Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)

Kekasihku, Menantuku ( Mantu jadi ipar)
Resepsi 1


__ADS_3

Sinar pagi menyusup malu-malu pada celah gorden yang bergoyang karena hembusan angin. Tampak sosok cantik bergelung dibalik selimut sendirian. Setelah tadi malam sang suami meminta membaca dongeng. Sekarang hanya kelelahan terasa.


Ina membuka matanya pelan-pelan, mencoba memahami situasi. Sambil menormalkan otot tubuhnya, tangannnya meraba kesamping. Merasa ada kurang tapi entah apa itu. Kepalanya di putar melihat suaminya sudah tidak disampingnya. bukan hanya suaminya, putrinya pun juga tak ada di tempat.


Ina membangkitkan tubuhnya, menggerakkan sendi-sendi otot tubuhnya. Matanya melirik ke jendela kamar yang berhadapan langsung ke arah pantai. Mencari suami dan anaknya yang mungkin sedang bermain ke pantai.


Ukiran senyum terbit di wajah cantiknya. Kenangan perjalanan cinta mereka yang berliku-liku. Setelah semua yang mereka lewati, akhirnya kisah mereka berujung manis. Bagaimana menghadapi tentangan dari sang kakak hanya karena masa lalu Alam. Bagaimana Alam mati-matian memperjuangkan cinta mereka, walaupun terpisah selama berbulan-bulan. Pada akhirnya mereka dipersatukan oleh ikatan pernikahan.


Ina berjalan keluar dari kamarnya. Suara deburan ombak dan burung-burung berterbangan menjadi pemandangan pertamanya. Langkah kakinya terus berjalan tanpa menggunakan alas kaki.


"Kenapa sepi, ya?" Ina merasa aneh dengan suasana cottagenya yang sepi.


Apalagi mobil pun hanya satu yang tertinggal dari tiga mobil yang ikut.


"Pada kemana, sih? kok aku ditinggal sendirian." Ina duduk menjongkok.


"Nona Ina?"


Ina menoleh ketika ada yang menyapanya. Seorang lelaki sekitar usia 30-an berdiri dihadapannya.


"Raka?.... Yang lain pada kemana sih?"


"Saya diminta pak Ronal mengantarkan anda ke tempat mereka."


"Mereka sudah menunggu anda." Tambah Raka.


"Ya, udah saya siap-siap dulu. Kamu tunggu, ya." Ina meninggalkan Raka yang menunggu diluar.


Langkah kakinya berjalan dengan santai. Lagi-lagi dia memeriksa apakah hanya dia sendiri di cottage. Namun, nafasnya kembali di endurkan melihat kenyataan kalau memang hanya dia yang tersisa. Ina memeriksa gawainya, siapa tahu suaminya menghubunginya. Tapi tetap saja gawainya anteng tak ada notif apapun, wanita itu melemparkan gawainya ke ranjang. Terselip kekesalan dihatinya, kenapa dirinya seperti terbuang.


Beberapa saat setelah membersihkan diri. Ina pun berjalan keluar cottage. Senyumnya mengembang ketika melihat Raka hampir terkantuk menunggu dirinya.


"Raka!" Lelaki yang tadinya terkantuk tiba-tiba gelagapan mendengar panggilan istri majikannya.


"Kamu cuci muka dulu, gih. Biar nggak ngantuk."


"Eh iya, non.Tapi nanti saja pas sampai."


"Emang tempatnya deket, ya?"


"Dekat non masih sekitar Anyer juga."


Ina sudah berada didalam mobil yang akan mengantarkannya ke tempat dimana suaminya berada. Perasaannya masih deg-degan, dalam hatinya masih bertanya - tanya apa yang sedang direncanakan suaminya.

__ADS_1


Mobil berhenti di sebuah taman tak jauh dari cottage. Sebelum langkah Ina membelok ke taman, Dinda sudah menarik Ina mengajak ke dalam. Ina tanpa protes hanya mengikuti tuntunan Dinda.


Di dalam sebuah kamar tampak dua orang wanita dengan segala peralatannya.


"Sebenarnya ini ada apa, sih?" Ina masih bingung dengan semua ini.


"Pokoknya ikuti saja, Na." Sahut Dinda.


Ina pun menerima saat sapuan kuas mengubah wajah yang polos. Ada rasa geli saat serbuk-serbuk tersebut mengenai hidungnya. Namun dia tak bisa protes.


