Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
Kejutan 4


__ADS_3


POV ALAM


Sebuah momen


Dimana sosok tak terduga sekarang berdiri di depan mataku. Sosok yang sejak awal menjadi pilihan terakhir.


Malam ini adalah malam penuh kejutan. Dimana dia yang kukira akan melanjutkan pertunangan dengan pilihan kakaknya.


Ah, konyol aku seperti di prank sama seperti Ilham dan Siti dulu. Aku memang cinta dengan dia, tapi nggak usah pakai kaya gini juga.


Kulihat Papa Bobby dan Papa Dul tengah berbincang hangat. Tangan kami tidak pernah lepas sedikitpun. Aku dan dia hanya bisa saling pandang, Kami berdiri dengan deretan tamu, satu per satu ucapan selamat kami terima. Tampak juga Ibuku menyambangi beberapa tamu di aula.


"Kamu tahu, Dulu ibu adalah orang menentang aku dan Gita. Sampai kami menikah pun dia tidak mau datang. Sekarang malah dia yang semangat dengan acara ini. Malah kebalik, Mama Lia yang tidak datang."


"Lam, bisakah kamu tidak menengok masalalu lagi."


"maaf, sayang." Ucapku sambil siku tangannya.


"Lam."


"Yes,baby"


"Bagaimana perasaanmu?"


,


"Aku bahagia,sayang. Akhirnya aku bahagia diikat sama kamu."


"Ikat?"


"Iya, diikat dengan status hubungan yang lebih kuat."


Dia menatapku dengan wajah imutnya. Seketika aku lupa kalau dia bibi mendiang istriku, seketika aku lupa masih ada yang harus kami hadapi yaitu restu mama.


"sayang, aku pengin omah-omah karo sampeyan, pengin karo sampeyan ing salawas-lawase."


Entah aku kerasukan apa tiba-tiba bicara bahasa jawa. Terdengar belepotan pula, astaga Alam.


"Artinya apa?" Kulihat dia bingung dengan ucapanku.


"Karina Permata Gunawan, Aku ingin menjadi imammu. Aku ingin kamu yang terakhir. Aku tidak akan menyerah lagi tentang hubungan, tapi memang aku dari awal juga tidak menyerah. Walaupun kedepannya akan ada permasalahan rumit dalam hubungan kita."


Acara pun masih berlanjut, sekarang statusku dengan Ina adalah tunangan. Kami masih berputar menyambangi beberapa tamu keluarga. Banyak yang kaget saat melihat face mirip dengan Gita. Salah satunya mamanya Beta yang tiba-tiba menangis saat melihat Ina.


"Ya, Allah kamu mirip banget, sayang." Ucap Ria, mamanya Beta.


"Aku manggilnya apa, nih?"


"Panggil saja Ina, tante."


"Ina ini adalah Mama Yulia, tante."


"Serius? Bukannya adik kak Lia itu cowok ya. Siapa itu namanya ... Jody kan kalau nggak salah."


"Ini beda ibu, tante."


"Owh, gennya kuat banget sama om Gun. Yuk kakak kenalin kamu sama teman-teman. Lam, boleh pinjam Ina."


"Silahkan, tante tapi kembalikan dengan utuh."


"Kamu itu apaan? Emang tante kanibal?"


Aku memandang Ina yang sudah berbaur dengan para tamu. Ada kelegaan yang kurasakan, secercah harapan seakan memberiku semangat. Ku langkahkan kakiku menuju para pria tampan di seberang sana.


Acara pesta pertunangan dadakanku dengan Ina berlangsung meriah. Meskipun yang datang hanya keluargaku saja. Tapi memberikan kesan manis untuk kami kenang di masa yang akan datang. Hanya saja, acara ini serasa hambar karena tanpa kehadiran keluarga Ina. Tampak Ina menebar senyum saat berbaur dengan tamu yang lain. Dia terlihat cantik dengan gaun abu-abunya.

__ADS_1


Gita lihatlah, dia sama sepertimu, cantik, berkharisma, lembut, bedanya kamu kalem sedangkan dia cerewet. Kamu tahu Gita, kamu adalah satu-satunya yang dicemburuinya. Lucu, kan? Tapi kalian berdua adalah orang yang aku cintai saat ini.


Tapi maaf Gita, sekarang porsinya tak sebesar dulu. Porsi besarku adalah Shasa dan Ina. Aku harap kamu merestui kami. Yakin, kamu pasti merestui kami, bukankah kamu yang minta aku menikahi penerima jantungmu?


Suara lantunan lagu kaleb J "Only you" mewakili perasaanku saat ini. Beberapa tamu pulang dan datang secara bergantian. Ina dan Dinda sedang mengobrol asyik. Kalian tahu kan masa laluku dengan Dinda? Wanita yang pernah bernaung dihatiku saat masa sekolah.


