Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
93. Terkuaknya Kebenaran 2


__ADS_3

Kediaman Raga Budiman


Pukul 08.00


Delima membereskan beberapa pakaiannya. Niatnya untuk pergi dari rumah suaminya sudah bulat. Selama ini dia masih bertahan karena Angel tak mau orangtuanya pisah. Tapi kali ini dia tidak bisa mentolelir lagi sikap suaminya. Baginya tempat suaminya sudah menjadi neraka.


Beberapa waktu yang lalu dia sempat ingin mendatangi keluarga Spencer. Tujuannya membeberkan rencana suami dan anaknya. Disamping itu, dia tahu tujuan utama putrinya untuk menghancurkan Karina.


Delima pun sempat disekap dalam sehari oleh anak buah suaminya. Namun saat pulang suaminya mengelak saat di tuduh menyekap Delima.


"Del, nggak mungkin aku menyekap kamu! Aku cuma suruh kamu bawa pulang, bukan menyekap kamu seharian. Atau jangan-jangan itu alasan kamu saja. Kamu tidak pulang seharian bukan karena disekap. Tapi ada pria lain yang kamu temui."


"Mas, kamu kok malah nuduh balik aku! Aku bukan kamu, ya yang hobi selingkuh!" Delima tak terima tuduhan suaminya.


"Karena kamu masih kekeuh ingin bercerai. Aku yakin keinginan kamu itu karena sudah punya pria lain." Tuduh Raga.


"Ma, Pa, sudah jangan bertengkar terus. Papa harusnya bersyukur kalau mama pulang dengan selamat." Angel mencoba melerai pertengkaran kedua orangtuanya.


"Dengar, pa! Anak kamu aja ngerti. Tapi kamu nggak pernah mengerti sama kami."


"Tapi memang aku tidak menyekap kamu, Del."


"Nggak mungkin kan anak buah kamu menjalankan perintah sendiri. Sudahlah, Mas! Mau aku minta kamu ngaku 100 tahun juga percuma. Mana ada maling ngaku maling." Delima meninggalkan Raga termenung dikamar.


Delima duduk disudut Ranjang. Mengingat saat mereka masih hidup susah. Dengan modal seadanya mereka membuka karaoke keliling saat tinggal di jambi. Delima ingat saat dia hamil amir putra pertamanya. Mereka makan seadanya. Setiap hasil karaoke keliling mereka tabung untuk persiapan melahirkan anak pertama mereka. Bahkan saat Amir hendak merantau tamat SMA, dengan dana seadanya mereka berikan pada putra sulungnya.


Saat Angel lahir hidup mereka sudah berkecukupan. Usaha karaoke yang dibangun mereka bersama maju pesat. Raga masih menjadi suami yang setia kala itu.


Angel pun menjadi sosok yang manja dan suka semaunya. Awalnya mereka merasa Angel seperti itu karena masih mencari jatidiri. Hingga mereka sering mendengar putrinya suka ke diskotik yang dibangun Raga. Membawa teman-temannya untuk mabuk-mabukan.


Raga yang mengetahui hal itu kerap memukul putrinya. Itu juga yang membuat Angel tidak betah dirumah. Ketika mendengar putrinya berteman dengan Ina dan Laras, Delima senang sekali. Karena dia tahu kedua gadis itu anak yang baik. Bahkan ketika Angel salah, dia selalu meminta putrinya mencontoh kedua temannya.


Sejak ada wanita yang bernama Amel masuk keluarga mereka. Semuanya kacau, apalagi Amel membawa putrinya yang bernama Siska. Siska saat itu terpaut dua tahun dengan usia Angel.

__ADS_1


Tak ada wanita yang mau dimadu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Setelah proses panjang dari tes DNA Siska, menikahi Amel dan tinggal serumah. Delima pun bisa berdamai dengan keadaan.


Delima dan Amel menjadi akrab. Karena Delima melihat Amel berusaha berdamai dengan dirinya. Ditambah masuknya Asih yang bertolak belakang dengan mereka.


