
Ketika Alam mengetahui Gita juga ada di desa yang sama. Dengan penuh percaya diri lelaki itu menemui gadis pujaannya. Mencoba mengungkap yang selama ini dipendamnya. Gayung bersambut Alam dan Gita sepakat menjalin hubungan.
Kenapa? salah kalau aku cinta sama kamu?"
"Kak ... aku kesini buat nenangin diri, bukan cari pacar baru."
"Kak!"
"Iya sayang."
"Laper!"
"Hadeh, dasar gentong!"
"Kakak manggil apa barusan!"
"Gentong! si anak kota yang manja!"
"Panggil kayak gitu lagi aku geprek nanti!"
Alam menjulurkan lidahnya. Gita semakin kesel lalu mengejar Alam. mereka kejar-kejaran seperti film India. Alam akhirnya kecapekan dan duduk di salah satu pondok lesehan.
"Udah,ah. aku capek!" sahut Alam.
Alam merebahkan tubuhnya di lantai lesehan. Matanya masih asyik memandang Gita yang fokus sama hp nya. Gita menyadari kalo ada yang terus memandangnya.
"Awas, ngintip terus. Ntar bintitan." ledek Gita.
Yang di ledek tetap tak bergeming. Malah tubuhnya berjarak 1 meter dari tubuh Gita.
"Kak! Please jangan aneh-aneh, deh!" Guta mulai ketakutan melihat gelagat Alam.
Tak lama Alam tertawa " Pantas saja, Roki bertahan sama kamu."
"Kenapa bawa bawa Roki sih, kak!Roki itu beda sama kak Ronal."
"Iya, beda. Aku to the point kalo dia nusuk dari belakang. Jauh saat kalian LDR Roki sudah pacaran sama Rere."
"Kapan kita ketemu Opa?"
__ADS_1
"Buat apa?"
"Buat SIM."
"SIM? opa bukan polantas."
"SIM, Surat Izin Menikah."
"Udah, ah. tambah lama tambah ngelantur."
Alam menarik tubuh Gita ke dalam pelukannya. Alam mencium Gita. Gita terdiam dia pun tak bisa menolak.
"Kalo urusanku selesai disini. Aku akan menemui Tante Lia dan Om Dul untuk melamarmu." sambil mengelus pipi Gita. Terpancar senyum keduanya.
"Kak."
"Iya."
"Aku mau pulang."
"Loh, kita belum pesan makanan."
"Aku dah kenyang, kak."
Irwan menghasut warga kalau Alam dan Gita sering berduaaan ditempat sepi. Pada akhirnya warga gelap mata dan menganiaya Gita. Gita yang dinyatakan lumpuh dan mengalami kebutaan. Di tambah sejak kejadian itu Alam pun tak ada kabar.
Sebenarnya Alam sudah berusaha mencari keberadaan Gita. Sayangnya, sang bibi menutup akses keponakannya untuk bertemu dengan Gita. Kebencian bibi pada Gita pun disambut dukungan oleh Marni, ibu kandung Alam. Mereka sepakat menikahkan Alam dan Dinda, agar pemuda itu tidak lagi mencari Gita.
Begitu Alam mendapat kabar kalau Gita kritis di rumah sakit Sarolangun. Pemuda itu langsung meluncur untuk menemui kekasihnya. Ditemani Dinda yaitu saat itu sudah menjadi calon istrinya. Alam disambut cacian dan makian dari Yulia.
Keluar!" suara Mama Yulia terdengar nyaring.
"Anakku seperti ini gara gara kamu! Pergi!" teriak Mama masih terisak menangis.
"Ma, sudah! biarkan dia menemui Gita!" Papa memegang tubuh mama yang sedang mengamuk. Mama melepaskan diri dari genggaman Papa dan mendekati Alam.
Plaaak
Plaaak
__ADS_1
Dokter mulai memindahkan alat-alat Gita. Karena rencananya malam ini Gita langsung di bawa ke Jakarta. Awalnya keluarga akan membawa besok pagi. Tapi entah kenapa mama maksa untuk membawa Gita malam ini.
Saat tempat tidur Gita di bawa keluar, Alam berlari mengejarnya. Dia minta tolong untuk bicara sama Gita untuk yang terakhir kalinya.
Mama mempersilahkan, Ronal berbisik ke telinga Gita.
" I love you, sayang. Kemanapun kamu pergi. Gita dan Alam akan tetap bersatu. Jika tidak sekarang mungkin keturunan kita." bisiknya.
Alam mengecup kening Gita untuk yang terakhir kalinya. Matanya mulai berkaca kembali.
Hingga semua terkuak kalau dalang dari kejadian Gita adalah Irwan. Maka saat menjelang akad nikah Dinda membatalkan pernikahannya dan digantikan oleh Edwar. Alam kembali ke Jakarta bersama keluarganya. Meskipun begitu Alam terus mendatangi kediaman Gita walaupun disambut dengan cacian dan makian dari Yulia.
Marni pun menjodohkan Alam dengan Keisya. Disaat pengukuhan perjodohan tersebut Ilham memperkenalkan calon istrinya yang ternyata adalah Gita. Gita saat itu amnesia tidak peduli dengan kehadiran. Namun lambat laun, kenangan mereka bergulir sedikit demi sedikit terbuka.
Setelah putus dari Ilham, mereka kembali menjalin hubungan. Walaupun mereka tahu kalau mama mereka masih menentangnya. Mereka tak peduli, apapun itu akan mereka hadapi bersama.
Gita awalnya divonis kanker mata, dimana dia sewaktu-waktu bisa mengalami kebutaan. Alam tahu itu dan tak lelah mendampingi Gita. Walaupun Alam tahu Yulia masih terus menyalahkannya atas yang menimpa Gita.
Hingga saat mendekati pernikahan mereka Alam mengalami kecelakaan dan tubuhnya terbakar. Marni memanfaat momen ini untuk menyembunyikan putranya. Meski begitu Alam tetap nekat kembali menemui Gita yang sudah balikan sama Ilham. Alam datang kembali ke kehidupan Gita dengan wajah barunya. Dengan segala usahanya meyakinkan Gita kalau dia masih hidup. Pada akhirnya usaha berhasil, Gita kembali menerima Alam walaupun dengan wajah yang berbeda.
Perjuangan mereka berakhir dipelaminan. Alam dan Gita tetap menikah walaupun tanpa restu dari Marni. Kebencian Marni yang mendarah daging pada Gita, karena masa lalu buruknya dengan Yulia. Mempengaruhi rumah tangga Alam dan Gita. Saat wajah baru yang dimiliki Alam ternyata seorang buronan. Marni memanfaatkan menekan Gita saat Alam sedang dalam penjara. Sehingga Yulia yakin meminta Gita melupakan Alam, padahal Gita sedang mengandung.
*
*
*
Sekarang paham kan? kenapa Yulia sangat membenci menantu dan besannya. Cukup itu saja dulu flashbacknya tentang Alam dan Gita.
Part berikutnya Othor akan kembali ke Ina. Mungkin beberapa hari ini akan Off dulu, karena akan berpergian keluar kota.
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
__ADS_1
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
Bersambung