"Wah mbak cantiknya natural." Puji salah satu perias.


"Terimakasih." Jawab Ina sambil tersenyum.


Sebuah Dress mini putih pun telah bergantung di tubuhnya. Ina pun takjub dengan hasil make over perias tersebut. Kepalanya diberi mahkota bunga, membuat dirinya terlihat seperti ABG.


Siti dan Dinda sudah menunggu di depan Vila. Beberapa perias menuntun Ina keluar ruangan. Siti seperti devaju ketika melihat penampilan Ina. Keduanya mendekati Ina lalu mengajak wanita itu ke taman tak jauh dari vila.


klik


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died every day waiting for you


Darling don't be afraid


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you

__ADS_1


Time has brought your heart to me


I'll love you for a thousand more


Saat ini Ina berdiri di sebuah Altar resepsi mereka. Langkahnya berjalan pelan, dituntun oleh dua wanita yang sudah tak muda lagi. Iringan sound lagu "A thousand years" Milik Christina Perry pun menggema sepanjang langkahnya menuju suaminya.


Ina tersenyum sambil berjalan anggun mendekati Alam. Tak dapat bisa dia ungkapkan dengan kata-kata ketika suaminya memberikan kejutan resepsi walaupun tanpa gaun pengantin.


Kakinya pun sudah berada dihadapan suaminya.Tangan saling menggenggam tanda ada kebahagiaan tak terukir di wajah keduanya. Saling menundukkan kepala sambil curi-curi pandang.


Cinta itu berjuta rasanya. Memang benar jika kita saling mencintai maka perjuangkanlah dengan baik. Dulu aku pikir tidak akan jatuh cinta lagi setelah kepergian Gita. Aku memperjuangkan cintaku pada Gita setelah banyak masalah yang kami hadapi, karena masalah ini pun membuat dua keluarga saling membenci.


Aku tahu saat itu tidak tegas, itu kesalahanku yang sangat fatal. Kesalahan fatal membuat Gita berlabuh ke Ilham.


Sekarang aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah terjadi pada Gita dulu. Aku janji akan mencintai Ina melebihi cintaku pada Gita. Bukan berarti aku melupakan Gita, bagaimanapun dia ibu dari anakku namun porsinya tak sebanyak dulu.


Acara resepsi berlangsung meriah di taman dekat pantai Carita, Anyer. Pantai yang terkenal destinasi wisatanya. Semua yang ada disana sangat menikmati acara tersebut, termasuk pada undangan yang hadir disana.


"Selamat ya Alam dan Ina, akhirnya kalian menikah juga." Sapa wanita muda bermata hazel yang hanya datang sendirian


"Terimakasih,Naora." Jawab Ina menyalami Naora.


"Axton mana?" Tanya Alam.


"Kan Axton sibuk. Jadi aku sempatkan datang sendiri."


"Kak Naora terimakasih sudah sempatkan datang." Jawab Ina. Naora tersenyum dan mengangguk dengan ramah lalu pamit undur diri.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam." Sapanya berbarengan.


"Selamat menempuh hidup baru ya. Alam dan Ina semoga Samawa. Langgeng sampai tua" Ucap Kirana.


"Terimakasih tante Kirana." Ucap Alam.


Beberapa rombongan datang menghampiri tempat pengantin berdiri. Tampak dari mereka penghuni kisah ICPA. ada Kirana-abimanyu, Keanu-Raina beserta anak mereka Chayra, ada Dylan-Dara, Annisa-Dhafa, dan Rangga-Khanza.


Mereka berkumpul memberikan selamat pada pasangan yang berbahagia. Ucapan diberikan secara bergantian berlangsung lancar hingga sang tamu pamit undur diri.


"Assalamualaikum, mas Alam."


Rombongan pria tampan beserta pasangannya pun ikut menghadiri resepsi pernikahan Ina dan Alam. Ada Wisnu-Jenar, Rama-Elliana,Dewa-Mara, Krisna-Sekar, serta Seroja-Randi.

__ADS_1


"Waaahhh, para geng tampan datang juga ya. By the way aku boleh dong masuk geng kalian." Tawar Alam dengan percaya diri.


"Hmmm...Boleh banget, Lam. Tapi tetap saja kalian semua tetap kalah dari aku." Dewa dengan penuh percaya diri. Para geng Dewa pun akhirnya undur diri.


__ADS_2