Setelah kehadiran Asih masuklah Sumi. Dari kisah Sumi yang katanya dijadikan istri karena orangtuanya punya utang pada Raga. Membuat Delima sedikit takut dengan perubahan suaminya.


Hingga kejadian yang menimpa Angel saat itu membuka pikiran Delima untuk pisah dari suami. Ditambah saat disekap suaminya dalam sehari. Kesabarannya sudah habis. Angel juga menentang keputusannya dengan alasan takut miskin.Tapi Delima tidak menyerah, baginya sikap Angel adalah pengaruh suaminya.


"Kamu berubah,Mas. Aku sudah tidak kuat lagi." Isaknya saat mengenang masa rumah tangganya.


"Ma" Sapa Amir yang belum lama ini pulang ketika mendengar masalah mamanya.


"Iya, nak." Delima mencoba tetap tegar didepan putra sulungnya.


"Kita berangkat besok. Nanti biar pengacara yang urus perceraian mama."


"Tapi adik kamu?"


"Ma, Angel udah besar. Biar dia sendiri yang menentukan hidupnya. Apalagi dia susah dikasih tahu."


"Kak Del... kak Del..!" Pekiknya masuk ke kamar Delima.


"Ada apa, Sumi?"


"Itu ... kak ... ada... polisi mau bawa Angel!" Adu Sumi.


"Apaaaaa!" Delima dan Amir langsung berlari ke depan rumah mereka.


"Aku nggak mau masuk kantor polisi! Mamaaaa! Abaaaang! Tolong Angel! Aku nggak mau masuk penjara." Angel berusaha berontak. Tapi kalah kuat dari para polisi yang badannya lumayan besar.


"Pak, anak saya salah apa?"


"Anak ibu tersangkut kasus penipuan. Pencatutan nama dan termasuk kasus penyekapan."

__ADS_1


"Nggak mungkin, pak! Anak saya tidak mungkin seperti itu." Protes Delima.


"Siapa yang melaporkan adik saya?" Tanya Amir pada petugas.


"Saya!"


"Kak Mona!" Angel kaget ketika Mona muncul dikerumunan polisi.


"Kenapa, Ngel? Kaget? Saya justru lebih dengan kenekatanmu. Ngapain kamu ngaku-ngaku penerima jantung Gita! Ngapain kamu masuk ke ruangan dokter Ilham dan mengotak atik file nya. Semua bukti ada di cctv rumah sakit."


"Bu...Bukannya itu ruang kerja kakak."


"Ngel, ruang kerjaku sudah pindah. Saat kamu datang itu sudah bukan ruangan saya lagi." Jelas Mona.


Angel menelan salivanya. Sekarang dia hanya meratapi penyesalannya. Nasi sudah jadi bubur, dia harus menerima akibat perbuatannya.


Amir menatap kearah pak polisi "Pak bawa saja adik saya. Biar dia belajar kalau kejahatan harus mendapat hukuman."


"Amir!" Delima tidak terima dengan ucapan permintaan putra.


"Bawa saja, pak." Amir tetap kekeuh meminta polisi membawa Angel. "Ma, dia memang salah dan harus di hukum." Amir memberi pengertian pada mamanya.


Angel kini sudah diamankan polisi yang datang mendadak ke kediaman Raga Budiman. Wajah Angel terus menunduk menyembunyikan rasa malunya. Karena penangkapan dirinya menjadi tontonan warga.


Aku kenal anakku. Aku yakin dia tidak bersalah. Ini pasti kerjaan mas Raga. Jahat kamu, Mas! Anak kamu sendiri kamu tumbalkan untuk kepentingan sendiri.


Kamu tenang saja, Angel. Mama akan membantumu.


"Papa tolong aku, pa!"


"Sebentar pak saya kabari suami saya dulu."


"Maaf, bu. Tuan Raga sudah terlebih dahulu kami tahan. Bahkan putri anda banyak terlibat dengan kejahatan Tuan Raga. Termasuk penyekapan anda yang di dalangi putri anda."

__ADS_1


Kepala Delima terasa berat dan seketika tubuhnya limbung.


__ADS_2