I maybe not yours and you're not mine


But I'll be there for you when you need me


It is only me


Believe me girl it's only me


Yeah it's only me


I will always be the one who pull you up


When everybody push you down


And it's only me


Believe me girl it's only me


Yeah it's only me


It's only me


Its only its only me


Yeah its only me


Karena aku hanya ingin kamu yang menjadi pelabuhan terakhirku, Karina.


POV Karina


"Kamu berdoa dulu, Na. Semoga kakakmu terketuk hatinya menerima hubungan kalian."


Aku hanya menyunggingkan senyum kearah Laras. Dia sepertinya belum tahu kalau kak Lia sangat keras hatinya. Kalau dia bilang A ya jadinya harus tetap A apapun caranya.


"Sejak kapan kamu suka gigit kuku, Na?" tanya LaraIna.


Entahlah, aku juga nggak paham soal kebiasaan ini. Tapi yang pasti sejak aku dan Alam banyak masalah terkait restu hubungan kami.


"Bismillah."


Aku memasuki aula tempat pertunanganku dan kak Gilang diadakan.Beberapa mata tertuju kepadaku, mungkin mereka takjub melihat kecantikanku atau mungkin mereka fokus ke Laras. Karena sejak menikah dia memakai hijab dan sangat cantik sekali. Aura wajahnya sangat berbeda. Aku saja pangling lihat dia saat datang menjemputku.


"Kakak!"


"Ya, ampun Ina. Kenapa kamu lama sekali? ini sudah jam berapa?"


Aku memberikan senyum terbaikku. Ada rasa tak enak saat melihat raut kecemasan di wajah kakakku.


"Ina?"


"Iya, kak Grace."


"Mumpung kamu sudah sampai yuk kita mulai acaranya."


Grace menuntunku ke aula dimana kak Gilang berdiri dengan gagah. Dia sebenarnya tampan, bahkan lebih tampan dari Alam. Tapi entah kenapa aku tidak tertarik padanya, mungkin karena hatiku sudah terpaut pada seseorang.


"Maaf kak Gilang, bisakah aku bicara."


"Silahkan sayang."


"Assalamualaikum, terimakasih untuk semua tamu undangan yang sudah menyempatkan hadir disini. Pertama-tama saya mengucapkan syukur Alhamdulillah masih diberi umur panjang dan berdiri disini bersama lelaki tampan disamping saya.

__ADS_1


Yang kedua saya Karina Gunawan meminta maaf atas keterlambatan saya datang ke acara. Saya juga meminta maaf kepada kakak saya, Yulia, kak Grace dan juga keluarga yang hadir disini. Termasuk kak Gilang.


Saya meminta maaf pada kalian semua karena tidak bisa melanjutkan pertunangan ini ..Saya..."


PLAAAAAAAK


PLAAAAAAK


Dua wanita menampar wajahku secara bergantian. Aku tahu mereka marah dengan keputusanku. Tapi aku merasa harus tegas.


"Dasar tidak tahu terimakasih. Kamu membatalkan pertunangan ini hanya karena perasaanmu dengan lelaki itu. Padahal kamu tahu kalau lelaki itu sudah memberimu cucu. Dimana kewarasanmu, Karina."


"Maaf." Hanya itu yang keluar dari bibirku.


"Maafmu tidak akan mengembalikan rasa malu kami. Seharusnya kamu beruntung diangkat derajat oleh kami.Kamu tidak lupa kan bagaimana reputasi mama kamu. Kalau tidak karena tante Lia, mungkin kamu masih menjadi Karina anak simpanan Opa Gun."


Tanganku mengepal keras. Mereka boleh menghinaku tapi jangan mamaku. Seburuk-buruknya mamaku, dia tetap perempuan yang membawa ke dunia.


"Jangan bawa, mamaku!" Amukku.


"Faktanya begitu." Jawab Grace dengan lantang. Seakan memang sengaja memojokkanku.


Kulirik kak Lia yang sedari tadi diam. Wajahnya terlihat muram, apa mungkin dia juga kecewa dengan keputusanku.


"Na."


"Kakak, maafkan aku."


"Pergilah!"


Apa dia mengusirku atau dia merestui keputusanku.


"Pergilah seperti keinginanmu. Mulai sekarang kamu bukan adikku lagi. Pergilah! Aku tidak ingin melihatmu lagi." Tak ada nada emosi, yang ada hanya ucapan lembut tapi menusuk.


Dia mengusirku!


Tetap terus pantengin cerita ini.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah


Bersambung


*


*


*


*


Hai man teman teman tercinta sambil menunggu up terbaru. Yuk mampir ke karya terbaruku


Sayembara jodoh


Hai ini karya baruku judulnya sayembara Jodoh


Kisah tentang Dira yang didesak cari suami. Sampai dibikin sayembara oleh keluarganya.


Hingga Arjuna mendaftar diri, padahal semua tahu kalau Arjuna punya seseorang yang dicintainya yaitu Delia, Sahabat Dira juga.


__ADS_1


__ADS_2