontrol mulut, ditatap suami yang sudah berbaring disamping Daffa. Sejak Siti menyusui kedua anaknya tidur ditengah mereka.


Ilham pun tidak pernah protes hal itu. Baginya mendukung apa yang dilakukan sang istri, termasuk saat Siti meminta dukungan untuk ikut kuliah.


Siti memegang tangan suaminya sebagai penguat perasaan. Genggaman itu akhirnya di balas oleh Ilham. Mereka tersenyum saling berpandangan.


klik


Hari-hari sibuk menjelang pernikahan Alam dan Ina, rapat-rapat panitia digelar, tim panitia dan keluarga kedua belah pihak sibuk dengan tugasnya. Termasuk Alam yang ikut sibuk mendekor kamar pengantinnya. Alam merasa kegiatan ini cukup menyenangkan. Daripada dirinya cuma duduk-duduk karena dalam masa pingitan. Bahkan dia benar-benar merasa harus terlibat karena sudah pasti ingin membahagiakan pasangannya. Walaupun bukan yang pertama, tapi persiapan melibatkan semua keluarganya terasa menyenangkan. Di banding pernikahan pertamanya yang tanpa restu, bahkan terkesan dadakan karena saat menikah siri Gita sedang koma, sedangkan saat resepsi Ibunya tidak merestui.


Dalam beberapa hari ini Alam merasakan perubahan hidupnya. Termasuk mengurangi kesibukannya dikantor, saat ini dirinya memilih enggan memikirkan hilangnya Alena. Bukan berarti dia mengenyampingkan pekerjaan, tapi Alam memilih fokus dengan hari bahagianya. Belum lagi dia membaca berita pernikahannya di sosial media. Apalagi dengan komen miring karena istrinya baru 1,5 tahun meninggal sudah nikah lagi.


Wartawan mulai memenuhi halaman rumahnya membuat keluarga kewalahan. Maka dari itu Ina ditempatkan dirumah keluarga Pramono atas ide Bobby. Pernikahan mereka mulai menjadi makanan publik termasuk beberapa kolega dekat yang mulai memberi selamat melalui instagram.


Setelah lelah dengan aktivitasnya Alam duduk diteras belakang. Tadi sempat tercetus dari ibunya kalau akad nikah dirumah mereka. Tapi Alam ingin pernikahan mereka di cottage biar sekalian bulan madu. Hanya saja, usul itu tak dapat suara sehingga tetap mengadakan akad dirumah. Alam akhirnya mengalah mengikuti suara terbanyak.


"Kak"


Lelaki itu kaget melihat siapa yang datang. Sosok itu menyamperi sang kakak lalu berpelukan melepas rindu.


"Kamu, kapan datang, ham?" Sapa pada sang adik.


"Semalam, kak ... eciyeeee akhirnya jadi juga sama Ina."


"Hehehehe ..." Alam hanya menyengir saat digoda adiknya.


"Kamu sama Siti, kan."


"Siti dirumah, kak. Dia nggak ikut maklum bawa krucil lagi aktifnya."


"Wah, padahal aku kangen sama ponakanku."

__ADS_1


Ilham dan Alam dua lelaki keturunan keluarga Spencer. Ilham adalah anak kandung Brian dari pernikahan sah dengan Mila. Sedangkan Alam anak kandung Brian tapi hasil cinta dengan Marni.


Keduanya tampak berbincang akrab layaknya keluarga. Sejak Gita meninggal Alam dan Ilham mulai menerima status mereka sebagai kakak-adik. Ilham pun meluapkan rasa penasarannya atas masalah yang menimpa keluarga Gita.


"Jadi kak Grace yang menyita rumah keluarga Gita!" Alam mengangguk. Tampak Ilham masih kaget dengan kabar tersebut.


"Apa masalahnya?"


"Rumit, ham. Yang pasti karena Ina tidak mau bertunangan dengan Gilang. Aku sudah kerahkan semua yang berkesinambungan dengan masalah ini. Jika kita tinggal tunggu kabar." Terang Alam.


"Mantap kak, paling tidak sebagai modal ngambil hati tante Lia."


"Nggak kok, Ham. Aku tidak memikirkan soal itu, tadinya aku sudah pasrah kalau memang kami tidak berjodoh. Tapi alhamdulillah, hikmah dibalik masalah itu mama Lia merestui kami malah dia meminta aku langsung menikahi Ina. Bukan aku cari muka sama mereka, aku hanya membantu sebagai seorang kepada orangtuanya. Sebenci apa pun mereka padaku, mama Lia dan papa Dul tetap oma dan opa nya Shasa. Itu aja kok." Alam tersenyum simpul sambil memamerkan lesung pipitnya.


"Pernikahannya kapan kak?"


"Tiga hari lagi." Jawab Alam.


*


*


*


*


Part mendatang sudah masuk pernikahan,ya. Siap-siap kadonya ..


Tetap terus pantengin cerita ini.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2