
Hotel selabintana, 5 Juni 2021.
Ina berdiri diantara para tamu undangan. Kakinya melangkah mengelilingi putaran aula resepsi, matanya memutar melihat suasana pesta tersebut. Semua yang berada dipesta tak ada yang dikenalnya. Kakinya melangkah menuju meja prasmanan, demo cacing diperutnya seakan menuntunnya saat beberapa kue manis berjajar dimeja tersebut.
Bayi cantik yang sedang bersamanya pun tak kalah riang saat Ina mengambil beberapa kue tersebut.
"Shasa mau kue?" tawarnya.
Bayi cantik itu langsung mengambil apa yang di genggam ina.
"Uuuuh, lahapnya. Makannya pinter, cepat besar ya, nak." Ina menowel pipi Shasa.
Ina mendadak lapar saat melihat Shasa memakan kue dengan lahap. Suara musik resepsi yang terdengar nyaring membuatnya mengungsikan diri dan membawa Shasa jauh dari kebisingan. Ina menyerahkan Shasa pada Yulia.
"Na.."
"Iya, kak."
"Kamu ke ruang ganti ya. Masa kamu pake dress kayak mau ke ulangtahun. Yang cantik dong, Ilham itu keluarga kita juga."
Yulia mengajak Ina masuk ke sebuah ruangan make up.
"Mbak, tolong make over adik saya secantik mungkin." Pintanya pada pihak make up wedding.
Ina diajak masuk ke ruangan, memilah milih beberapa gaun. Tapi ternyata udah disiapkan gaun khusus untuk dirinya. Matanya mengerjap melihat betapa panjangnya gaun tersebut.
"Aih, ini modelnya, ribet. Adakah yang simple aja?" protes Ina.
"Ini permintaan ibu Yulia, mbak."
Ina menghela nafas panjang. Mau tidak mau dia mengikuti mau sang kakak.
ceklek!
Ina keluar dari ruang make up. Yulia menatap haru melihat penampilan Ina. Yulia merasa kalau didepannya adalah putrinya, bukan adiknya.
__ADS_1
"Cantik sekali kamu, na." puji Yulia.
"Mama kok nggak ngabarin kalau mau datang?" Alam muncul saat Ina baru keluar dari ruang make up.
Matanya terpaku pada sosok gadis yang ada didepannya. Debaran jantungnya berdetak kencang, bagaikan devaju yang melanda pikirannya. Deretan kenangan pun berputar didepannya. Saat Gita memakai gaun itu saat awal perjodohan mereka, bagaimana dia menggandeng Gita saat acara reuni sekolah. Semua terbuka dengan sendirinya.
Kenapa kamu harus memakai wajah Gita? Ah, tidak. Dia Ina, bukan Gita. Ingat Lam, kamu sudah janji pada mendiang istrimu untuk tidak jatuh cinta lagi.
"Ehm... nggak usah segitunya mandangnya." Alam tersentak saat menyadari hanya ada dirinya sendiri. Jonathan muncul mengejutkan Alam yang dilihatnys sedang melamun.
"Gi... Gita mana, kak. Aku tadi lihat ada Gita." Alam celingukan seperti orang linglung.
"Lam, tau nggak kenapa kamu bisa lihat Gita?" Ucap Jonathan yang menenggerkan tangannya dibahu Alam.
"Maksudnya?"
" Artinya kamu harus sering mendoakan dia."
"Selalu, kak. Dia selalu ada disini" Alam menepuk dadanya "dia takkan bisa tergantikan. Dia selalu ada dalam doaku." Alam meninggalkan Jonathan yang terkikik melihat wajah Alam yang memerah.
Ina kembali membaurkan diri kedalam acara resepsi. Pandangannya beralih kearah pasangan pengantin Ilham dan Siti. Pandangan kagum kearah keduanya, pengantin wanita dibalut dengan gaun pengantin putih. Sedangkan Ilham tampak gagah dengan jas tuxedonya.
Baginya mamanya beruntung mendapat suami seperti Aryo, duda kaya yang memiliki satu orang anak. Ina tidak bisa membayangkan kalau papa barunya punya kelakuan jelek, walaupun ketakutannya benar - benar terjadi saat mamanya menikah dengan David, lima tahun yang lalu.
Saat itu mereka seperti keluarga bahagia. Mamanya dan Tante Raya, mamanya Rangga. Tante Raya saat itu sudah lebih dulu menikah dengan Om Donal. Sehingga tidak ada kisah tikung menikung antara istri pertama dan kedua.
"Ina, kamu disini?" sapa suara merdu Jihan.
Wanita dewasa itu muncul di depan Ina. Tangan Jihan memegang kedua tangan Ina.
"Kamu cantik sekali, na. Aku aja pangling liatnya." Puji Jihan.
"Makasih" jawab Ina datar.
kenapa aku harus ketemu dia lagi sih. batin Ina.
Ina masih menampakkan ketidaksukaannya pada Jihan. Ina mencoba menghindari Jihan, jujur dulu dia suka pada Jihan. Tapi sekarang rasa simpatiknya hilang.
__ADS_1
Apa karena rumor soal hamilnya Jihan dengan Dodo. atau karena Jihan sedang dekat dengan Rangga, Ina juga tidak tahu.
Tibalah saat Finally acara, Siti dan Ilham memegang satu buket bunga khusus untuk jomblowati. Tampak Jihan dan Ina ikut didalamnya.
Satu ..
Dua ....
Tiga ....
Bunga dilempar. Beberapa wanita berebut menangkap, dan jatuh pada
Ina ...
Setelah itu bunga kembali dilempar para jomblowan.
"Lam, lo mau ikut?" Ajak jonathan.
"Kak Jo aja deh. Aku malas!" Alam sibuk dengan gawainya.
Jo menarik badan Alam setengah memaksa. Mereka berdiri sambil menunggu lemparan bunga. Alam malah berbalik untuk kembali ke kursi.
Tuuuukkk
Serasa ada yang menimpuk kepalanya. Ternyata bunga lemparan malah mengenai dirinya.
Ina disuruh berdiri dipanggung, sedangkan Alam tidak memperdulikan hal itu dan memilih kembali kursi.
"Kamu kenapa sih, lam? Kayak orang kurang semangat." ucap Jo
"Kak Jo lihat dia, seenaknya saja memakai gaun punya Gita, dasar parasit!"
"Kalau ina parasit? Terus kamu apa? Sama aja kalian sama-sama numpang?" Balas Jo yang heran sama sikap Alam.
Ina yang mendengar kata parasit dari mulut Alam. Langsung turun panggung, malu. Iya dia malu! Karena secara tidak lelaki itu mengatakan didepan orang banyak.
Gadis itu menangis ditaman belakang. Iya dia sadar kalau sekarang hidupnya menumpang dengan orang lain. Orang lain yang ternyata kakak kandungnya.
__ADS_1
Kamu lihat saja nanti Alam!